
"Apa kakak sengaja untuk membuat penyamaran aku diketahui..Jahat sekali lah kau kak.." denggus kesal clarissa.
" Apa kamu kesini untuk membalas kakak mu.." ujar andres yang selalu ingin clarissa bahagia dengan pilihannya.
Clarissa tersenyum mendengar pengakuan andres kakaknya.
" Cepat kirim uang yang kamu janji kan kak.." ucap clarissa memainkan alisnya.
" Baiklah.." ucap Andres yang tak bisa menolak keinginan clarissa.
Andres pun mentransfernya. clarissa yang melihat andres yang tak pernah menolak keinginannya pun hanya tersenyum manja.
" Sekarang kamu puas.." ucap Andres yang mengusap kepala clarissa.
"Kakak meminta aku kesini untuk apa" tanya clarissa.
"Selain proyek kita itu.. memang salah jija kakak mu ini merindukan adik kesayangannya.." ujar andres yang tak segan melingkarkan tangannya dileher clarissa.
Disaat sedang berbincang bak orang pacaran karena clarissa dan andres tak segan untuk saling berpelukan atau sekedar mencium pipi satu sama lain,yah bagi yang belum tau pasti menganggap mereka sepasang kekasih.
Tapi tidak bagi Arga yang sudah tau mereka berdua, yang tidak sengaja masuk keruangan Ceonya.
tok tok tok
"masuk " ucap andres yang tidak memperdulikan siapa yang datang tetap memeluk adik kesayangannya yang sedang duduk dikursi kebesarannya.
" Maaf tuan, ini laporan yang harus ditanda tangani tuan.." ucap arga yang menyerahkan dokumen ke andres.
" Aku pergi dulu.. teman-teman ku menunggu dilobby.. " ujar clarissa yang bangkit dari kursi andres dan memberi kecupan dipipi andres.
" Satu lagi, kapan kalian akan punya pasangan jangan bilang kalian.. " ucap clarissa menggantungkan kalimatnya.
" Aku masih normal.." ucap andres dan arga bersama.
" okay baik.. jangan menatap aku seperti itu, kalian itu cocok.. he he.. " ujar clarissa terkekeh lalu meninggalkan ruangan kerja andres yang langsung mendapat tatapan tak suka oleh sekretaris andres.
hah,, tatapan itu pasti menyangka kalo gue itu pacar kak andres,.gumam clarissa dalam hati.
clarissa pun tak menghiraukan tatapan sekretaris andres yang tetap berjalan melewatinya dengan tersenyum ramah padanya.
Sambil berjalan clarissa terus menggelengkan kepalanya tak disangka kalo dirinya nanti akan digosipkan dengan kakaknya.
Clarissa pun tiba dilobby dan menghampiri sahabatnya yang sudah menunggu lama.
" Maaf lama,.aku harus menunggu tuan andres selesai meeting," ucap clarissa yang wajah menyesal karena itu kenyataannya.
" Gak pa pa, ini buat kamu.." ujar vanya yang sudah memesannya ice coffe late untuk clarissa.
" Coba lihat gue bawa apa,, " ucap clarissa ceria menunjukkan kontrak kerja d'Dream dengan majalah ily.
" Ini kontrak kerja kita.." tanya joy yang langsung membuka map isi kontrak kerja grupnya.
"Tentu..berterima kasihlah pada hana dan devan.. ujar clarissa yang menyeruput icenya.
" Makasih.." ucap marchel yang menatap wajah bahagia milik clarissa.
Clarissa tersenyum tanpa mengatakan apa-apa pada marchel.
"Ayo pulang.." ajak clarissa yang lebih dulu bangun dari kursinya dan membawa minumannya digenggaman tangan kanannya.
__ADS_1
Seperti ada seorang artis hollywood sedang berjalan semua orang masih berdecak kagum melihat visual bak bidadari pesona milik clarissa.
" Apa kau masih membenci clarissa chel.." bisik joy.
deg
Marchel seketika menghentikan langkahnya mendengar ucapan joy yang saat ini menjadi beban pikirannya.
" Kalian kenapa berhenti disitu, ayo masukk.." teriak vanya yang mendapat gelengan kepala dari clarissa.
joy dan marchel melanjutkan langkahnya lalu masuk kedalam mobil milik clarissa.sekarang joy dan marchel duduk dikursi penumpang dan vanya duduk disamping clarissa .
" Aku harap kalian istirahat yang cukup karena bentar lagi kan d'Dream akan sibuk dengan tour kalian.
" Baik bos.." ucap joy tersenyum kearah dua perempuan yang didepannya.
Tak ada lagi obrolan dalam mobil yang melaju kencang menyusuri jalanan kota yang sedikit macet.
Clarissa yang sudah tak ingin lagi merasakan sakit dihatinya kini mulai menerima sikap marchel yang selalu dingin padanya.
Satu jam kemudian mobil yang dikendari clarissa pun masuk dan tiba didepan mansion d'Dream tempati.
" Akhirnya sampai juga.. " ucap joy meregangkan tangannya setelah keluar dari mobil.
marchel dan vanya pun lebih dulu masuk ke mansion dan mendudukkan tubuhnya ruang makan. para pelayan mansion sudah menghidangkan berbagai makan ringan untuk penghuni mansion.
Joy yang menyadari sikap clarissa ingin sekali membantunya tapi joy teringat saat dirinya sudah berjanji pada clarissa untuk menyembunyikan semua tentang dirunya kesemua orang dan termasuk marchel.
