TERJEBAK DI CINTA SEGI EMPAT

TERJEBAK DI CINTA SEGI EMPAT
Penolakan


__ADS_3

" Kenapa kau bawa aku kesini " tanya vanya bingung dengan sikap marchel kali ini.


Hari ini marchel bertekad untuk mengatakan uneg-unegnya yang disimpan rapi selama ini tentang perasaannya pada vanya yang merupakan kekasih joy sahabatnya sendiri.


" Aku hanya ingin kau mendengarkan kata-kata ku dan kau tak perlu menjawabnya " ucap marchel datar.


Vanya mengeryitkan keningnya saat mendengar ucapan marchel yang menurutnya tidak adil


Marchel mau ngomong apa yah batin vanya.


" Kenapa harus begitu " protes vanya menatap marchel lekat.


Clarissa yang sedang menikmati waktu sendiriannya merasa terganggu dengan kehadiran seseorang yang datang ditempat clarissa berada.


" Hah, waktu kesendirianku terganggu " gerutu clarissa yang mencari-cari siapa orangnya yang sudah mengganggu waktunya.


Saat mengedarkan pandangannya clarissa sontak terkejut dengan kehadiran marchel dan vanya yang terlihat serius.


" Marchel ? vanya ? ngapain mereka disini " pikir clarissa yang segera bersembunyi dari tempat duduknya.


Clarissa memilik bersembunyi dibalik pohon yang tidak jauh dari mereka.


Marchel dan vanya tak memyadari keberadaan clarissa yang sedang bersembunyi yang menurut pemikiran clarissa jika mereka mengetahui dirinya akan membuat mereka canggung.


Lebih baik gue bersembunyi disini dulu sebelum mereka pergi batin clarissa yang masih memperhatikan dua sahabatnya yang nampak serius.


" Kau cukup dengerin apa yang aku katakan dan itu tidak sulit " ucap marchel dengan wajah serius.


" Baiklah, sekarang katakan apa ingin kau katakan karena kita harus keruang latihan " pasrah vanya yang tak ingin membuat rei dan leo menunggunya ditambah vanya tak ingin ada salah paham diantara joy dan marchel.


" Aku sangat menyukai mu dan apa kau juga menyukaiku? " tanya marchel yang memegang kedua telapak tangan vanya.


Vanya yang terkejut dengan pernyataan marchrel pun langsung melepaskan tangannya dari genggaman tangan marchel.

__ADS_1


" Apa maksud mu marchel, aku tidak mengerti " tanya vanya dengan wajah terkejutnya.


" Aku menginginkan mu " ucap marchel tegas dengan masih menatap intens wajah vanya yang terlihat terkejut oleh pernyataannya.


" Jangan bercanda marchel, udalah aku mau turun temui rei dan leo " ucap vanya yang melangkah meninggalkan marchel tapi dengan cepat marchel menarik kasar lengan vanya kepelukannya.


Clarissa yang menyaksikan orang yang dicintai sejak dulu menembak wanita lain didepannya pum terkejut bukan kepalang ada rasa sakit dirongga hati yang paling dalam.


Kau jahat marchel, kenapa kau lakukan itu pada ku, kurang ku apa dimatamu,.sesakit ini kah untuk mencintaimu batin clarissa yang menutup mulutnya untuk tidak terdengar suara isakan tangisnya.


" Ya tuhan ini sakit sekali "lirih clarissa yang semakin meneteskan airmatanya melihat marchel yang memeluk vanya dengan tatapan penuh cinta.


Lain halnya dengan vanya yang mendorong tubuh marchel untuk melepaskan pelukannya.


" Lepaskan aku marchel ! " ucap vanya yang terus memberontak dari pelukan marchel.


Marchel pun melepaskan pelukannya takut wanita yang disukainya terluka.


" Anggap saja aku gila karena mu " ucap marchel yang masih keukeuh dengan perasaannya.


