TERJEBAK DI CINTA SEGI EMPAT

TERJEBAK DI CINTA SEGI EMPAT
Toni dan Bima


__ADS_3

" Karena aku juga harus melindungu aset perusahaan keluarga kita " ucap clarissa yang kini duduk dengan menyenderkan kepalanmya.


Arga dan hito pun keluar untuk meminta orang-orang yang berkhianat pada perusahaan milik keluarga Andres.


" Apa kau selama ini tidak tau kak, bahkan aku sudah dua kali menggagalkan perbuatan mereka tapi untuk kali ini aku biarkan supaya kau tau kak " ucap clarissa yang mengirimkan pesan pada anak buahnya toni dan bima untuk menemui dirinya diruangan ceonya.


" Apaaa !! kau sudah tau tapi kau tak beritahu aku dek " ucap andres yang terkejut bukan main jika adiknya lah yang lebih mengetahui keadaan perusahaan yang sedang andres handle.


Clarissa menganggukkann kepalanya saat andres menatap dirinya menunggu jawaban darinya.


" Kau tau toni dan bima bukan bagian keuangan dan tak lain bawahan pak hermawan kau tau dia itu anak buah ku kak, apa kau tak mengenalnya " ujar clarissa menyilangkan tangannya didadanya.


" Aku tidak tau jika selama ini kau membantu kakak mu ini " ucap andres yang mendekati clarissa dan memeluknya.


Saat dirinya sedang membahas tentang toni dan bima, mereka pun datang dengan menunduk hormat pada andres yang dulu menolongnya dalam membiayai sekolah hingga ke universitas.


" Maaf bos, kami datang sedikit lama " ucap bima yang menundukkan kepala.


Saat dirinya dipanggil bos oleh bima atau yang lain clarissa selalu merasa kesa.


" Sini kau bim " ucap clarissa yang meminta bima mendekatinya.


Bima pun melangkah mendekat clarissa yang sedang duduk.


" Bungkukkan badan mu " peritah clarissa yang langsung membuat bima membungkuk dan clarissa dengan cepat menyentil kening bima sehingga bima meringis kesakitan dari tindakan clarissa.


" Awww.,sakit kak " pekik bima yang mengusap keningnya dan jalan mundur ke posisi sebelah toni.


" Makanya dah tau kak clarissa gak suka dipanggil bos malah lu nyebut kakak bos " bisik toni yang mendapat pukulan kecil dilengannya dari bima.


" Kenapa kalian malah berbisik ! apa kalian tau aku panggil kalian datang kesini " ujar clarissa yang tak habis pikir melihat anah buahnya yang selalu bertingkah aneh didepannya.


" Tau donk, pasti berhubungan dengan pak hermawan dan pak aria bukan " ucap toni yang menyerahkan dokumen yang berisi data jumlah yang dikorupsi mereka.


Andres pun langsung membukanya dan matanya membelalak tak percaya jumlah dengan jumlah yang besar.


" Kau yakin cuma ini " tanya andres yang kini sudah menutup kembali dokumen yang diberikan toni.

__ADS_1


" Kenapa kau tidak mengatakan ke aku sebelumnya, kau anggap aku ini apa hah " dengus andres yang sudah marah.


Kali ini andres benar-benar marah orang yang dipercaya malah mengkhianati dirinya.


Arga dan hito membawa pak hermawan dan pak aria ke ruang meeting karena andres sudah mengirim pesan pada arga untuk membawa mereka ke ruang meeting.


" Sudah berapa lama kau bekerja disini " tanya andres.


" Sudah hampir 3 bulan tuan " ucap bima yang menatap clarissa minta persetujuan.


" Karena aku meminta toni dan bima untuk merahasiakannya dari mu, karena aku ingin banyak bukti dulu lagian kan mereka aku gagalkan " ucap clarissa.


" Kalian sampai kapan berdiri saja hah, apa kalian ingin leher ku patah karena mendongak terus " dengus clarissa yang ingin sekali memukul kedua anak buahnya yang kelewat polos jika berhadapan dengan dirinya.


Toni dan bima menuruti perintah clarissa duduk tapi kata andres sedang menatap tajam kedua pria yang selama ini sudah memata-matai perusahaanya.


