Terjerat Hasrat Ceo Cantik

Terjerat Hasrat Ceo Cantik
68


__ADS_3

Erland mematikan air shower, dia meraih handuk mengusap tubuhnya dan juga tubuh Eliana, lalu menggendongnya seperti koala sambil berciuman keluar dari kamar mandi.


Erland membaringkan tubuh Eliana, dia mencium bibir Eliana kembali, dan ciuman itu terus turun ke bawah dari leher, ke dada Eliana, dan menciumi perutnya yang rata, begitu menggelikan tapi sangat menikmatinya. Sampai Erland membenam kepalanya diantara kedua paha Eliana. Eliana nampak menganga dibuatnya merasakan kelembutan lidah menyapu miliknya, "Owhh... emm... Er...land... ahh..."


Coba bayangkan saat lidah itu menempel pada milik Eliana, lalu bergerak dengan begitu lembut keluar masuk ke area dalam, bahkan mulut pria itu dengan begitu hebat menghisap miliknya, terus bergerilya di area sana.


"Owhhh...Erland..emhhh..." Eliana sungguh tidak tahan dengan ulah pria itu, dia membusungkan badannya ke atas, terus menggeliat, dan tangannya mencengkram seprai, dia merasakan ada c@iran hangat lolos keluar dari area intinya, begitu menggelitikinya.


Erland tau Eliana sudah mencapai nirwananya, dia ingin segera menyusul untuk mendapatkan kenikmatan bersama, dia mencium bibir Eliana, memposisikan dirinya berada diatas Eliana, dia masih ingat waktu itu Eliana sangat kesakitan, tapi kali ini tidak ingin gagal lagi, bukan maksud membiarkan dia kesakitan, tapi dia ingin memperlihatkan surga dunia yang sesungguhnya.


"Mungkin akan sedikit sakit, tapi aku yakin kali ini kamu bisa menahanya." Bisik Erland.


Eliana membulat matanya begitu menyadari dia masih perawan, dia tidak mengerti lalu selama menikah sebelum dia amnesia, dia ngapain aja bersama Erland sampai bisa-bisanya dia masih bersegel.


Eliana mulai menarik nafas dalam-dalam begitu ada yang bergerak di area intinya, dia membuka pahanya dengan lebar agar mempermudah Erland memasukinya. Memangnya sesakit apakah itu sampai Erland berkata begitu.


Erland mulai memasukan sang junior yang sudah berdiri menantang, Eliana terhenyak, merasakan perih saat Erland semakin mendorong masuk miliknya lebih dalam.


"Arrrggghhh...Er..." Eliana menjerit, rupanya tak seindah yang dibayangkan, tapi dia yakin ini hanya awal saja, sebagai istri yang baik dia harus bisa menahan rasa sakit itu, dia percaya Erland tidak akan membuatnya terus kesakitan.


"Apa sakit sekali?" Erland tidak tega melihatnya, bahkan punggungnya terasa perih akibat cengkraman Eliana.

__ADS_1


"Lanjutkanlah, aku ingin menikmatinya bersama suamiku." Eliana tersenyum manis, dia mencium bibir Erland, Erland menyambut ciuman manis itu bahkan kini dirinya lah yang mendominasi, sementara dibawah sana Erland semakin menghentakan miliknya sampai terbenam sempurna.


"Akkhhh...." Eliana reflek melepaskan ciumannya karena merasakan teramat perih, seakan tubuhnya terbelah dua.


Erland membiarkan miliknya berdiam di dalam sana, dia terengah-engah, merasakan ada yang ngilu bercampur nikmat karena telah berhasil memasukan sepenuhnya di dalam sana. Rasanya sungguh luar biasa seakan miliknya terus di remas oleh Eliana, begitu memabukan.


"Oh...ini nikmat sekali El!" Erland membenamkan kepalanya di ceruk leher Eliana.


Lalu Erland menatap wajah Eliana, dia mencium mata Eliana yang basah, "Maafkan aku El, apa masih terasa sakit?"