" Sa, makasih banyak berkat kamu kami bisa seperti sekarang.." ucap joy yang menatap wajah lelah clarissa yang sudah mengurus pekerjaannya.
" Apaan sih joy, udah deh.. " ujar clarissa yang memukul lengan kekar joy berjalan meninggalkan joy yang masih mematung didepan pintu menatap iba cinta yang dirasakan clarissa.
Joy pun menyusul ketiga sahabatnya ke ruang makan.
" Joy sini dehh.. cobain cake ini.." ucap vanya yang menarik kursi untuk joy.
"Kau suka van.." ujar clarissa senang.
" Aku suka, ini enak dan lembut teksturnya.." ujar vanya yang tak henti mengunyahnya.
Joypun duduk disamping vanya, mereka beristirahat dengan memakan hidangan yang ada.
"Kamu mau kemana van.. " tanya joy
" Aku mau ke taman belakang sepertinya bunga disana minta dipetik.." ujar vanya yang berjalan meninggalkan meja makan dan disusul langkah marchel dibelakangnya.
" Kamu tidak ikut joy.. " tanya clarissa yang sedang mengotak atik ponselnya.
"Nanti.. " ucap joy masih enggan meninggalkan clarissa sendiri.
" Apa kalian masih marahan.." tanya clarissa kembali.
" Lihat tadi bukan dia sudah mau berbicara dan tersenyum pada ku.. aku dan vanya tak bisa lama-lama marahan sa.. he he " pungkas joy terkekeh menyombongkan hubungannya dengan vanya yang tak biasa.
" Bagus lah., aku harap kalian jika ada masalah langsung selesaikan.." ucap clarissa menerawang ke atas memikirkan cintanya.
"Iya .. Aku ganti baju dulu.." ucap joy berdiri dan berjalan menuju kamarnya.
"Aku juga.. aku mau menyusul vanya..." ujar clarissa.
__ADS_1
Setelah berganti pakaian joy dan clarissa pergi ke taman belakan mansion yang disulap sebagai taman bunga.
Vanya terlihat sibuk memetik bunga dengan wajah ceria dan marchel setia mengikuti vanya dari belakang.
Tak sengaja saat hendak memetik bunga kembali tiba-tiba tubuh vanya hendak jatuh dan dengan sigap marchel memeluk vanya agar tidak jauh.
" awww.."teriak vanya yang langsung mendapat pelukan dari marchel yang dengan cepat menangkap tubuh vanya.
Dari tempat yang tak jauh dari vanya dan marchel, joy melihat marchel yang memeluk tubuh vanya yang membuat dirinya emosi, tapi untungnya clarissa bisa meredakan emosinya dikarenakan joy dam clarissa melihat kejadian yang hampir membuat vanya jatuh.
" joy.." ucap clarissa yang memegang lengan joy dan menggelengkan kepalanya .
joy pun menghentikan langkahnya mengatur amarahnya yang hendak meledak .
" Kamu tadi lihat bukan jika vanya hampir jatuh dan marchel berusaha menolongnya.." ucap clarissa lembut yang bisa membuat hati joy yang panas mulai dingin.
Mereka pun mendekati vanya dan marchel yang terlihat canggung karena melihat joy dan clarissa didepannya.
Marchel pun membantu vanya untuk berdiri normal kembali.
"Kamu gak papa.." tanya marchel.
" Gak pa pa, makasih.." ucap vanya menatap joy yang sedang menyembunyikan amarahnya.
" Joy.. maaf kan aku.." ujae vanya yang mengerti dengan tatapan joy yang tertuju ke marchel dengan geram.
" Aku harap kamu harus hati-hatu van.. " ucap clarissa yang segera mengangkat telfonnya yang bergetar disaku celananya.
Clarissa pun menjawab panggilan dari marthin.
" Kenapa kau gak ada dirumah.." teriak marthin yang terdengar kesal.
" Bisa tidak gak usah teriak, sakit telinga gue.. kan hana ada dirumah.. "ujar clarissa yang menjauhkan ponselnya dari telinganya.
" Kapan kau kembali.. " tanya marthin yang tak ingin jauh-jauh dari clarissa, sifat manja membuat dirinya selalu dicap sebagai kekasihnya.
"Apa kau begitu merindukan ku.." ujar clarissa yang berjalan menjauhi ketiga sahabatnya.
Tapi obrolan clarissa dan marthin masih terdengar ditelinga marchel yang saat ini penasaran tentang siapa clarissa.
" Itu sudah pasti.. cepet pulang atau aku menginap ke mansion d'Dream".. ucap marthin mengancam.
" Kenapa kau ini, kau cemburu ha ha.. " Ujar clarissa yang mulai menggoda marthin.
" Aku beneran kak.." keluh marthin yang mendapat tatapan dari hana yang tak habis pikir oleh hana pria tampan dan mapan seperti marthin masih bisa bertingkah manja dengan clarissa padahal dia terkenal dingin dan galak.
" Sa, cepet lu kesini sebelum adik mu membuat apartemen lu kebanjiran.. teriak hana yang mengagetkan marthin dan clarissa.
Malam ini hana diminta tidur diapartemen milik clarissa karena marthin akan mengunjunginya.
🍁🍁🍁🍁🍁
***JANGAN LUPA LIKE, COMENT, AND VOTE TERUS CERITA KU INI SEBAGAI DUKUNGAN DARI KALIAN
mohon maaf jika masih ada kata yang kurang tepat.🙏🙏🙏
🍀 THANK YOU 🍀
❤ 감사합니다 ❤***
__ADS_1