Sedangkan andres kini berdiri untuk pergi ke ruang meeting yang disana sudah ada arga dan hito.


" Tidak, bukti ini sudah cukup untuk mempenjarakan kebusukan mereka dan kalian kembali keruangan kalian" ucap andres yang kini mengambil dokumen dari toni dan laptonya.


" Kenapa? bukan nya mereka harus ikut sebagai saksi karena berhasil menggagalkan semua kebusukan mereka


" Tapi tuan " belum sempat melanjutkan kalimatnya andres sudah memotong ucapannya yang mengibaskan tangannya ke arah toni dan bima.


Toni dan bima pun paham isyarat yang diberikan oleh andres pada dirinya.


" Baik tuan kami permisi " ucap bima .


" Terima kasih untuk kali ini dan bonus kalian segera aku transfer " ucap clarissa yang menyunggingkan senyum pada toni dan bima.


" Terima kasih kak, anggap saja ini sebagai balas budi kakak dan tuan yang sudah menolong kami " ujar toni yang tak enak hati jika clarissa dan andres selalu memberikan sesuatu yang selama ini selalu mereka berdua berikan pada mereka.


" Kalian terima saja bonus dari kakak mu dan terima kasih sudah menyelamatkan perusahaan keluarga kami " ujar andres yang menepuk pundak toni dan bima.


" Baiklah tuan, kakak kami permisi " ucap bima dan merekapun melangkah keluar dari ruangan ceonya.


Tak lama andres pun keluar dari ruangannya dan menuju arga dan hito yang sedari tadi menunggu dirinya.

__ADS_1


" Kau akan tetap disini atau mau pulang biar kakak bilang pak supir untuk mengantar mu " tanya andres sebelum keluar ruangan.


" Mungkin aku akan disini dan aku lupa sudah membelikan kalian kue " ucap clarissa yang menunjukkan kue-kue yang dibelinya.


" Aku akan segera kembali, tetap lah disini dan jika kau ingin istirahat pakai lah kamar itu" ujar andres yang mengarahkan telunjuknya ke arah pintu kamar privasinya.


" Okay, cepat lah urus mereka dan urus orang-orang mu yang lain disana supaya proyek mu cepat selesai " ucap clarissa yang kini merasa mengantuk.


" Hmm " ucap andres yang kemudian keluar dati ruangannya.


*****


Didalam ruang meeting hermawan dan aria sudah merasakan hawa dingin oleh tatapan arga dan hito yang sedari tadi menatap wajah pucat mereka saat digiring ke ruang meeting.


" Sekretaris arga se..sebenarnya kami diminta kesini untuk apa " tanya hermawan takut karena merasa tindakannya sudah ketahui andres.


" Diam lah kau hermawan ! kita tunggu saja tuan andres " ucap arga yang sudah kesal melihat sikap dua orang didepannya.


Hermawan pun langsung diam dan tak berani bertanya kembali.


Tak lama andres pun datang dengan membawa dokumen dan laptop miliknya.


" Oh, ini wajah orang yang sudah berani berkhianat dengan aku " ujar andres yang kini duduk dengan menyilangkan kakinya dan menatap tajam kearah hermawan dan aria.


" Mak..maksud tuan apa ? siapa yang berkhianat ? tanya aria yang sudah merasa takut jika tindakannya sudah kecium ke andres.


" Siapa yang menyuruh mu berbicara hah ! sekarang jelaskan apa maksud semua ini " teriak andres dengan melemparkan dokumen kearah aria dan hermawan.


Arga dan hito yang melihat andres yang sudah marah masih merasa takut walau sudah mengenalnya lama.


Hermawan dan aria pun membuka yang langsung membuat matanya membulat tak percaya jika selama ini andres sudah mengetahui kebusukannya.


" I..ini saya tidak tau tuan " ucap aria yang sudah pasrah jika harus menanggung tindakannya.


🌸🌸🌸🌸🌸


***THANK YOU 🌷

__ADS_1


Dan jangan lupa untuk memberi like , koment serta vote untuk cerita ku πŸ™πŸ™πŸ™***


__ADS_2