Terjerat Cinta Razia Pak Polisi

Terjerat Cinta Razia Pak Polisi
Part 62


__ADS_3

Kini keduanya sudah keluar dari arena permainan. Mereka berjalan dengan tangan yang saling bertaut. Jaket yang Zafran kenakan kini sudah berpindah tempat pada Ceisya.


"Langsung pulang ya?" tanya Zafran.


"Huumm iya." jawab Ceisya pasrah saat Zafran menuntunnya memasuki mobil.


Dengan cepat Zafran mengitari pintu mobil kemudi lalu segera masuk dan memasang seatbelt untuknya.


Zafran menggeser tubuhnya menyamping hingga menghadap Ceisya. Tiba-tiba pria itu mendekat mengikis jarak di antara keduanya hingga membuat gadis itu menahan nafas.


Klik


"Nafas, Sayang." ujar Zafran belum berpindah posisi.


"Resek banget jadi orang." cibik Ceisya kesal dengan nada pelan. Tidak berani maju karena kalau ia maju sudah dipastikan bibir keduanya akan menempel. Kalau mundur pun ia sudah berada di pojokan, sudah mentok.


"Ngarep ya mau dicium?" tebak Zafran membuat kedua pipi Ceisya merona.


"Enggak! Siapa juga yang mau dicium. Ingat dosa, Om mesum. Astagfirullahaladzim. Gitu!"


"Astagfirullahaladzim, Sayang. Gitu ya?"


"Yaampun. Ngomongnya ikhlas gak sih?"


"Ikhlas kok. Ikhlas banget malahan, apalagi kalau dikasih suntikan vitamin." Zafran mengerling.


"Kamu mau suntik, Om?" tanya Ceisya polos.


"Bukan."


"Trus kenapa itu ngomong suntik vitamin?"


"Suntik vitamin yang ini loh maksud aku!"

__ADS_1


five minutes later...


"Astaghfirullah. Jangan rusuh jadi orang yaampun." protes Ceisya saat pria itu menyudahi aktivitasnya.


"Apa, Sayang? Aku rusuh? Bagian mananya coba yang rusuh coba contohin!"


"Ck! Dasar Om-om mesum. Mau dilaporin, hah!?" ujar gadis itu dengan garang.


"Silahkan, Sayang. Kamu laporin aku juga nuntut kok. Buktinya aja kamu menikmati, hehehe..." Zafran menyeringai dengan senyumnya yang sedikit...


"Astaghfirullah. Au ah gelap." gadis itu menutup matanya, mencoba mengabaikan keberadaan pria itu yang kini masih menatapnya dalam. Sesaat ia membuka matanya dengan terpaksa saat merasakan benda kenyal itu kembali menempel di bibirnya, kembali memainkannya dengan pelan.


"Apa aku bilang, kan kan kan!!?" ia menatap horor setelah mendorong pria itu sedikit menjauhinya.


"Emang kamu bilang apa?" tanya Zafran mengabaikan tatapan tajam itu.


"Kamu mesum banget, Om."


"Tapi cinta kan?"


"Nikah yuk!"


"Ogah!" tolak Ceisya mentah-mentah.


"Mau ya nikah sama aku?"


"Nanti. Udah sana jauhan. Katanya mau pulang, liat nih udah jam sembilan." peringat Ceisya.


"Harus sabar lagi ya? Yaampunn jadi gemes. Iyadeh kita pulang sekarang."


Diam-diam Ceisya tersenyum, ia menahan senyum lebarnya dengan cara menggigit bibir bawahnya. Sedikit kesal karena saat ini bibirnya terasa sedikit perih. Ulah siapa lagi kalau bukan ulah si om om mesum katanya.


"Besok pagi ada kelas gak?" tanya Zafran.

__ADS_1


"Ada sih."


"Jam berapa?"


"Jam duaan lah ya. Kenapa?"


"Gak pa-pa. Nanti biar aku antar aja ke kampus biar gak ribet. Paginya nanti aku bantuin ngerjain tugas."


"Eh! Beneran! Aku cuman boong loh tadi." ucap Ceisya tidak nyaman.


"Aku yang serius." balas Zafran menatap Ceisya sekilas. Namun, tatapan itu penuh dengan isyarat membuat Ceisya memalingkan wajahnya.


"Langsung tidur aja ya? Kalau mau nugas biar besok pagi aja. Jangan begadang, aku pulang kalau gitu." Zafran mengusap kepala Ceisya dengan lembut. Saat ini mereka sudah berada di depan kost-an Ceisya.


"Iya, hati-hati!"


"Takut banget ya kehilangan?"goda pria itu yang berhasil memancing kekesalan di dalam diri Ceisya. Alhasil pria itu mendapat hadiah sebuah cubitan di perutnya.


"Yaampun jadi cewek gitu amat. Gak ada lembut-lembutnya sama calon suami?"


"Ngomong apa barusan!"


"Oh, enggak kok, hehe. Masuk ke dalam gih! Istilah ya langsung, eh sebelum itu bersihin diri dulu biar tidurnya nyenyak. Aku pulang."


Cup


"Dahhhhh..."


Ceisya menghembuskan nafasnya pelan. Lalu membalikkan badannya, perlahan membuka pintu kost-an dengan kunci yang sempat ia simpan di bawah pot sebelum keluar tadi.


"Yang abis jalan-jalan happy banget ya? Sampai temennya sendiri aja gak diliat." tegur Reva tiba-tiba.


"Eh! Udah pulang, Re? Jam berapa pulangnya?" tanya Ceisya mengalihkan topik.

__ADS_1


"Barusan kok. Udan yuk tidur sekarang! Udah malam, besok aja lanjut pacarannya." ledek Reva yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Ceisya.


__ADS_2