
[Aku dan keluargaku sudah berada di Jepang.]
Miss Bona mendapatkan pesan dari Rizal, dia dan Rizal memang belum bertemu karena Miss Bona harus mengurus Eliana di rumah sakit, karena itu dia meminta detektif Lim untuk menanganinya.
Miss Bona tau Rizal pasti diincar juga oleh Tuan Mario, karena itu dia ingin Rizal dan keluarganya berada di tempat yang aman, tentu saja di dampingi beberapa bodyguard.
Rizal memang tidak ingin bercerita pada Erland mengenai ini setelah tau ternyata dia saksi yang melihat langsung bagaimana sebuah truk menabrak mobil sedan milik Tuan Adnan. Itu karena dia tidak ingin Erland mengkhawatirkannya dan berada dalam bahaya karenanya.
Begitu juga Miss Bona, dia begitu patuh pada Eliana, tidak bisa bercerita tanpa mendapatkan persetujuan dari sang nona.
...****************...
Erland teringat dengan pesan dari Miss Bona bahwa Tuan Mario tidak boleh tau bahwa Eliana Amnesia, itu akan menjadi senjata baginya untuk meminta penggantian posisi CEO. Karena yang namanya amnesia tidak akan tau kapan akan pulih ingatannya.
Sementara Eliana sama sekali tidak ingat apapun tentang dirinya, bahkan dia tidak bisa mengingat Miss Bona yang selalu menemaninya. Walaupun begitu Miss Bona sudah mengenalkan dirinya sebagai asisten pribadi Eliana, dan dia juga menunjukkan foto Erland pada Eliana, dia ingin Eliana tau bahwa dia sudah menikah, karena dia tau Eliana memiliki perasaan pada Erland, dan juga hanya Erland yang bisa membantu Eliana saat ini.
__ADS_1
Karena itu mereka memiliki strategi untuk berpura-pura Eliana masih terbaring koma di ruang ICU, padahal Erland membawa Eliana pulang ke mansionnya, memilih mendapatkan perawatan khusus di Mansion, walaupun kondisi Eliana masih lemah, belum kuat untuk berjalan, tapi inilah yang terbaik yang bisa di lakukan Miss Bona dan Erland untuknya.
"Biarkan saya bertemu dengan El, saya ingin melihatnya sekali saja." ucap Tuan Mario, dia merasa kesal karena para bodyguard disana melarangnya untuk bertemu El di ruang ICU.
"Maaf Tuan, kami tidak bisa mengizinkannya siapapun untuk menemui nona El." kata salah satu bodyguard disana.
"Aku sudah menganggap El sebagai anakku sendiri." Tuan Mario mendengus kesal karena dia ingin sekali memastikan bagaimana keadaan Eliana saat ini, dia berharap gadis itu secepatnya pergi ke akhirat.
Bukan hanya Tuan Mario, Juan pun sama, dia tidak diberi izin untuk menengok Eliana di ruang ICU, padahal dia sangat mengkhawatirkan gadis itu.
Padahal saat ini Eliana baru tiba di mansionnya, Eliana terperangah begitu melihat besarnya tempat tinggal dirinya, seperti sebuah istana. Apakah dia sekaya itu? Pikirnya.
Erland menggendong Eliana gaya bridal style begitu keluar dari mobil karena kaki Eliana masih kaku akibat koma selama satu minggu.
Pria itu begitu gagah menggendong dirinya membawanya masuk ke dalam mansion, lalu berjalan menaiki anak tangga.
__ADS_1
Jantung Eliana berdegup kencang memandangi pria tampan yang menggendong dirinya, dia yakin walaupun dia belum ingat apapun tentang Erland tapi hatinya tidak melupakan perasaannya pada pria itu. Namun kenapa pria yang menjadi suaminya itu sikapnya begitu dingin padanya?
Erland membaringkan tubuh Eliana di atas kasur, Erland tidak kuasa untuk menatap Eliana, "Lebih baik kamu istirahat, aku harus..."
Erland tidak meneruskan perkataannya karena Eliana tiba-tiba bangkit, terduduk di atas kasur, dia memegang tangan Erland. "Aku tau kamu pasti kecewa karena aku belum bisa mengingat kamu, maafkan aku. Tapi aku akan berusaha untuk mencoba mengingat semua kenangan kita dan menjadi istri yang baik buat kamu." Eliana mengatakannya dengan sambil tersenyum menatap teduh pada Erland.
Eliana meletakkan telapak tangan Erland di dadanya, "Percayalah walaupun aku belum bisa mengingat kamu tapi rasa cintaku selalu ada disini."
Hati Erland penuh tanda tanya. Benarkah Eliana mencintainya? Tapi bagaimana jika nanti hasil DNA itu menyatakan dia anak dari Tuan Mario, akankah Eliana masih mencintainya?
Erland duduk di samping Eliana, dia mengusap wajah Eliana dengan lembut, Eliana tersenyum manis memegang tangan Erland yang menyentuh pipinya. Perlahan Eliana mengecup bibir Erland, membuat Erland terperangah dibuatnya.
"Jangan bersikap dingin lagi padaku. Apalagi berpikir untuk meninggalkan aku. Karena hanya kamu yang aku punya. Aku akan terus berusaha untuk mengingat semua kenangan tentang kita."
Mata Erland berkaca-kaca mendengarnya, dia memandangi Eliana, lalu meriah tengkuknya, menyatukan kedua bibir mereka, Eliana membalas ciuman Erland dengan senang hati, karena dia tau pria yang menciumnya itu adalah suaminya.
__ADS_1
Mereka saling memagut bibir dengan begitu mesra dengan segala rasa cinta yang bergelora di dalam dada.
Boleh kah aku egois, aku ingin kamu jadi milikku El. Aku tidak ingin kehilangan kamu. Hatiku sudah terjerat olehmu.