
Akhirnya spaggeti buatan clarissa siap dihidangkan, dan pada saat bersamaan suara pintu apartemen terbuka dan ity membuat marchel terkejut dan menatap tajam kearah marthin yang tiba-tiba sudah berdiri depan mereka.
" Sorry sa, kirain gak kamu " ucap marthin tanpa memandang kearah marchel.
" Duduklah, apa kau sudah makan " tanya clarissa lembut disertai senyumannya yang membuat marchel kesal.
" Terima kasih, aku kesini bawa bahan makanan untuk ditaruh dikulkas " ujar marthin menunjukkan dua kantong plastik besar yang berisi berbagai bahan produk makanan instan.
Marthin pun meletakkan kantong plastik bawaannya diatas meja samping dirunya duduk.
Melihat marthin yang begitu akrab dengan clarissa membuat perasaan marchel kesal.
" Apa kau sering kesini ? " ucap marchel datar sambil berpura-pura fokus dengan spaggetimya.
" Tentu aku sering kesini jika merindukan clarissa " ucap marthin membuat marchel menatap tajam ke arah marthin.
" Hah " clarissa menghembuskan nafas kasar melihat tatapan tajam marchel terhadap marthin.
" Marchel kamu habiskan spaggetinya dan marthin ini buat kamu makanlah " ucap clarissa yang menyodorkan sepiring spaggeti ke marthin.
" Suapin " rengek marthin yang membuat marchel melempar garpu yang digenggamnya.
Pranggg
" Apa kau gak punya tangan untuk makan sendiri " ucap marchel keras yang menunjukkan wajah tak suka dengan sikap marchel.
" Udah chel, aku mohon " pinta clarissa yang mengusap lengan marchel.
" Marthin kamu bisa makan sendirikan " ucap clarissa sambil tersenyum.
" Baiklah kali ini aku gak meminta disuapin kamu, dasarr cemburuan " Denggus marthin yang mengambil garpu dan menyendokkan spaggeti kemulutnya.
Marchel yang mendengar ucapan marthin ingin rasanya memukul pria yang ada didepannya jika tidak ditahan oleh clarissa.
Baru aku tes segitu udah cemburu banget gumam marthin dalam hati.
" Jangan bertengkar kita habisin dulu makanannya " ujar clarissa disertai gelengan kepala.
Mereka bertiga pun melanjutkan makan tanpa obrolan.
" Kenapa kalian masih disini, cepat sana pulang " ucap clarissa yang melihat marthin dan marchel duduk disofa ruang tv setelah dirinya selesai membereskan meja makan.
" Aku mau tidur disini " ujar marthin santai.
" Aku mau nginep disini " timpal marchel datar yang mulai merebahkan badannya di sofa panjang.
" Terserah kalian, yang penting inget jangan berisik ini sudah malam " pasrah clarissa yang bingung dengan sikap marchel hari ini
__ADS_1
" Kamu ngapain ikut tidur disini, sana lu balik " denggus marthin kesal.
" Apa kau sering menginap disini " ucap marchel yang mulai terlihat memendam amarahnya.
Clarissa hanya menggaruk pelipisnya tak tau harus mengatakan apa untuk melerai marthin dan marchel.
" Sering aku kesini tanpa adanya clarissa aku sering tidur disini, kenapa lu cemburu " ucap marthin yang menatap tajam marchel.
" Apa kau tak punya tempat tinggal sehingga menginap ditempat orang bahkan ini apartemen milik seorang perempuan " ucap marchel tak kalah ketus.
" Ha ha ha yang punya saja dia diam tak melarang aku, kalau cemburu makanya cintai pemilik apartemen ini jangan sering buat dia nangis oleh diri mu " teriak kekesalan marthin membuat marchel mengepalkan tangannya mendengar ucapan marchel.
" Cukup marthin marchel jika kalian terus seperti ini mendingan kalian pulang " teriak clarissa yang langsung memecahkan ketegangan antara marthin dan marchel.
" Lu sih ngajak ribut jadinya clarissa marah kan " ucap marthin menatap marchel yang masih terkejut dengan sikap clarissa.
" Diam lu ,, maaf sa aku gak bermaksud seperti itu " ucap marchel yang sekarang memandangi wajah cantik clarissa yang terlihat kesal.
" Baiklah, marthin kamu tidur dengan marchel, aku keatas dulu " ucap clarissa berjalan kelantai dua menuju kamarnya.
Marthin yang tak ingin bersama marchel pun hanya pasrah dengan perintah clarissa teramat kesal marthin jika bersama marchel yang kendatinya dia adalah penyebab clarissa selalu menangis.
" Kalo bukan clarissa aku ogah berbagi kamar dengan mu " denggus marthin sebelum pergi kekamar tamu.
