
Hari ini vanya dan hana janjian untuk berkunjung ke mansion clarissa karena sudah lama mereka tak saling bertemu akibat kesibukannya masing-masing walau tiap hari mereka saling kirim pesan dan video call tapi rasa rindu pada bumil cantik milik marchel membuat vanya dan hana ingin menemui sahabatnya itu.
Sore ini vanya yang sudah selesai bekerja dan ijin kepada joy untuk menemui clarissa bersama hana pun langsung pergi menuju kantor hana.
Tok tok tok
" Masuk " perintah hana yang masih berkutat dengan berkas kerjaannya.
" Maaf nona hana, apa saya mengganggu?" tanya vanya hati-hati yang melihat hana terlihat sibuk akan pekerjaannya.
Hana mendongakkan kepalannya tersenyum kearah vanya.
" Hei van, duduklah, aku sudah selesai " ucap hana lalu merapikan berkas-berkasnya.
" Terima kasih nona " ucap vanya yang kemudian duduk disofa yang ada diruangan hana.
" Jangan panggil aku nona, panggil hana biar akrab " ujar hana yang tasnya lalu menghampiri vanya.
" baik non,ehh hana "
" Aku harap kita bisa akrab seperti kamu dengan clarissa "
" Apa kita bisa pergi sekarang? aku sudah tidak sabar ingin bertemu clarissa " ucap vanya yang sangat antusias bertemu clarissa.
" Apa kamu sudah ijin dengan joy ?" tamya hana yang menghormati hubungan vanya dengan joy.
" Sudah nona, maaf maksud aku hana, nanti joy akan menyusul juga "
" Baiklah, ayo kita pergi "
Hana dan vanya pun keluar dari kantor hana dan pergi ke mansion clarissa dengan beberapa perlengkapan bayi untuk hadiah calon bayi clarissa. Karena ditengah perjalanab vanya dan hana menyempatkan membeli banyak perlengkapan bayi untuk clarissa.
__ADS_1
Sedangkan clarissa sendiri asyik menyantap potongan buah - buahan yang dibuat seperti salad dengan taburan keju yang entah kenapa selama kehamilannya clarissa sangat menyukai olahan buah-buahan yang dibuat seperti salad dengan keju yang melimpah.
" Apa bawaan bayi jadi gue ingin ngemil terus, Hah! udah seperti ikan buntal saja aku " gumam clarissa yang sadar dengan berat badannya yang semakin hari semakin bertambah.
Marchel yang baru pulang mendapati istri cantiknya sedang menonton televisi dengan sepiring salad buah dipangkuannya hanya tersenyum bahagia bisa melihat orang yang dicintainya terlihat bahagia saat melihat kedatangannya.
" Tetaplah duduk disitu " perintah marchel yang memang tak ingin clarissa kelelahan dan marchel selalu pulang sore selama menikahi clarissa baginya waktunya lebih berharga jika bersama sang istri.
" Kami terlihat sangat cantik, sayang " ucap marchel yang berjalan menghampiri clarissa, Senyuman terus terukir diwajah clarissa dan marchel.
" Gak usah gombal, cepat kemarilah aku ingin meluk kamu " ujar clarissa yang selalu saja terpesona akan ketampanan suaminya.
Marchel hanya tersenyum dengan ucapan clarissa lalu segera berhambur memeluk clarissa.
" Aku merindukanmu, sayang " bisik marchel pada clarissa.
" Iya aku tau kamu selalu merindukanku begitupun dengan aku, marchel ".
" Apa yang kamu makan?" tanya marchel dengan menyelipkan anak rambut clarissa.
" Salad buah, kamu mau?" tanya clarissa sambil menyodorkan sesendok salad kemulut marchel lalu marchel dengan senang hati membuka mulutnya untuk menerima suapan dari clarissa.
" Enak?" tanya clarissa yang dianggukkan marchel.
" Enak, kamu bikin sendiri?" tanya marchel.
" Iya dengan dibantu maid "
Marchel yang tak ingin melarang clarissapun hanya mengangguk paham karena jika melarangnya bumil cantik ini pasti akan ngambek dan tak akan kasih jatah malamnya.
Aku tak ingin jatah malamku hilang batin marchel yang sebenarnya tidak mengijinkan clarissa melakukan pekerjaannya apalagi memasak atau apapun karena marchel sudah membayar banyak orang untuk mengerjakan pekerjaan rumah.
__ADS_1
Marchel menghela nafasnya yang tak ingin marah pada calon ibu dari anaknya.
" Jangan capek-capek, karena aku sudah membayar mereka untuk menuruti perintahmu " ucap marchel lembut dengan hati-hati agar bumil cantiknya tidak tersinggung perasaannya.
" Iya aku tau, maaf ."
" Tidak usah minta maaf, asal kamu hati-hati saja karena aku tak ingin kamu dan kandunganmu kelelahan " ujar marchel yang kemudian membelai rambut clarissa yang terus mengunyah saladnya.
Aman batin marchel.
Tanpa sadar kedatangan hana dan vanya yang sudah berdiri dan melihat pasangan suami istri yang sedang bermesraan tanpa menghiraukan kehadirannya sehingga membuat hana berdehem keras.
" Ehhemmm" dehem hana yang sontak membuat marchel menoleh kearah suara deheman itu.
" Sudah belum mesra-mesraannya " goda hana yang tanpa permisi duduk disofa kosong.
" Duduklah vanya gak usah sungkan " sambung hana meminta vanya duduk disampingnya yang dianggukkan.
" Hana"
" Vanya "
" Apa kabar kalian? " tanya clarissa yang merasa terkejut sahabatnya datang menemuinya tapi tidak dengan marchel yang biasanya.
πππππ
~~ ***sesungguhnya bersama dengan orang yang kita cintai itu sangat bahagia dan mungkin tak bisa diungkapkan dengan kata-kata.~~
Like, vote, dan koment jangan lupa
Maaf baru up hari ini lagi banyak problem pribadi ππππTerima kasih***.
__ADS_1