
Pesta yang dipersembahkan untuk sang kekasih clarissa benar-benar dibuat secara privat untuk kebaikan sang kekasih karena marchel sungguh tak ingin berbagi tentang clarissa untuk saat ini baginya keinginan clarissa adalah prioritasnya.
" Sayang.. besok nikah yuk " rengek manja marchel pada clarissa saat dirinya sedang duduk bersama para sahabatnya.
" Kau udah kebelet merid, chel " ledek joy yang jengah melihat perilaku marchel yang sangat posesif manja pada clarissa sampai semua sahabat pria clarissa bahkan sang kakak kandung andrespun tak diberi kesempatan untuk memeluk clarissa.
" Udah, sa lu cepetan merid sama marchel kasian udah pengen tuh " celetuk hana yang hanya bisa terkekeh melihat sahabatnya harus menghadapi sifat marchel yang kini seperti tak ingin jauh dari clarissa.
" Kita baru lamaran masa besok nikah sih.. " ujar clarissa yang hanya bisa pasrah jika marchel udah bergelayut pada dirinya.
" Temenku ada yang langsung merid gak ada acara lamaran " ucap marchel sambil memajukan bibirnya.
" Sabar dulu yah.. aku juga baru balik dari urusan kerja dan masih lelah, kamu ngertikan sayang" ucap clarissa sambil mengusap lengan kekar marchel dengan lembut.
" Tau tuh.. ngajak nikah seperti ngajak main " celetuk andres yang tiba-tiba bersuara dari meja sebelah marchel dan clarissa.
" Ngedukung napa kakak ipar sama adik iparnya " ujar marchel yang menoleh pada andres.
__ADS_1
Andres sangat tak suka jika marchel memanggil dirinya dengan sebutan kakak ipar sehingga saat ini andres ingin sekali menendang marchel agar tak memanggil kakak ipar.
" Geli sendiri lu panggil gue kakak ipar , marchel " ujar andres yang menggelengkan kepalanya.
Semua yang hadir tak percaya jika marchel begitu manja pada clarissa tapi clarissa nampak tak keberatan meladeni sifat marchel padanya sampai kedua orang tua marchel merasa malu pada calon besannya menyaksikan sikap putranya yang tak ingin lepas dari clarissa.
Sebenarnya orang tua marchel sudah membicarakan untuk pernikahan marchel dan clarissa yang menginginkan dipercepat dan disetujui oleh orang tua clarissa yang memang menurutnya itu lebih baik.
Andres yang mengetahui rencana itu pun sangat bahagia karena clarissa beruntung mendapatkan calon mertua yang pengertian dan mendapatkan marchel yang ternyata sosok yang bertanggung jawab.
Marchel lebih memilih bersama clarissa ketimbang bersama sahabatnya.
" Aku masih belum percaya kamu akan melamar aku dengan pesta semewah ini dan kapan kamu mempersiapkan ini semua? " tanya clarissa yang menerima suapan cake dari marchel.
" Apapun itu aku akan lakukan jika itu untukmu dan kapan aku mempersiapkannya sejak seminggu kamu pergi ke negara s " jawab marchel yang dengan telaten menyuapi cake kemulut clarissa.
" Maafin aku, aku gak bermaksud ninggalin kamu waktu itu " ucap clarissa sembari mengecup kedua pipi marchel yang mana membuat marchel membalas mengecup bibir clarissa yang terasa manis karena habis makan cake.
__ADS_1
" Marchel ! malu diliatin " protes clarissa yang memukul lengan kekar marchel.
" Ternyata enak makan cake dari bibirmu, sayang " goda marchel yang mana membuat blushing clarissa.
" Udah dehh.. malu sama orang tua kita " pungkas clarissa yang tak terpikir keberanian marchel mengecup bibirnya didepan orang tuanya dan orang tua marchel.
Apalagi gue jadi istrinya mungkin marchel dengan sesuka hatinya menciumi gue gerutu clarissa yang malu ditertawakan oleh para orang tua.
" Biarin saja mereka pernah muda ini, jadi mereka pasti memakluminya, gak usah malu ok " ucap marchel dengan santai.
Mecintaimu adalah suatu kebahagian bagi diriku dan mendapat cinta darimu merupakan kebanggaanku dan harus terus ku perjuangkan untuk membuatmu terus nyaman denganku batin marchel yang menatap sang kekasih mengobrol dengan hana dan beberapa sahabatnya.
Clarissa yang merasa dirinya diperhatikan marchel pun menoleh dengan tersenyum pada marchel .
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
" ***Kesalahan terbesar bukan mencintai terlalu keras melainkan tinggal terlalu lama dengan seseorang yang tak pernah melihat nilai ketulusan seseorang "
__ADS_1
Jangan lupa like, vote, dan komentnya 🙏🙏🙏
TERIMA KASIH***