Terjerat Hasrat Ceo Cantik

Terjerat Hasrat Ceo Cantik
66


__ADS_3

"Ada apa kamu menyuruh aku datang kesini?" tanya Tuan Mario pada Erland begitu dia duduk berhadapan dengan Erland.


Erland tak langsung menjawab, dia memandangi wajah pria yang baru diketahui ayah kandungnya itu, "Bukankah anda memiliki kekayaan yang begitu besar, tapi mengapa harus mengincar Alaska?"


Tuan Mario tidak ingin menjawabnya, dia malah meminum minuman yang tersedia disana dengan santai.


"Apa kau tau, aku memiliki rahasia terbesarmu." ucap Erland dengan tersenyum samar.


Tuan Mario terhenyak, dia tidak mengerti rahasia besar apa maksud Erland, sampai pria itu percaya diri sekali mengatakannya.


"Aku tau keberadaan putra kandungmu." Erland mengatakannya sambil menyeringai.


Tuan Mario terkejut mendengarnya, dari mana Erland tau mengenai anak kandungnya, padahal yang tau masalah ini hanya dia dan asisten Ken, sementara para pengawal yang tau masalah itu ditembak mati semua kala itu.


"Jangan bicara omong kosong. Anakku, Juan Wiliam, dia ada bersamaku." Tuan Mario mengatakannya sambil menatap tajam pada Erland. Hatinya bertanya-tanya darimana Erland tau masalah sebesar itu, tidak mungkin asisten Ken yang mengatakannya, apa mungkin Erland berasal dari keluarga penculik?


Tuan Mario tidak mencurigai Erland anaknya karena di data yang diberikan asisten Ken kepada Tuan Mario mengenai Erland itu palsu sampai tanggal kelahirannya pun dipalsukan. Padahal Tuan Mario sangat mempercayainya.

__ADS_1


Erland terkekeh, dia mengunyah makanan disana dengan santai, padahal dia tau semua itu dari Juan, tapi dia tidak akan mengatakannya, "Tapi aku tau dia bukan anakmu. Apa kau tau anakmu hidup dalam penderitaan karena ulahmu."


Tuan Mario mengepalkan tangannya, dia bangkit, menghampiri Erland dan mencengkram kerah baju Erland. "Katakan dimana dia? Putraku?"


Dari tatapan dan amarahnya, Erland baru tau apa kelemahan seorang Mario, ternyata putra kandungnya, dia sendiri lah kelemahan sang penjahat yang tidak memiliki hati nurani itu.


"Aku akan memberitahu anda suatu saat nanti, tapi aku tidak yakin apa dia akan menerimanya, dia pasti terpukul, memiliki ayah sepertimu baginya pasti sangat menyakitkan." Erland mengatakannya dengan mata berkaca-kaca.


Tuan Mario melepaskan cengkeramannya begitu mendengar ucapan Erland dan tatapan matanya begitu membuat dirinya terasa ada yang aneh pada dirinya.


"Karena itu jangan pernah menyakiti Eliana apalagi berniat membunuhnya, dan jangan membunuh orang lain lagi. Jika anda mengingkarinya, maka aku pastikan anda akan melihat dengan mata kepala anda sendiri bagaimana anakmu mati dengan cara mengenaskan."


Bugh...


Dia memukul wajah Erland sampai Erland terjatuh ke lantai. Tak puas disitu saja, dia terus memukul wajah Erland dengan brutal.


Bugh...

__ADS_1


Bugh...


Bugh...


"Dimana anakku, brengsek!"


"Katakan dia mana dia!"


"Aku akan membunuhmu jika kamu kamu berani menyakitinya!"


Erland tak melawannya, dia hanya menahan tangan Tuan Mario dan membalikkan posisi sehingga Tuan Mario terjungkal ke lantai, Erlan ingin membalas pukulan itu tapi dia menahannya dengan nafas yang begitu berat, dia tidak mungkin memukul ayahnya sendiri, itu yang membuat dia tersiksa.


Tuan Mario tidak mengerti mengapa Erland tidak jadi memukulnya.


Erland segera berdiri, dia merapikan pakaiannya nyang berantakan, dan mengambil tisu untuk menyumpal darah yang keluar dari hidungnya.


Erland tak berkata apapun lagi, dia memilih pergi meninggalkan Tuan Mario, Tuan Mario hanya diam ditempat, sikap Erland sungguh membuatnya bingung.

__ADS_1


Sampai di basement, di dalam mobil, Erland tak bisa menahan air matanya, baru kali ini dia menangis seperti ini, semua yang dialami begitu menyakitikan baginya, sangat sulit baginya untuk menerima kenyataan semua ini. Apa ini hukuman baginya karena memiliki ayah seorang penjahat seperti Mario.


__ADS_2