" Ck sapa mau satu kamar dengan pria yang suka disuapin saat makan hah " celetuk marchel yang menyenggol marthin.
" Untung gue tau diri sapa lu kalo bukan udah aku bejek-bejek lu chel " ucap marthin yang akan melayangkan pukulan kearah marchel.
Sabar marthin sabarr batin marhin.
" Akhirnya gue bisa istirahat, gue beritahu hana dulu dech " pikir clarissa yang sudah menjatuhkan tubuhnya diatas ranjang miliknya.
Clarissa pun meraih ponselnya dari tas slempangnya.
T***o hana**
gue ada diapartemen bersama marthin dan marchel disini, lu gak usaha kuatir ok 👌*.
pesan pun terkirim, clarissa pun meletakkan ponselnya diatas nakas dekat ranjangnya dan berjalan kekamar mandi.
Saat clarissa berada dikamar mandi ponselnya berbunyi yang terdapat balasan dari hana.
Didalam kamar mandi clarissa membersihkan diri dan berganti pakaian tidur.
Clarissa yang sudah mengenakkan piyama tidur pun meraih ponsel miliknya dan membuka pesan dari hana.
***To clarissa**
Lu gila apaa,, ngajak mereka menginap disitu apalagi marchel pasti dia curiga dengan identitas lu*.
__ADS_1
Kurang lebihnya isi pesan hana seperti itu.dan clarissa pun membalasnya untuk tidak membuat hana mencemaskan dirinya.
***To hana**
gue bilang ini apartemen lu dan apartemen ini kan gak ada foto aku yang ada lukisan, Jangan kuatir dia percaya lah kan lu wakil direktur* .
Dikamar tamu marthin yang kesal dengan marchel pun lebih memilih sibuk dengan mengerjakan hasil pekerjaannya.
" Apa kau dengan clarissa pacaran " tanya marchel datar yang membuat marthin tertawa terbahak.
" Ha ha ha jadi lu baru tau terus ngapain lu tetap disini hanya mengganggu gue dan clarissa " ujar marthin tertawa melihat ekspresi kesal marchel.
" Kenapa lu menyesal sekarang karena clarissa bisa melupakan lu marchel " sambung marthin .
" Bukan itu maksud aku " ucap marchel yang kini mematap tajam marthin yang masih tertawa.
" Seharusnya bersyukur clarissa bisa melupakan lu jadi lu gak dikejar-kejar clarissa terus " ujar marthin terkekeh dengan menggelengkan kepalanya.
Marchel tak menjawab perkataan marthin dan melangkah kekamar mandi.
" Makanya jadi pria jangan sok jual mahal chel, sekarang lu nyeselkan jika clarissa sudah gak menyukai kamu " teriak marthin yang langsung mendapat pukulan keras dari marchel yang keluar dari kamar mandi.
" Jaga ucapan kau marthin " Hardik marchel yang memegang kerah baju marthin yang hendak memukul kembali.
" Ck lu akui aja chel jika lu cemburukan bahkan gue juga tau jika lu juga cemburu dengan joy tapi lu juga harus ingat kenapa clarissa sekarang menjauhi diri mu dan memilih aku" ucap marthin yang kalah tajam membuat marchel melepaskan tangannya dari marhin.
" Apa maksud kamu " tanya marchel yang terus menatap tajam marthin.
" Lu suka kan dengan clarissa selama ini tapi lu egois marchel untuk mengakui lu malah sengaja terus-menerus membuat clarissa menangis bahkan lu sering bersikap dingin ke clarissa " Hardik marthin yang juga tak kalah tajam tatapannya.
Marchel memilih keluar dari kamar dan memilik tidur disofa depan.
Apa maksud perkataan marthin jika dia pacaran dengan clarissa dia tidak akan berkata seperti itu bahkan marthin tidak cemburu aku menginap disini gumam marchel dalam batinnya.
Martin yang merasa menang pun memutuskan untuk istirahat karena tak ingin lagi mengganggu marchel yang nanti akan membangunkan clarissa.
Marchel yang masih mencerna perkataan marthin pun sedikit gusar maksud dari ucapan marthin tadi.
Apartemen clarissa memang didesain dengan peredam suara terutama kamar yang ditempati clarissa sehingga walau marthin dan marchel bertengkar keras pun clarissa tak akan mendengarnya.
Apa bener dulu clarissa menyukainku bahkan joy pun pernah bilang jika clarissa menyukai aku dari smA batin marchel.
Pikiran marchel masih kacau dengan perkataan marthin sehingga membuat dirinya terlelap disofa panjang.
🍁🍁🍁🍁🍁
Jangan lupa like, coment , serta votenya
Terima kasih sudah mampir di novel aku 🙏🙏🙏
__ADS_1
Maaf jika masih ada kata yang kurang jelas.