"Sedikit...emm tidak, maksudku sudah tidak sesakit tadi..."


Erland tersenyum miring, dia mengerti Eliana ingin melanjutkan percintaan ini, rasa sakit itu tidak sebanding dengan rasa penasarannya, senikmat apakah rasa penyatuan itu.


"Ahhh...Er...ahhhh..." Des@h Eliana, merasakan Erland bergerak masuk semakin dalam. Dia terus mendes@h nakal di setiap gerakan keluar masuknya sang jantan.


Erland semakin semangat untuk terus bergerak dengan begitu gagah, dia tidak menyangka rasanya begitu candu, tidak tau akan senikmat ini, dia menegakan badannya, membuka lebar kedua pangkal paha Eliana, tindakan itupun semakin membuat Eliana melambung tinggi rasanya semakin dalam semakin nikmat.


"Ahhh... nikmat sekali El..." Erland sudah tak bisa berkata apa-apa lagi selain dari kata nikmat karena rasanya sungguh luar biasa, membuat jiwanya seakan terbang melayang bebas. Erland semakin bergerak liar, membungkukan kembali badannya menyambar bongkahan indah di dada Eliana, memainkan area puncaknya sampai basah.


"Emmmhh...ahhh...Er!" Eliana semakin menjadi merasakan kenikmatan di daerah dada dan bawahnya, dia ikut bergerak liar dan tangannya merem@s rambut Erland.

__ADS_1


Mulut Erland melepaskan nippl3 Eliana yang begitu basah, dia masih bergerak dengan begitu gagah sambil mencium bibir Eliana, Eliana menyambut ciuman itu, saling berperang lidah. Eliana meremang merasakan ada yang akan keluar di dalam dirinya seiring dengan gerakan Erland yang begitu s3ksi berada diatasnya.


"Er...aku... aku... aaahhh.."


Erland mengerti, dia semakin mempercepat temponya, bergerak semakin liar, Eliana semakin mend3sah karena ulahnya.


"Owhh... Erland...emmm... aahhh..." Erangan panjang menandakan Eliana sudah mencapai puncaknya. Tubuhnya bergetar hebat dengan wajah yang begitu menggoda, Erland pastikan akan sering melihat raut wajah Eliana seperti itu di hari-hari kedepannya.


"Ahhh...Er..." Eliana yang mulai lemas ter@ngsang kembali dengan gerakan lidah di bulatan indah dadanya, bahkan dia ikut bergerak mengimbangi gerakan Erland.


Eliana memandangi wajah tampan Erland yang begitu menikmati percintaan dengannya pagi ini, entah sampai kapan dia akan terus memompa tubuhnya, dia begitu kuat sekali, bahkan Eliana kini merasakan pelepasan lagi, dia mengerang panjang seakan tubuhnya tersengat belut listrik di bawah sana, "Aaahhhh....Er-landhhh..."


Erland masih kokoh menguasai tubuhnya untuk mengarungi surga dunia, sungguh tak bisa dijabarkan kenikmatannya, masih ingin berada disana dalam waktu yang lebih lama lagi, namun dia tidak tega melihat Eliana yang sudah lemas karena ulahnya. Erland semakin bergerak dengan cepat, menghantam semakin dalam dan lebih dalam lagi.


"Aahh... " Eliana mendes@h memeluk punggung pria itu membenamkan kepalanya di dada Erland yang bidang.


"Aaahhhh..." Erland mengerang panjang menyemburkan b3nih cintanya ke dingin rahim Eliana, berharap akan hadir buah cinta mereka.


Erland terengah-engah, membenamkan kepalanya di ceruk leher Eliana, memeluk erat tubuh itu, keringat telah membasahi kedua tubuh itu, Erland membiarkan kedua milik mereka terlepas dari penyatuan mereka, rasanya melelahkan namun begitu candu dan ketagihan, menginginkannya untuk mengulangi lagi percintaan ini.


...****************...

__ADS_1


...Otw ngadem di bawah AC 😁...


__ADS_2