
Di sepanjang perjalanan menuju pulang, Juan terus saja melirik sebuah kalung yang bentuknya sama seperti yang dia berikan kepada nyonya Vera.
Juan sadar selama ini dia belum pernah memberi apapun untuk ibu kandungnya, karena itu saat dia membeli kalung untuk nyonya Vera, dia jadi teringat pada ibu kandungnya sendiri. Dia ingin sekali memberikan kalung itu, namun dirinya masih merasa canggung untuk bertemu Bu Darmi.
Drrrttt....Drrrttt...
Ponsel Juan bergetar, dia mendapatkan pesan dari wanita yang dinamai Gadis Kecil itu.
[Om, aku mau pemintaan aku yang ketiga sekarang. Temui aku di Mini Market Sky]
Juan mengkerutkan keningnya, karena dia tau Mini Market Sky itu dekat sekali dengan rumah dan restoran Bu Darmi. Tapi karena dia sedang santai dan ingin segera menebus hutangnya pada gadis kecil itu, Juan terpaksa mengiyakan.
Sampai akhirnya, dia bertemu dengan Diana di depan Mini Market. Dia memarkirkan mobilnya di depan Mini Market.
Ya Diana rasa ini waktu yang tepat untuk mempertemukan Juan dengan Bu Darmi.
"Apa kita akan makan disini?" tanya Juan begitu duduk di kursi yang tersedia di depan mini market, dia duduk di samping Diana.
"Bukan, tapi direstoran ibuku."
__ADS_1
"Keluarga kami sangat unik. Kami berempat bisa hidup bahagia tanpa ada ikatan darah. Ayah dan ibu sudah lama menikah tapi tidak memiliki anak juga dari hasil pernikahan mereka, sementara aku adalah anak dari teman ayahku. Dan kakakku adalah anak dari yang ayah ibu tolong."
Awalnya Juan tidak tertarik mendengarkan cerita Diana, tapi dia merasa teringat dengan saat dia sedang membaca informasi tentang Erland. Hampir sama ceritanya dengan keluarga Erland tak lain apalah keluarga ibu kandungnya.
"Sebenarnya ibu memiliki seorang putra di pernikahan sebelumnya, tapi karena keadaan membuat dia harus kehilangan putranya. Diam-diam dia selalu memperhatikan putranya dari kejauhan. Bahkan dulu saat aku masih kecil, saat aku pulang sekolah, ibu datang menjemputku dan selalu mengajak aku untuk melihat putranya."
"Ibu sering menangis sambil memeluk foto putranya. Ibu sangat menyayanginya, dan berharap ada keajaiban untuk membuat putranya bisa kembali padanya."
"Namun dia tidak pernah ingin memperlihatkan kesedihannya itu di depan orang lain termasuk keluarganya sendiri. Itulah hebatnya ibu kami."
Mata Juan berkaca-kaca mendengarnya, mengapa cerita Diana mengingatkan kisahnya dengan Bu Darmi.
Juan terlonjak begitu mendengar ucapan Diana. Dulu dia memang tidak begitu memperhatikan wajah Diana saat melihat semua data tentang keluarga Erland karena menurutnya tidak penting.
Diana segera berdiri, dia mengulurkan tangannya pada Juan.
"Mau kah ikut bersama aku om? Aku ingin kita makan malam di restoran RG. Itulah adalah permintaan ketiga ku." ajak Diana sambil tersenyum tipis.
Juan nampak bimbang karena dia belum siap bertemu ibu kandungnya.
__ADS_1
"Nama om adalah Rega, karena itu ibu memberi nama restoran dengan nama RG."
Juan tersentuh sekali dengan ucapan Diana. Dengan ragu-ragu dia meraih uluran tangan Diana tanpa berkata sepatah katapun.
Diana tersenyum, Diana membawa Juan ke restoran RG dengan menyebrangi jalan.
Diana melepaskan tangan Juan begitu melihat Bu Darmi yang berada di luar restoran habis mengantarkan Rizal yang baru saja pulang dari restoran.
Bu Darmi dan Juan nampak mematung dan saling menatap dengan mata berkaca-kaca.
Juan tak bisa membendung air matanya, dia melangkah dengan cepat memeluk ibu kandungnya. "Ibu."
Ibu? Alangkah bahagianya saat anak yang sangat dia rindukan tiba-tiba memeluk dan memanggilnya ibu. Seakan semua ini terasa mimpi bagi Bu Darmi.
Tangisan Bu Darmi pecah, dia memeluk Juan dengan perasaan bahagia dan penuh haru.
...****************...
...Jika ada yang bertanya kepada saya, siapa yang sering berbohong? Saya pasti jawab ibu, mengapa? Karena ibu selalu mengatakan dia baik-baik saja walaupun hatinya terluka....
__ADS_1
...Tinggal beberapa Bab lagi menuju End 😁...