
Andres yang bergegas melepas jasnya yang diletakkan dikursi mobilnya begitu saja dan melipat lengan bajunya sampai siku lalu turun dari mobilnya tak lupa andres memakai masker agar tak dikerumuni para pengagumnya sedangkan arga ikut berjalan disamping andres.
" Kalo bukan buat calon ponakan, gue gak mau repot-repot belanja buat bikin bakso, hadeuhhh image gue yang arogant terjun bebas " gerutu kesal andres yang tak menyangka harus belanja kesupermarket guna mencari bahan-bahan bakso.
Arga hanya terkekeh mendengar ucapan kekesalan bosnya yang sekaligus sahabatnya.
" Anggap aja lu belajar jika nanti ellena ngidam hehehee" ledek arga yang nampak kesal dan ditambah suasana supermarket yang agak rame yang secara kebanyakkan pengunjung kaum hawa menatap dua pria tampan mengambil troli belanjaan yang pasti tugas arga yang mengambil dan mendorong troli.
Terdengar para ibu dan para wanita yang melihatnya terpukau akan ketampanan andres dan arga walau memakai masker tapi manik mata mereka yang cukup indah dan menghipnotis siapa saja yang menatapnya.
Ketampanan andres sudah diakui keseluruh jagad raya ini ditambah andres adalah putra pemilik sanyoung grup perusahaan besar di asia dan bagian eropa ini, bisa dibayangkan kekayaan yang andres miliki atas namanyapun cukup banyak .
" Jika punya seorang putri ingin rasanya aku kenalkan dia dengan putriku"
" Mereka sangat tampan dan so sweet sekali"
" Aku ingin dua-duanya "
" Apa mereka artis atau model kenapa terlihat tampan sekali"
" Aku rela jika hanya jadi simpanannya saja "
Anggap aja seperti itu bisik-bisik para wanita yang berpapasan dengan andres dan arga.
Tanpa menghiraukan para wanita yang mengagumi dirinya, andres terus saja mengambil bahan-bahan yang dibutuhkannya.
" Ga, kita ketempat daging dan ayam atau ikan , aku akan buat bakso dari tiga bahan itu biar ponakan ku puas dan nanti lo bantuin gue " ucao andres dengan cekatan mengambil beberapa sayuran untuk campuran nanti.
" Okay, bantu makan kan " seru arga yang terus saja membuntuti sang boa belanja.
__ADS_1
" Ya kalo lu mau gue pecat " ancam andres tanpa menatap.
" Gak seru lu "
setelah hampir satu jam muter-muter supermarket dan semua udah kebeli andres dan arga pun kekasir untuk melakukan transaksi pembayaran.
Saat ini andres berbelanja di supermarket milik keluarganya loh maklum horang kaya yang kelewat kaya jadi banyak retail-retail seperti supermarket menjadi miliknya.
Setelah dari tempat belanja andres dan m arga melajukan mobilnya menuju mansion clarissa.
" Ndres, lu yakin akan membuat bakso dengan semua bahan itu " tanya arga .
" Iyalah, lu gak liat itu udah dihaluskan semua tinggal campur bahan lainnya, gak usah ngeluh dulu, anggap aja lu belajar buat jaga-jaga jika lu udah gak kerja sama gue lagi " ujar andres yang melihat reaksi arga yang tak yakin jika akan memakan waktu.
" Lu mah niat banget mecat gue, kan gue lagi nabung buat nikah sama ana, ndres "
" Mang ana mau nikah ama lu "
" Ck, songong "
" Doin napa bos biar bisa kek adik ipar lu yang tiap malamnya ada yang ngelonin "
" Pengin banget gitu yah "
" Hu'um,, kek lu gak aja "
Bagi andres arga dan hito sudah seperti saudaranya sehingga sudah dari sekolah dirinya hanya bersahabat dengan mereka ditambah arga dan hito tipikal orang yang peduli pada dirinya bahkan sampai saat ini mereka lebih memilih menjadi anak buah andres selain iming-iming gaji besar dan juga andres sosok-sosok bos dan sahabat yang selalu baik padanya.
Sikap keluarga nugroho yang ramah dan baik membuat sahabat andres dan clarissa betah dimansion nugroho jika berkunjung, sang nyonyah nughroho begitu friendly pada sahabat anaknya begitu juga sang penguasa nugroho hanya bersikap hangat pada orang yang sudah dikenalnya, beliaukan menjadi orang pertama jika ada salah satu yang sudah dianggap keluarga olehnya kesusahan tuan nugroho akan turun tangan sendiri untuk membantunya, itu yang membuat arga dan hito serta yang lainya sangan segan pada keluarga nugroho sampai berucap akan mengabdikan dirinya pada keluarga nugroho yang sudah menganggap dirinya salah satu keluarga.
__ADS_1
Dimansion marchel lebih memilih pergi keruang kerjanya karena harus menyelesaikan pekerjaannya dan disofa ada sang istri yang menikmati potongan buah-buahan sambil memainkan ponsel pintarnya.
" Sayaang, apa kamu tak lelah bekerja terus" tanya clarissa yang menatap marchel yang terlihat sibuk dengan laptopnya.
Seketika marchel menghentikan kegiatannya lalu menatap clarissa yang tersenyum kearahnya.
" Apa kamu sedang marah karena kamu aku abaikan saat ini " ujar marchel yang akhirnya menutup laptopnya lalu berjalan kearah clarissa duduk.
" Tidak " ucap clarissa.
" Hanya saja aku ingin kamu mengusap perutku saat ini, boleh?" minta clarissa.
Marchel tersenyun gemas melihat clarissa sekarang.
" Ini mommynya atau babynya yang minta " tanya marchel sambil mengecup pucuk kepala clarissa lalu duduk disamping sang istri.
" Begini " sambil mengusap perut clarissa yang sudah terlihat buncit.
" Terima kasih daddy, ini aku yang minta daddy bukan mommy " ucap clarissa dengan menirukan suara anak kecil.
" Lebih baik kamu istirahat, nanti jika mommy dan daddy datang aku akan membangunkanmu , ayo kekamar " ujar marchel yang tanpa ijin dari clarissa mengangkat tubuh clarissa kegendongannya.
" Arrgggtt " seru clarissa terkejut tubuhnya diangkat marchel.
" Marchel, turunin aku, apa kamu tak merasa aku berat? " ucap clarissa yang meminta untuk dituruni .
" Kamu tidak berat jadi diamlah, jika tak ingin jatuh " ujar marchel sambil mengecup singkat bibir clarissa dan melangkah masuk lift untuk kekamarnya.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
__ADS_1
***Like, vote, dan koment jangan lupa 😘😘
Terima kasih atas dukungan kalian 🙏🙏***