
Β
π μλ νμΈμ π
Β
*Happy readin**g*...
Β
Ini adalah perform terakhir d'Dream sebagai penutup acara musik malam ini. Dengan banyak tepuk tangan dari para penonton yang sebagian adalah fandom d'Dream yang masih setia menyaksikan perform idolanya.
Teriakan histeris dari para fans yang kebanyakan perempuan membuat d'Dream sangar bersemangat untuk menghibur fansnya dan sesekali mereka menyalami paa fans disela performnya dan sebagai bentuk aksi panggungnya.
****
Diruang tunggu d'Dream
" Terima kasih kalian sudah bekerja keras untuk acara ini " ucap devan yang menyalami d'Dream.
" Itu semua berkat kamu dev, kami bisa bertahan seperti sekarang " ujar joy yang menepuk bahu devan.
" Sama-sama dev, kamu yang banyak capeknya mengurus schedule kita dan makasih juga buat kamu vanya dan clarissa " ucap leo yang memyalami para sahabatnya.
" Lebih baik kalian cepat ganti pakaian kalian " ucap clarissa menyandarkan tubuhnya disofa.
Tanpa kata joy dan yang lainnya pun mengganti pakaian.
" Udah ? " tanya clarissa yang melihat marchel, joy dan yang lainya sudah beberes.
" Iya, apa kamu akan tetap disini sa " tanya vanya yang melihat raut kelelahan clarissa.
" Ayo kita pulangggg " teriak clarissa yang berjalan lebih dulu.
Hari ini melelahkan sekali pikir clarissa dalam hatinya.
" Tunggu " ucap marchel yang memghentikan langkah devan.
" Ada apa chel " tanya devan yang menoleh kearah marchel.
" Kalian pulang lah aku akan pulang bersama clarissa " jawab marchel datar.
" Kau yakin chel " tanya devan kembali.
" Hmm, aku hanya gak mau clarissa kenapa-napa sepertinya dinampak kelelahan dev, apalagi dia kesini bawa mobil sendiri " ujar marchel melanjutkan jalannya.
" Baiklah, jangan sampai ada berita tentang mu besok " ucap devan yang menyusul marchel dan yang lainnya.
Mereka pun menaiki lift menuju basecamp tempat parkir mobil mereka. Didalam lift tidak ada obrolan yang ada rasa lelah dan kantuk walau ada rasa senang bisa menghibur fansnya.
ting
lift pun terbuka devan dan yang lainnya keluar menuju mobilnya. Tapi tidak dengan marchel yang menahan dan menggandeng tangan clarissa yang membuat clarissa terkejut dan tak bisa menolaknya.
" Aku akan pulang dengan clarissa " ucap marchel datar dan menatap wajah clarissa yang masih bingung dengan sikap marchel saat ini.
" Baiklah hati-hati chel " ucap joy yang menepuk tangan marchel.
" Jaga clarissa chel, awas kali lu macam-macam dengan clarissa " ucap vanya yang membuat marchel mengerutkan keningnya menatap vanya.
" Udah aku gak apa-apa dan aku bisa pulang sendiri okay " ucap clarissa yang berusaha melepas genggaman tangan marchel.
" Lebih baik kamu pulang dengan marchel sa " ujar joy yang membuka pintu mobil dan masuk kedalam diikuti vanya.
" Kita boleh ikut pulang bareng mereka dev " ucap rei yang memainkan alisnya naik turun.
" Boleh yah dev " timpal leo.
__ADS_1
" Cepet masuk " perintah devan.
Rei dan leo pun masuk ke mobil tanpa sepatah kata pun.
Marchel segera meninggalkan devan dan yang lainnya dan membawa clarissa ke mobil milik clarissa.
" Mana kunci mobilnya " ucap marchel datar.
Clarissa pun mengambilkan kuncinya ditas slempangnya. Marchel pun menerimanya dan membukakan pintu buat clarissa.
" Masuklah, kali ini biarkan aku yang mengemudi " ucap marchel yang terseyum tipis sangat tipis sampai tak terlihat oleh clarissa.
" Tidak chel, kamu baru selesai perform pasti kamu capek, berikan kuncinya biar aku saja yang mengemudi seperti biasanya " ujar clarissa meminta kunci mobil ke marchel.
" Aku bilang masuk sebelum aku berbuat jauh" ucap marchel dengan tatapan dingin tapi disertai senyum licik dibibirnya.
" Haizttt " clarisaa pun akhirnya masuk ke mobil dan duduk dikursi samping kursi mengemudi.
Marchel pun masuk dan memasang seatbelt, clarissa pun tak lupa memasang seatbeltnya.
Mobilpun melaju membelah jalanan kota dimalam hari.
" Tidur lah jika kau ngantuk " ucap marchel yang melirik kearah clarissa.
" Sebenarnya apa yang kamu inginkan " ucap clarissa sembari membuang nafas.
" Tidak ada " ucap marchel cepat.
" Hah,.bawa aku ke apartemen hana " ucap clarissa tanpa menatap kearah marchel.
" Untuk apa, kamu tak ingin pulang ke mansion " tanya marchel yang sekali lagi melirik clarissa yang menatap kearah jendela mobil.
" Iya, aku tak ingin pulang ke mansion " jawab clarissa yang masih menatap jalanan.
