Terjerat Cinta Razia Pak Polisi

Terjerat Cinta Razia Pak Polisi
(Melody) Terjerat Pesona Dokter Tampan


__ADS_3

Hai Hai Hai. Ketemu lagi di sini. Kali ini aku gak bakalan lanjut extra part yah. Soalnya aku cuma mau ngabarin kalau s2 tentang anak Om Zaf dan Ceisya udah rilis loh.



nih loh. Masih anget kan. Silahkan mampir ya kalau berkenan. Dijamin kisahnya gak kalah seru sama Zafran. Panggil aja dia Babang Zafri tampan😍


Sinopsis👇👇


Memiliki ayah yang profesinya sebagai jenderal polri tidak membuat seorang Rainart Zafri Chairil mengikuti jejak sang ayah. Malahan ia lebih mengikuti jejak sang ibu yang berkecimpung di bidang kedokteran. Karena baginya menjadi seorang dokter adalah salah satu peluang untuk menyelamatkan banyak nyawa.


Sifat tegas dan berani dari sang ayah langsung menurun kepadanya. Jangan lupakan sifatnya yang irit bicara namun cepat dalam bertindak membuatnya sangat disegani.


Di umurnya yang sudah menginjak usia 27 tahun, tidak ada satu pun wanita yang berhasil menaklukkan hatinya. Sampai-sampai ia dilangkahi oleh adik bungsunya yang lebih dulu menikah dengan laki-laki seumuran dengannya.


Apa yang akan kalian lakukan jika ada seseorang yang dengan beraninya mengambil ciuman pertama kalian? Itulah yang Zafri rasakan.


"Dokter mau ngapain saya?" Zhafira Keysa Melody


"Kamu berpikir terlalu jauh. Saya tidak bernaf*su melihat tubuhmu yang kerempeng itu." Reinart Zafri Chairil.


Part 1 nya yah, lanjutan masih ada di lapak nya kok


👇👇👇


Tampak seorang pria matang yang akan menginjak usia 28 tahun tengah berdiri di depan cermin, sambil mengancingkan kancing lengan kemeja panjangnya. Dialah Reinart Zafri Chairil. Panggil saja Zafri. Anak dari seorang jenderal polri yang bernama Zafri Arkana Chairil dan ibunya yang bernama Ceisya Aliyana Raquel. Memiliki adik bungsu yang usianya terpaut 6 tahun darinya. Namanya Aiyla Shakiela Chairin.

__ADS_1


Tumbuh besar dengan penuh kasih sayang sang ibu dan ketegasan sang ayah membuatnya menjadi orang yang disegani. Zafri adalah lulusan S2 di Universitas Harvard, salah satu universitas terbaik di dunia. Zafri juga termasuk mahasiswa unggul, lulus dengan kemampuan dan keterampilan yang memuaskan. Hingga kini Zafri berhasil menyandang gelar Doctor Of Medicine atau MD.


Jika ditanya kesiapan apa yang ia punya untuk membangun rumah tangga? Jawabannya semuanya sudah siap. Baik secara fisik maupun finansial. Hanya saja, sampai saat ini Zafri belum juga mendapatkan calon istri. Ya, itu yang menjadi permasalahan utama. Dan beruntungnya, kedua orang tuanya tidak mempermasalahkan hal itu. Namun, semenjak sang adik menikah, situasi itu berubah 369°. Awalnya yang tidak dipermasalahkan kini malah menjadi masalah besar. Setiap hari ia selalu ditanya kapan nikah, sudah mendapatkan calon istri belum?


Setelah merasa penampilannya cukup perfect, Zafri segera menyambar tas kerjanya yang berada di atas kasur.


Penampilannya bak raja yunani. Garis-garis ketampanan yang tidak diragukan lagi. Memiliki alis yang kuat, garis ketampanan yang begitu jelas, hidung mancung, serta bibir sedikit tipis. Sifat dingin sang ayah sangat menurun kepadanya. Terkadang ibunya sering mengeluh saat putra sulungnya itu irit bicara. Berbanding terbalik dengan adik bungsunya yang terkesan cerewet dan ceria.


