
Sudah satu minggu Eliana di rawat di rumah sakit, tepatnya di ruang ICU, dia memiliki luka yang cukup parah dikepalanya.
Dugaan polisi untuk sementara ini adalah karena Eliana terjatuh ke tanah yang landai sehingga dia berada jauh di area tempat dia memantau, lalu kepalanya membentur batu besar. Sehinnga kepalanya mengalami luka yang cukup serius.
Erland selalu setia menemani Eliana, hatinya begitu sakit melihat Eliana yang belum sadarkan diri juga, seharusnya dia terus berada disisinya. Dia sangat takut kehilangan wanita itu.
Erland menyesal mengapa dia terlambat mengetahui tentang isi hatinya. Dia jatuh cinta pada gadis itu. Entah dari kapan, yang pasti rasa itu pernah dia tanam pada Eliana saat dia masih kecil.
Erland memegang tangan Eliana, "El, kamu harus bangun. Maafkan aku yang gagal melindungi kamu."
Setelah itu Erland bertemu dengan Miss Bona di luar ruang ICU karena ada yang ingin Miss Bona sampaikan padanya.
"Bagaimana kabar Nona El?" tanya Miss Bona dengan nada khawatir.
Erland tidak langsung menjawab, dia menghela nafas dengan berat, "Belum ada perkembangan." lirihnya dengan mata berkaca.
"Tapi aku tidak percaya jika yang dialami Eliana ini murni kecelakaan, pasti ada yang sengaja membuat dia celaka." Erland masih mencurigai salah satu karyawan yang ikut pergi bersama Eliana, atau malah mereka bertiga sama-sama sekongkol. Pasti ada dalang dibalik kejahatan mereka.
__ADS_1
"Dan aku menemukan satu daun ganj@ di hutan itu. Malah lahan perkebunannya sengaja di bakar agar tidak menyisakan sedikit pun tanaman itu." sambung Erland.
Miss Bona terkejut mendengarnya, "Saya yakin semua ini perbuatan Tuan Mario."
"Seandainya orang itu yang melakukannya, aku tidak akan pernah memaafkannya." Erland mengepalkan tangannya, menahan emosi.
Miss Bona rasa sepertinya Erland sangat mencintai Eliana. Dia jadi teringat dengan rekan kerjanya Erland, Rizal. Detektif Lim bilang pria itu diduga adalah saksi mata yang menyaksikan sendiri bagaimana kejadian sebenarnya kecelakaan Tuan Adnan, tapi dia rasa dia tidak bisa memberitahu Erland tanpa persetujuan dari nonanya. Kebetulan Miss Bona juga belum sempat menemui Rizal karena dia sibuk berada di rumah sakit.
...****************...
Ryan telah menerima imbalan yang sudah dia lakukan bersama kedua rekan kerjanya untuk mencelakai Eliana, namun entah mengapa dia menjadi merasa bersalah pada Eliana.
Ryan masih teringat saat itu Eliana sedang sibuk mengabdikan pemandangan disana dalam bentuk sebuah video, dan Arya lah yang mendorong Eliana sehingga dia terjatuh dan badannya terguling jauh ke bawah karena kondisi tanah nya landai, dan kepalanya membentur sebuah batu yang lumayan besar.
Sementara mereka menunjukan tempat dia kehilangan Eliana di lokasi yang berbeda. Yang jauh letaknya dimana Eliana terjatuh. Karena itu Eliana sulit untuk ditemukan.
Tuan Mario memang tidak hanya menyewa dirinya, tapi juga Arya dan Fita, Arya masih kerja di Alaska Corp, sementara Fita memutuskan resign dan memilih bekerja di luar negeri apalagi dia mendapatkan imbalan yang fantastik dari Tuan Mario.
__ADS_1
Ryan bertekad untuk memberitahu semuanya pada Erland, dengan tangan gemetaran dia segera menelpon atasannya itu.
Drrttt...Drrtt...
Erland yang masih setia menunggu Eliana, dia memicingkan matanya begitu melihat ada nomor asing menelpon dirinya. Dia segera mengangkat telepon.
"Hallo..."
"Pak Erland, ini Ryan. Bisakah kita bicara? Ini sangat penting sekali mengenai kecelakaan nona Direktur." Ryan mengatakannya dengan terbata-bata.
Tentu saja Erland menyetujuinya karena dia juga memang ingin bertemu dengan Ryan. "Oke, kapan kamu bisa bertemu denganku?"
"Hari ini saja, saya tidak memiliki waktu yang banyak, karena besok saya akan pindah ke luar kota. Saya tunggu di rumah saya. Nanti saya kirim alamat rumahnya."
"Baiklah, saya akan segera berangkat kesana."
Setelah menutup telepon, Erland memandangi Eliana dan memegang tangannya, dia mengusap wajahnya dengan lembut, "El, aku mencintaimu, karena itu aku akan melakukan apapun untuk melindungi kamu. Dan aku berjanji akan membuat perhitungan kepada orang yang telah membuat kamu seperti ini. Karena itu bangunlah, aku ingin mengatakan perasaanku secara langsung padamu. Aku ingin kita menjadi pasangan suami istri sungguhan."
__ADS_1
Erland tau dia tidak setara dengan Eliana, tapi dia orang yang bekerja keras, apalagi memiliki usaha sendiri yang dia bangun bersama Rizal. Walaupun mungkin dia tidak memiliki materi yang banyak, tapi dia memiliki cinta yang besar untuk Eliana.