" Apa kamu susah memberi tahu hana jika kamu akan kesana " tanya marchel kembali yang ingin clarissa menatap dirinya.
" Baiklah aku gak akan tanya lagi, katakan dimana " tanya marchel.
" Dikawasan Apartemen Horison CL " ucap clarissa yang melirik marchel dengan ekor matanya.
Marchel pun mengangguk dan melajukan mobil yang dikendarainya menuju lokasi apartemen yang dimaksud clarissa.
Tapi ini benerkan apartemannya, setau aku ini apartemen per unitnya aja harganya sampai milyaran bahkan penghuni apartemen ini para pengusaha kelas atas gumam marchel dalam hati.
Marchel masih tak percaya jika hana punya apartemen di kawasan elite. hana punya satu apartemen tak jauh gedung apartemen milik clarissa walaupun gedung apartemennya masih milik clarissa.
Clarissa termasuk pengusaha propeti yang masuk jajaran pengusaha sukses.
Akhirnya mobil yang dikendarai sudah berhenti diparkiran apartemen Horison CL.
" Terima kasih, sekarang pulang lah " ucap clarissa sebelum keluar dari mobil.
Marchel segera keluar dari mobil dan tak lupa mengunci mobilnya, Berlari menyusul clarissa yang sudah didepan lift.
" Tunggu ijin kan aku mengantar mu sampai atas " ujar marchel yang menggandeng tangan clarissa masuk ke lift.
" Lantai berapa " tanya marchel.
" Lantai 10 " ucap clarissa dan marchel menekan tombol 10 dilift.
Didalam lift clarissa dan marchel merasa canggung satu sama lain. Akhirnya clarissa berusaha mencairnya suasana canggung diantara dirinya dan marchel.
" Bisa lepaskan tangan aku " pinta clarissa yang sebenarnya menahan air matanya entah apa yang dirasakan clarissa saat ini tapi hatinya sesak melihat marchel disampingnya.
Marchel bukan melepaskan tangan clarissa malah menarik ke pelukannya.
" Aww " pekik clarissa yang memberontak saat dirinya dipeluk erat marchel.
__ADS_1
" Sebentar saja ijinkan aku memeluk mu " ucap marchel lembut yang membuat clarissa berhenti memberontak.
" Kamu kenapa , apa ada masalah " ucap clarissa yang tak membalas pelukan marchel.
Kau kenapa marchel, kenapa kau buat hati gue goyah untuk melepaskan mu batin clarissa.
" Aku baik - baik saja, ayo keluar " ucap marchel sembari melepaskan pelukannya.
Dan mereka berdua keluar dari lift berjalan menyusuri lorong apartemen yang terdapat satu pintu dilantai ini.
" Apa dilantai ini hanya ada satu pintu apartemen " tanya marchel merasa heran.
" Iya , karena setau ku disini satu lantai maksimal ada dua pintu kamar, mungkin ini special" ujar clarissa yang sudah menekan password untuk membuka pintu apartemennya.
Ceklekk
Kunci pintu terbuka dan clarissa membuka pintu.
" Apa kamu ingin masuk " tanya clarissa yang mempersilakan marchel masuk.
" Apa tidak apa-apa aku kesini bagaimana dengan hana " ucap marchel yang menutup pintu dan mengikuti clarissa dari belakang.
Clarissa tak menjawab.
" Duduklah, akan aku ambilkan minum buat mu " ucap clarissa meletakkan tas slempangnya di meja.
Saat ini clarissa dan marchel berada di meja makan karena clarissa memang langsung menuju dapur mencari bahan makanan yang bisa dimakannya.
" Apa kamu mau kopi, teh atau jus " tanya clarissa yang menoleh ke arah marchel yang sedari tadi menatap dirinya tapi selama perjalanan marchel merasa sikap clarissa dingin terhadap dirinya.
" Ambilkan aku air dingin saja " pinta marchel.
" Baiklah " ucap clarissa berjalan menuju dispenser untuk mengambil air yang diminta marchel tapi clarissa malah mengambil air hangat untuk marchel. Dan menghampiri marchel untuk memberikannya.
" ini " clarissa meletakkan gelas berisi air hangat didepan marchel.
Marchel pun mengambilnya karena dari tadi tenggorokan kering karena menahan rasa canggung.
" Aku minta dingin bukan hangat sa " ucap marchel ragu.
" Aku tahu dan itu lebih baik dari air dingin, minum lah " ujar clarissa tersenyum.
Marchel pun meminumnya.
" Kau mau kemana ? " tanya marchel yang menahan clarissa yang hendak pergi dengan menggenggam tangannya.
" Aku akan mencari bahan makanan dikulkas barang kali ada yang bisa dimakan " ucap clarissa yang melihat tatapan hangat dimata marchel.
Marchel segera melepas genggamanya.
" Oh, maafkan aku " ucap marchel menatap punggung clarissa yang berjalan menuju kulkas.
*Lama-lama gue bisa mati muda jika marchel terus-terusan menggengam tangan gue **batin clarissa.
πππππ
Jangan lupa like
coment
vote
Untuk dukungan cerita novel ku π
Mohon maaf λ―Έμλ€ jika masih ada kata yang kurang tepat πππ
THANK YOU / κ°μ¬ν©λλ€ β€π***
__ADS_1