
"Aku calon suaminya."
Ucapan Erland membuat Chelsea terkejut, bagaimana bisa Erland, pria yang dia campakan kini menjadi calon suami dari pimpinan perusahaan tempat dia bekerja? Dan bagaimana mungkin secepat itu Erland move on darinya?
Begitu juga Eliana, dia tidak percaya dengan apa yang dia dengar. Apa iya akhirnya Erland akan bersedia menjadi suami kontraknya?
Setelah berkata begitu Erland menggenggam tangan Eliana membawanya pergi dari sana, dia tidak ingin lebih lama lagi berada disana, melihat mantan yang masih dia cintai dengan sepenuh hati bermesraan dengan pria lain, pasti sangat menyakitkan. Ternyata begitu mudahnya Chelsea melupakan dirinya.
Kalau begitu Erland juga sama, dia akan memperlihatkan bagaimana dirinya bisa melupakan Chelsea dan mendapatkan perempuan yang lebih segalanya dari Chelsea. Mungkin saja dengan begitu Chelsea akan menyesal menyia-nyiakannya, yang telah berjuang mati-matian demi wanita itu.
Erland melepaskan tangan Eliana begitu sampai di depan rumah "Aku setuju, ayo kita menikah." Erland mengatakannya dengan sungguh-sungguh.
"Tapi kenapa kamu berubah pikiran?" Eliana tidak mengerti mengapa tiba-tiba Erland berubah pikiran, apa mungkin karena Chelsea?
"Ya sudah, kalau kamu tidak mau." Erland duduk di kursi kayu yang ada di depan rumah tersebut.
"Oke, Oke. Kita menikah." Eliana mengatakannya dengan cepat takut Erland berubah pikiran. Dia ikut duduk disamping Erland.
"Kira-kira berapa lama?"
"Apanya?"
"Lama pernikahan kontrak kita."
__ADS_1
"Aku belum bisa memastikannya, mungkin paling cepat tiga bulan atau paling lama satu tahun, begitu aku sudah diresmikan menjadi penerus papaku di Alaska maka kita akan bercerai." Semua itu tergantung kesepakatan para pemegang saham Alaska Corp.
Erland terdiam, dia menghembuskan nafasnya dengan pelan, dadanya terasa sangat sesak. Dia bisa kuat menahan rasa sakit ditubuhnya, tapi tidak dengan hatinya.
"Kapan kita akan menikah?" lirih Erland, dia terus memastikan dirinya untuk tidak menyesali keputusannya.
"Aku hanya diberi waktu sampai besok, kalau besok aku tidak menikah maka perusahaan yang dibangun oleh papaku akan jatuh ke tangan orang telah membunuh papaku."
Erland menatap iba pada Eliana yang duduk di sampingnya, "Mengapa kamu tidak melaporkannya pada polisi?"
"Tidak ada bukti, bahkan aku masih mencari satu-satunya saksi yang melihat kejadian itu. CCTV di sekitar sana mendadak rusak semua."
Erland menghela nafas, "Ternyata persaingan bisnis para bangsawan sangat menakutkan."
"Hmm... begitu lah, makanya kamu harus berhati-hati padanya, dia sangat berbahaya. Nanti malam aku akan mengenalkan kamu padanya. Tapi aku tidak ingin dia tau tentang keluarga kamu." Eliana tidak ingin Mario mengetahui tentang keluarga Erland yang mungkin saja bisa membahayakan mereka.
Tidak ada pilihan lain selain Eliana menganggukkan kepala, "Hhh... Oke,"
Erland rasa keputusannya sudah bulat, dia ingin membuat Chelsea cemburu padanya dan juga dia tidak bisa membayar ganti rugi mobil Eliana, ditambah dia sudah berjanji akan melakukan apa saja untuk Eliana karena telah hampir saja membuat Eliana berada dalam bahaya dipertemuan pertama mereka.
Tanpa mereka sadari ada yang sedang memperhatikan mereka dari kejauhan.
...****************...
__ADS_1
Setelah Eliana pergi, Erland mencoba untuk membicarakan apa adanya tentang pernikahan kontraknya bersama Eliana kepada keluarganya.
"Jadi maksudnya kamu dan gadis cantik itu akan pura-pura menikah?" tanya Bu Darmi dengan nada tinggi.
"Iya Bu, ini termasuk dalam bisnis juga."
"Bisnis? Pernikahan itu bukan sebuah bisnis Erland!" Bu Darmi tidak mengerti mengapa Erland dengan gampangnya menyebut pernikahan itu sebuah bisnis.
Sementara ayah Redi dan Diana lebih memilih diam mendengarkan perdebatan Erland dan ibu angkatnya itu. Pada akhirnya Bu Darmi harus mengalah.
"Pokoknya ceritanya panjang sekali Bu, intinya aku memiliki hutang yang begitu besar sama dia."
"Hmm... ya sudah terserah kamu saja, mungkin sekarang pura-pura siapa tau kedepan pernikahan kalian akan menjadi nyata." Padahal Bu Darmi sangat setuju jika Erland menjalin hubungan dengan Eliana dibandingkan dengan Chelsea, sayang sekali ternyata hanya pura-pura. Dia berharap semoga kedepannya hubungan mereka menjadi nyata. Karena itu Bu Darmi tidak ingin terlalu mengekang dan mengatur seenaknya hidup Erland.
"Tapi tetap Ibu akan menganggap Eliana menantu beneran ibu, gak ada kata pura-pura."
...****************...
Chelsea terus saja memikirkan ucapan Erland yang akan menikah dengan Eliana, seorang Direktur Utama sekaligus CEO di Alaska Corp. Sampai dia tidak enak ngapa-ngapain sekarang.
"Bagaimana mungkin dia bisa secepat itu move on dariku? Bahkan dia akan menikah?"
Chelsea rasanya tidak bisa menerima dengan pernyataan Erland yang bilang bahwa dia calon suami Eliana.
__ADS_1
"Apalagi dia akan menikah dengan Nona Eliana, seorang CEO di Alaska?"
" Tapi mengapa Nona Eliana mau menikah sama Erland? Padahal Erland tidak memiliki apa-apa yang bisa dibanggakan."