Dengan gaya coolnya, ia berjalan menuruni setiap anak tangga. Jangan lupakan stelan kerjanya yang begitu aduhai membuat para kaum hawa terpesona.


"Pagi, boy!" seru Ceisya yang asik menata sarapan di atas meja saat melihat putra sulungnya baru menampakkan diri.


"Hmmm... pagi, Ma. Papa mana?" tanya Zafri sambil meletakkan tas kerjanya di kursi samping. Pria itu lekas mengambil duduk di kursinya.


"Mungkin sebentar lagi turun. Nah! Itu dia." ucap Ceisya sembari menunjuk suaminya yang baru saja turun dari lantai atas. Padahal kamar mereka berdampingan, kenapa Zafri sampai tidak tau kalau sang ayah sudah keluar atau belum.


Zafran berjalan ke arah istrinya yang sudah duduk di kursinya. Dan seperti biasa pria separuh baya itu akan mendaratkan ciuman mesra kepada istrinya. Lalu setelahnya baru duduk di kursi paling ujung yang biasa disebut sebagai kursi kepala keluarga.


"Ada Zafri!" tegur Ceisya yang sudah berulang kali. Namun, entahlah suaminya yang sudah pikun ataukah telinganya yang sudah tidak mampu membendung saran.


Sang pemilik nama yang disebut hanya bersikap cuek sambil terus menyantap sarapannya. Hal barusan bukanlah sekali dua kali saja, namun, sudah ribuan kalinya.


"Zafri juga gak komplen. Iya gak, boy?" sahut Zafran meminta persetujuan dari sang putra.


Zafri hanya mengangguk mendengarnya tanpa melihat lawan bicara.

__ADS_1


"Haish! Kalian itu sama saja!" cibir Ceisya. Dikelilingi oleh dua orang pria yang irit bicara sering membuatnya harus menekan sabar. Kadang Ceisya seperti berbicara kepada batu, tidak ada sahutan sama sekali. Zafri benar-benar menuruni sifat ayahnya.


"Tentu. Zafri adalah bibit unggulku." balas Zafran.


Kebiasaan Ceisya dari dulu kini terbawa, yaitu suka memutar bola matanya.


Tiba-tiba Zafri meletakkan sendok dan garpunya hingga menimbulkan dentingan kecil karena memang ia tidak meletakkan benda itu dengan kasar. Ia mengambil gelasnya yang terisi air putih lalu meneguknya hingga tersisa setengah.


"Mama, mau berangkat bersama siapa." tanya Zafri sembari mengelap sudut bibirnya menggunakan tisu.


"Bukankah hari ini kamu ada operas pagi? Mungkin mama pergi diantar papa kamu aja." jawab Ceisya.


Anak dan ibu itu sudah seperti sepasang kekasih yang tidak pernah lepas. Keduanya pun bekerja di rumah sakit yang sama. Ya, saat ini Ceisya masih mengemban tugasnya sebagai seorang dokter. Dokter spesialis bedah mulut. Sedangkan Zafri adalah dokter ahli bedah yang kemampuannya sudah tidak diragukan lagi.


"Oke." setelahnya Zafri langsung berpamitan kepada kedua orang tuanya. Jika ada yang bertanya, di mana keberadaan adik bungsunya? Adik bungsunya kini sudah menikah tiga bulan yang lalu dan sekarang diboyong ke kediaman keluarga suaminya.


"Anak kamu itu!" cibik Ceisya sembari melihat kepergian putra sulungnya.


"Anak kita." ralat Zafran akan perkataan istrinya. Ceisya hanya mampu menahan senyum. Tidak terasa rumah tangganya kini sudah berjalan selama 28 tahun. Lumayan lama. Meskipun banyak sekali rintangan yang harus mereka lalui untuk mencapai di titik yang sekarang.


.


.


.

__ADS_1


Ditunggu notifnya ya🥰😍masih anget banget baru diangkat dari jemuran. Di sebelah tadi aku bilang baru diangkat dari kuali🤣🤣


__ADS_2