
Erland segera dilarikan ke rumah sakit, karena lukanya cukup parah membuat dia dalam keadaan kritis.
Eliana nampak mondar mandir di luar ruangan operasi, dengan hati gelisah, cemas, dan sedih bercampur jadi satu. Dia tak bisa membendung lagi air matanya yang mengalir deras begitu saja.
"Nona El, nona baik-baik aja kan?" tanya Miss Bona yang baru saja datang. Dia sangat mencemaskan sekali keadaan sang nona.
"Aku baik-baik aja Miss, tapi Erland Miss..." Eliana tidak sanggup meneruskan perkataannya, hatinya sungguh sangat sakit melihat kepada Erland.
Miss Bona membiarkan Eliana memeluknya karena dia pasti butuh sekali tempat untuk dia bersandar.
Sementara di rumah sakit yang berbeda, nyonya Vera sudah sadarkan diri, dia berbicara dengan serius dengan Tuan Mario mengenai perkataan Juan. Karena itu Juan memilih menghindar untuk tidak bertemu dengan tuan Mario, setelah mengetahui keadaan nyonya Vera baik-baik saja.
Nyonya Vera menangis memukul-mukul dada suaminya. Dia masih belum bisa bangkit dari brankar "Tega kamu Pah, selama ini kamu sudah menipu aku."
"Ma!" Tuan Mario menahan tangan Nyonya Vera.
"Lalu dimana Juan anak kandungku? Dimana anak kita Pah?" Nyonya Vera bertanya seperti itu sambil menangis, bayangkan saja dia sudah 24 tahun ditipu oleh suaminya.
"Anak kita diculik, sampai sekarang aku belum menemukanya, ini demi kebaikan kamu makanya aku melakukan ini semua."
"Dengan cara memisahkan Juan dengan ibu kandungnya?" Nyonya Vera mengatakan itu dengan memegang dadanya yang terasa begitu sesak, dia seorang ibu, dia pasti tau bagaimana rasanya sedih berpisah dengan anaknya.
__ADS_1
"Benar-benar gak punya hati kamu Pah."
Tuan Mario hanya diam, dia mendadak lemah jika berada di hadapan istrinya.
Drrrrttt...Drrrrttt...
Tuan Mario mendapatkan pesan dari Zerad.
[Riko telah ditangkap polisi. Dan Erland saat ini membutuhkan donor darah.]
Erland kekurangan banyak darah, stok darah yang cocok untuknya yang ada di rumah sakit terbatas. Entah mengapa hati Tuan Mario menjadi gelisah, dia sangat mencemaskan Erland padahal belum terbukti bahwa dia adalah anaknya.
Nyonya Vera hanya memalingkan wajahnya, dia tidak ingin melihat wajah itu, telah mengecewakannya.
Setelah Tuan Mario pergi, Juan akhirnya bisa menemui nyonya Vera, dia menangis dan memohon ampun. "Maafkan aku Ma, aku tidak tau kalau kejujuran aku akan membuat mama seperti ini."
Nyonya Vera hanya diam, dia memandangi Juan, orang yang dia sayangi dengan sepenuh hatinya, rupanya bukan anak kandungnya. Lalu dia memeluk Juan, menepuk-nepuk punggungnya. "Bagi mama, kamu adalah anak mama. Jadi jangan pernah merasa canggung. Kamu bukan Juan palsu, gak ada yang palsu di dirimu, nama itu pantas untukmu."
Juan semakin terisak, dia mengeratkan pelukannya memeluk sang mama. Inilah alasan dia belum sanggup memenjarakan Tuan Mario karena dia mencemaskan keadaan nyonya Vera.
...****************...
__ADS_1
Eliana tidak sengaja melihat Tuan Mario berada di rumah sakit tempat Erland dirawat, tentu saja dia kelihatan marah sekali mengingat apa yang telah dilakukan Tuan Mario sampai menyuruh Riko untuk membunuhnya, juga pengakuan Riko yang bilang bahwa dia disuruh Tuan Mario untuk membunuh papanya.
"Mau apa anda kesini? Apa untuk memastikan kami hidup atau tidak?" Eliana mengatakannya dengan nada tinggi.
Tuan Mario tak menjawab, dia hanya menatap dingin pada Eliana.
"Aku memang belum mendapatkan bukti saat ini, tapi aku pastikan hidup anda akan hancur, anda akan membusuk di dalam penjara." Eliana mengatakan itu sambil mengepalkan tangannya, menahan segala amarahnya.
Tuan Mario pura-pura tidak mengerti dengan ucapan Eliana, "Om tidak mengerti dengan apa yang kamu tuduhkan ke om, El."
Lalu ada seorang perawat datang menghampiri mereka, "Anda bisa mendonorkan darah untuk saudara Erland karena darah anda cocok sekali dengannya." katanya pada Tuan Mario.
Perkataan perawat itu membuat Eliana seperti dihantam benda yang sangat keras, rasanya seperti dia tersambar petir yang begitu dahsyat.
Mengapa Tuan Mario mendonorkan darahnya untuk Erland? Mengapa darah mereka bisa cocok?
Bukan hanya Eliana, Tuan Mario juga tercengang begitu mengetahui darahnya cocok dengan Erland.
Tidak mungkin!
Apa mungkin memang benar, om Mario adalah ayah kandung Erland!
__ADS_1