" Kau ! su.." vanya yang belum sempat melanjutkan kalimatnya langsung membulatkan matanya saat marchel memaksa mencium bibirnya, vanya berusaha melepaskan diri dari marchel tapi tenaga marchel lebih kuat darinya yah vanya tak bisa berbuat apa-apa hanya bisa menutup rapat bibirnya.


Marchel masih dengan kasar mencium bibir vanya dan melihat vanya yang sudah pasrah tidak memberontak marchel memperdalam ciumannya dengan menekan tengguk belakang kepala vanya dengan satu tangannya dan satunya memeluk pinggang vanya.


Menggigit bawah bibir vanya berharap vanya membuka mulutnya tapi vanya berusaha menutup rapat mulutnya sehingga marchel jenggah dan melepaskan ciumannya.


Ditempat lain yang tidak jauh clarissa yang masih bersembunyi dan melihat marchel yang mencium paksa vanya yang pernah dilakukan padanya tak bisa menghentikan airmatanya yang sudah lama dirinya tahan dan akhirnya hari ini detik ini airmatanya pecah sesak dibagian hati yang terdalam membuat clarissa sudah tak sanggup untuk terus berjuang sendirian untuk cintanya.


Plakk


Tamparan keras mendarat tepat dipipi marchel dari vanya.


" Kuharap ini terakhir kalinya kau bersikap seperti ini, kau harus ingat aku adalah kekasih joy sahabat mu !, Aku sangat mencintai joy dan aku menghargai perasaan mu tapi aku tak bisa menerimamu " ucap vanya menatap dengan mata yang sudah memerah karena amarahnya.

__ADS_1


" Aku sudah menyukaimu sebelum kau bersama joy, apa kau tak bisa memilihku " ucap marchel yang sudah tersulut emosinya karena penolakan dari vanya.


" Maaf marchel untuk itu aku tidak tau karena kau terlalu pengecut dengan perasaan mu" ucap vanya lalu pergi meninggalkan marchel yang masih berdiri menatap punggung vanya yang berjalan meninggalkan dirinya.


" Kenapa kau tak bisa menerimaku seperti kau menerima joy van " lirih marchel yang mengacak rambutnya.


Marchel benar-benar terlihat syok oleh jawaban vanya yang mengatakan mencintai joy daripada dirinya. Yaiyalah vanya lebih mencintai joy secara joy itu pacarnya.


Tak kalah syok dengan clarissa melihat marchel ditampar oleh vanya dan penolakan dari vanya yang lebih memilih joy dari marchel.


Kenapa kau bodoh sekali marchel, vanya cinta mati dengan joy dan kau mengambil resiko untuk terus membiarkan perasaanmu ke vanya terus berkembang gumam clarissa .


" Siallll ! " gerutu marchel yang frustasi memikirkan apa yang baru dilakukan pada vanya.


Bodoh kau marchel bagaimana jika vanya jadi membencimu batin marchel yang memarahi dirinya.


" Arrrggghh " teriak marchel sambil mengusap wajah tampannya dengan kasar.


Clarissa pun keluar dari tempat persembunyiannya dan menghapus airmatanya berharap wajahnya tidak terlihat sembab karena airmatanyanya.


Gue harap kau bisa menemukan kebahagianmu marchel gumam batin clarissa. Melangkah untuk pergi.


Clarissa lupa jika dirinya harus melewati marchel karena hanya jalan yang berada ditempat marchel berdiri untuk menuju lift untuk turun.


" Astaga ! gue lupa liftnya disana dan marchel masih disana " ucap clarissa kesal dengan dirinya.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


***Sampai disini dulu yah gaes 🙏🙏🙏


Terima kasih yang sudah bersedia mampir dan like ,vote, dan komentnya 😊😘 Jangan lupa share juga cerita novelku 😉


Sebenarnya authornya pingin ngutuk marchel yang sudah bikin clarissa nangis 😠😊😊***

__ADS_1


__ADS_2