TERJEBAK DI CINTA SEGI EMPAT

TERJEBAK DI CINTA SEGI EMPAT
Memaafkan


__ADS_3

" Kamu kenapa ngeliat aku sampai segitunya " tanya clarissa saat keduanya satu mobil setelah dari perusahaan CL entertaiment untuk menuju mansion milik clarissa yang ditempati d'Dream.


" Karena besok aku harus LDR an sama kamu dan gak bisa ngeliat kamu langsung apalagi nyium kamu, paham sayang " jawab marchel seraya mencium tangan clarissa.


Clarissa menggeleng kepalanya karena sikap marchel yang diluar dugaannya selama ini. Marchel yang sekarang enggan berjauhan dengan diri clarissa.


" Lebay amat, hanya seminggu aku pergi dan dulu aku pergi lama sekali kamu gak seperti ini " ujar clarissa menatap marchel yang sedang mengemudi sambil menciumi tangannya.


" Maaf " hanya satu kata yang marchel keluarkan dari mulutnya karena jika mengingat sikapnya yang dulu membuat hatinya sakit bagaimana tidak dulu dirinya sangat membenci clarissa.


Melihat ada kesedihan dan penyesalan diwajah marchel reflek clarissa memeluk tubuh marchel yang menjadikan marchel menepikan mobilnya.


" Maaf kan aku, maaf sikap aku selama ini yang mengabaikan perasaanmu seharusnya aku tak pantas menerima ketulusan hati kamu, kamu wanita baik yang sepantasnya mendapatkan yang lebih baik juga, maaf jika aku egois memintamu untuk disampingku " ucap marchel sambil memeluk clarissa dan tanpa sadar butiran bening keluar dari sudut matanya.


Clarissa dengan lembut menangkup kedua pipi marchel dengan kedua tangannya dan mendekatkan keningnya dengan milik marchel melihat dengan jelas butiran bening keluar dari sudut matanya dan hembusan nafas marchel jelas dirasakan oleh clarissa yang berniat menenangkan kekasihnya.


" Sayang, dengarkan aku, aku sudah memaafkan sikapmu yang dulu jadi jangan meminta maaf lagi padaku karena aku tulus mencintaimu dan tanpa kamu memintaku untuk disampingmu aku akan melakukannya karena tuhan menakdirkanku hanya untukmu sejauh aku pergi hatiku tetap milikmu tidak ada orang lain " ujar clarissa lembut.


" Terima kasih sudah mau menungguku, aku janji akan membuatmu bahagia bersamaku " ucapnya memperdalam pelukannya.


Mereka saling peluk memeluk sebelum melanjutkan ke mansion kediaman d'Dream saat ini untuk menemani marchel berganti pakaian.


Rombongan devan memilih mampir ke restorant favorit joy dan yang lain untuk mengisi perutnya yang sejak tadi minta diisi.

__ADS_1


" Turunlah, kita sudah sampai direstorant favorit kalian " ucap devan pada joy,leo,dan rei sedangkan vanya ngikut aja mau makan dimana hayo aja.


" Aku biasa,, dev " ujar leo.


" Aku juga " sambung joy.


" Bahkan kita belum masuk kenapa sudah request " celetuk devan sedikit kesal dengan sikap seenaknya mereka memesan padanya yang masih diparkiran restaurant


" Sabar, dev " ucap vanya dengan senyum meledeknya kearah devan.


" Jangan tertawa kau van " ucap devan yang menyusul rei yang melangkah pergi lebih dulu tanpa peduli yang lain.


Vanya terkekeh girang melihat raur wajah devan saat harus memesankan makanab kesukaan joy dan yang lainnya yang sibuk dengan ponselnya.


Devan yang tau menu favorit orang-orang yang satu meja pun selesai memesankannya dan tinggal menunggunya tapi keberadaanya malah diabaikan karena mereka bermain ponsel masing-masing.


Dimansion kediaman marchel dan teman-temannya kini marchel dan clarissa sudah tiba dipelataran parkiran yang luas saat memasuki mansion clarissa satu ini.


" Ayo turun " pinta marchel sembari membuka sabuk pengaman dan turun dari mobil tak lupa memutari mobil lalu membukakan pintu mobil untuk clarissa.


" Kan kamu hanya ganti baju bukan, aku nunggu disini aja " ujar clarissa.


" Aku gak mau kamu nunggu disini " ucap marchel sambil menarik tangan clarissa dengan paksa sedangkan yang punya tangan hanya pasrah.

__ADS_1


Dengan terpaksa clarissa turun dari mobil dan mengikuti setiap langkah marchel yang membawanya kekamar marchel.


" Ngapain kamu bawa aku kekamar mu,chel " ucap clarissa yang kini sudah berada dikamar marchel dan mendudukkan bokongnya disofa kamar marchel dam ikuti oleh marchel.


Kamar yang cukup luas untuk satu orang dan sangat rapi bagi seorang pria dan bahkan banyak aneka makanan kesukaan clarissa yang tertata diatas meja sofa clarisaa duduki.


" Kenapa banyak snak kesukaan aku disini " tanya clarissa yang menatap marchel yang sedang menyandarkan kepalannya disofa.


" Makanlah, aku menyiapkan ini untuk mu " ucap marchel yang berpindah menyandarkan kepalanya dibahu clarissa.


" Ini semua untuk aku dan apa kamu ingin membuatku menjadi gendut " ucap clarissa yang matanya sudah berbinar ingin memakan snack kesukaannya.


Bukannya menjawab marchel malah mengigit lembut leher jenjang clarissa, menelusuri tiap inchi leher clarissa.


Ada rasa geli dengan ulah marchel yang mengecup terkadang menggigit lembut dilehernya.


" Hentikan marchel ini geli " ucap clarissa dengan menahan gejolak jiwa.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


***Mohon dukungannya dan jangan lupa like, vote,dan komentnya 🙏🙏🙏


TERIMA KASIH***

__ADS_1


__ADS_2