
Andres sebenarnya sudah tau jika marchel selama ini melakukan pengawasan ketat pada clarissa selama dekat dengannya walaupun begitu andres senang jika membuat marchel cemburu padanya.
" Hei kau !" panggil andres sembari mencium kedua pipi adiknya sebelum berpamitan.
" Anda memanggil saya " jawab marchel dengan tatapan cemburu melihat wanitanya dengan sengaja dicium pria lain didepan matanya walau pria itu sang kakak dari wanitanya.
" Kau kenapa masih duduk, tidak pulang?" tanya andres memasukan kedua tangannya ke saku celananya tak lupa tatapan dingin memandang marchel yang menatap tajam kearahnya.
" Anda pulanglah, saya akan tetap disini menemani pacar saya " ujar marchel.
" Heleh baru diakuin pacar udah bangga " cicil andres menatap clarissa yang menaikkan bahunya.
" Biarin aja, yang penting clarissa sudah mengakui saya pacarnya didepan anda dan cepatlah anda pergi !" ucap marchel dengan senyum smirk.
Clarissa diam menggelengkan kepalannya mendengarkan perdebatan sang kakak dengan marchel.
" Kakak ! marchel ! hentikan " teriak clarissa yang membuat andres dan marchel berhenti seketika dari perdebatannya dan menatap clarissa bersamaan.
" Maaf, sayang " cicit marchel.
" Kakak pulang dulu dan KAU AWAS jika macam-macam dengan clarissa, gue bunuh lu, INGET ITU MARCHEL MATTEW " ucap andres dengan tajam.
" Kakak tenang saja, jika dia berani macam-macam nanti gue piting dan gue remukkan semua tulang dia " ucap clarissa menyakinkan andres.
__ADS_1
" Dan saya tidak akan merusak wanitaku sebelum dia mau aku nikahin " timpal marchel santai tapi matanya masih menatap tak kalah tajam dari andres.
" Gue pulang dulu, lu jaga diri dan jika dia berulah calling gue langsung." ujar andres mencium kening clarissa lalu berjalan keluar dari apartemen clarissa tanpa menghiraukan marchel.
Setelah kepergian andres, marchel langsung menarik tubuh clarissa kepangkuannya.
" Marchel, turunin aku " protes clarissa tapi yang diprotes malah melingkarkan tangannya dipinggang clarissa.
" Aku hanya ingin memelukmu, diam dululah sayang " ucap marchel dengan suara serak menahan semua gejolak jiwa lelaki jija dekat dengan clarissa candunya.
Clarissa menghembuskan nafas pasrah duduk dipangkuan sang pacar yang besok dan seminggu kedepan tak bisa bertemu.
" Marchel " seru clarissa saat tangan marchel sudah menjelajahi tubuh clarissa bagian pinggang bahkan sudah mengusap perut rada clarissa yang sudah menjadi kebiasaannyan
" Kamu sedang apa ? kenapa kamu suka sekali meraba perutku, itu geli tau " ujar clarissa yang memperhatikan tingkah aneh pacarnya yang lebih suka meraba perutnya seperti dirinya sedang hamil.
Kebiasaan perut gue jadi tempat menjelajah gerutu batin clarissa
Marchel terus saja meraba bahkan kini mencium bibir clarissa secara paksa walau clarissa sudah tau akan seperti ini tapi pasrah saja mengingat akan meninggalkan marchel selama satu minggu.
Yang awalnya hanya ciuman kini berganti menjadi l***tan dengan rakus marchel mengeksplor mulut clarissa yang seakan mengabsen setiap gigi clarissa dengan memasukan lidahnya dan menghisap bibir clarissa seakan tak ingin melepaskan setiap detiknya.
Tak lupa tangan clarissa melingkarkan keleher marchel sedangkan tangan marchel menyusup kedalam kaos yang clarissa menyentuh dan mer***s bukit kembar milik clarissa dengan lembut.
__ADS_1
Aku akan bertanggung jawab, aku bisa gila jika tidak cepat-cepat menikahimu, seminggu kamu kembali hari itu aku pastikan kamu jadi miliku seutuhnya dan selamanya batin marchel yang kini terus meremas membuat clarissa ingin sekali mengeluarkan desahannya dari mulutnya tapi mulutnya masih dibungkam dengan bibir marchel.
" Sayang " suara parau marchel saat melepaskan ciumannya tapi tangannya masih memainkan area bukit kembar clarissa.
Rasanya udah seperti nano-nano yang dirasakan clarissa semua sentuhan dari marchel tak bisa ditolak dari tubuhnya bahkan tubuhnya merespon balik oleh sentuhan marchel.
" Boleh ? "
" Apa ? " clarissa mengerutkan keningnya saat tatapan sayu marchel yang sudah seperti tidak bisa menahan hasratnya.
Astaga, ini apa yang gue duduki tadi perasaan gak ada yang keras gumam clarissa saat merasakan ada yang keras dibawah sana.
" Jangan banyak gerak, sayang " ucap marchel yang sudah tak memperdulikan pikiran clarissa tentang dirinya.
Bukannya tenang tak bergerak, clarissa malah dengan sengaja menggesek-gesekkan bokongnya tepat dijunior milik marchel yang membuat marchel menggeram menahan desahannya.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁
***Sampai sini dulu takut khilaf 🙊🙊
Jangan lupa like, vote, dan komentnya
TERIMA KASIH 🙏🙏🙏***
__ADS_1