
Erland menemui Juan di cafe yang dijanjikan. Mereka duduk berhadapan dengan hanya terhalangi meja.
"Untuk apa kamu menyuruh aku kesini?" tanya Erland, dia tidak ingin basa basi.
Juan tidak langsung menjawab, dia berpikir sejenak. Apa dia yakin dengan apa yang akan dia lakukan saat ini, tapi dia rasa lebih baik dia bertindak lebih cepat. "Aku ingin kamu memenuhi janjimu itu, menghancurkan papaku."
Erland tercengang mendengarnya, bagaimana bisa ada seorang anak ingin menghancurkan papanya sendiri. "Sungguh aneh, bagaimana bisa ada seorang anak..."
Juan memotong perkataan Erland, "Aku bukan anaknya."
Erland semakin tercengang, lebih mengejutkan lagi mengapa Juan harus jujur padanya mengenai hal itu, padahal dia tau Juan membenci dirinya.
Juan berbicara begitu santai, "Aku mencintai El dari dulu, bahkan aku sangat hapal apa saja yang dia suka dan apa yang dia tidak suka. Namun hubungan kami menjadi renggang gara-gara papanya meninggal, dan dia selalu bersikap dingin padaku sampai sekarang, saat aku menyatakan perasaanku dia menolak perasaanku dengan alasan aku adalah anak dari Mario, bahkan dia bilang dia tidak sudi memberikan hati dan raganya untukku."
Erland tidak mengerti, mengapa Juan harus berterus terang soal ini padanya. "Aku rasa itu tidak ada hubungannya denganku, tapi aku pikir wajar saja jika El tidak bisa membalas cintamu karena yang dia tau kamu adalah anaknya."
Juan terkekeh mendengarnya, "Lalu bagaimana jika ternyata kamu adalah anak dari Mario? Apa kamu sanggup menghancurkan papamu sendiri dan bagaimana caranya kamu bisa menghadapi Eliana yang sudah bersumpah tidak akan pernah mau memberikan hatinya pada anak Mario?"
Erland malah tertawa kecil, dia pikir perkataan Juan itu terbilang konyol. "Itu tidak masuk akal sama sekali."
__ADS_1
"Papa memiliki seorang anak yang seusia denganku, namun anaknya di culik. Saya rasa penculiknya itu adalah ayah angkatmu, Riko. Bahkan dia juga yang menculik Eliana 13 tahun yang lalu."
Erland terkejut mendengarnya, tapi dia yakin bahwa dia bukan anak dari Mario. "Bukan berarti aku anaknya." Erland menyangkal, betapa hancurnya dia jika tau ternyata dia adalah anaknya Tuan Mario.
Juan memberikan sampel rambut Tuan Mario di dalam plastik putih, "Lakukan lah tes DNA jika kamu ingin tau kebenarannya.
Erland menatap tajam pada Juan, "Tidak perlu. Aku bukanlah anak dari bajingan itu."
"Karena itu lakukan lah tes DNA untuk membuktikannya." Juan mempertegas ucapannya.
Erland terpaksa mengambil sampel rambut itu agar Juan diam "Oke, aku yakin aku bukanlah anaknya."
"Namun jika terbukti kamu adalah anaknya Mario, tinggalkan El. Aku yakin dia akan menerimaku jika tau keberanannya. Dan dia tidak akan pernah sudi untuk memberikan hatinya pada anak Mario. Kamu urus saja urusanmu dengan papamu itu, dan aku akan melindungi El."
Namun bagaimana jika ucapan Juan benar, bagaimana jika ternyata benar dia adalah anaknya dari Tuan Mario. Betapa kejamnya dunia ini jika itu terjadi.
Bahkan saat Erland tiba di rumah sakit pun, kakinya terasa berat untuk melangkah, dia sangat takut jika ternyata dia adalah anaknya dari manusia berhati monster itu.
Bagaimana dia menghadapi Eliana nanti? Dia tidak akan sanggup jika harus kehilangan Eliana, dia berharap Tuhan masih sayang padanya, memberikan keajaiban untuknya.
__ADS_1
"Tuan..."
Kata itu mengagetkan lamunan Erland. Erland baru sadar dia berada di depan ruangan ICU.
"Bagaimana keadaan El, Miss?" Tanya Erland dengan tatapan kosong.
"Nona sudah siuman, tapi..." Miss Bona tidak kuasa meneruskan perkataannya.
"Tapi kenapa?"
Miss Bona mengatakannya dengan mata berkaca, "Dokter bilang Nona El mengalami amnesia sementara."
"Amnesia?" Erland membulatkan matanya.
"Luka di kepala nona El lumayan cukup parah." Dokter Bimo bilang ingatan Eliana akan kembali dengan sendirinya, paling cepat satu minggu atau mungkin bisa sampai berbulan-bulan.
Erland segera masuk ke dalam menemui Eliana, dia melihat Eliana sedang duduk di atas brankar, dia tersenyum manis padanya, tatapannya begitu lembut, jauh berbeda dengan Eliana yang dia kenal. "Apa kamu suami aku?" tanyanya.
Eliana melihat foto pernikahan dia dan Erland yang diberikan Miss Bona padanya. "Wah ternyata benar, kamu suami aku." Eliana berseru sambil tersenyum ceria menatap Erland, rupanya Erland jauh lebih tampan di bandingkan fotonya.
__ADS_1
Erland hanya diam, dia memandangi Eliana, matanya berkaca-kaca.
El, apa yang harus aku lakukan jika ternyata di tubuhku ini ada darah monster yang mengerikan? Aku berharap itu tidak benar, aku tidak bisa jika amnesia kamu sembuh dan kamu tau kebenarannya, kamu akan membenciku dan meninggalkan aku.