Terjerat Hasrat Ceo Cantik

Terjerat Hasrat Ceo Cantik
94


__ADS_3

Jika ada tetangga yang bertanya mengapa ada mobil yang bergoyang? Katakan kepadanya ada seseorang yang sedang bercinta di dalam sana. Melepaskan seluruh hasrat yang menggebu di dalam jiwa.


Malam ini Eliana yang mendominasi, wanita itu bergerak indah seakan sedang berpacu kuda, turun naik dengan sempurna, dia memegang kedua bahu Erland yang duduk di atas kursi mobil bagian depan.


"Ahhh.... terus sayang." Erland mengerang penuh rasa nikmat sambil memegang pinggang Eliana, membantunya untuk terus bergerak di pangkuannya.


Erland mencium bibir Eliana, menyesap bibirnya dengan begitu n@fsu lalu ciuman itu pindah ke leher, menenggelamkan kepalanya di leher Eliana sambil terus menyesapnya.


"Emmhhh...ahhh....Erland." Eliana semakin mendes@h ketika Erland mulai menyesap buah dadanya secara bergantian.


Erland malah semakin rakus melahap bongkahan indah di dada Eliana itu. Menekan punggung Eliana sehingga dia semakin leluasa menyedotnya, persis seperti seorang bayi yang sudah lama tidak disusui.


Sementara itu, di dalam kamar Diana sedang sibuk mencari ponselnya, "Kemana hapeku?"


Sepertinya ponselnya ketinggalan di dalam mobil, Diana bergegas keluar kamar lagi, dia berjalan menuju ke luar rumah.


Diana terkejut begitu melihat ada mobil yang terus bergoyang-goyang, "Ada apa dengan mobil itu?" Diana merinding memikirkannya.


"Apa jangan-jangan di dalamnya ada hantu? Tapi kak El dan kak Erland kemana?" Diana berjalan perlahan sambil ketakutan untuk mendekati mobil itu karena harus membawa ponselnya.


Namun dia dikejutkan oleh seseorang yang menarik tangannya, orang itu malah membawanya masuk kembali ke dalam rumah.


"Om Juan?" Diana hampir saja menjerit begitu melihat siapa orang yang sedang menarik tangan dirinya.


"Ini sudah malam, untuk apa kamu keluar rumah?"


"Emm... aku sedang mencari hape om, kayaknya ketinggalan di mobil deh. Tapi aku kaget kenapa mobil itu terus bergoyang." Diana mengatakan sambil merinding.


Dasar pasangan bucin. gerutu hati Juan.


"Tapi kayaknya kak Erland dan Kak El masih di dalam deh. Soalnya disini gak ada, tapi apa yang mereka lakukan?"


Wajah Juan memerah memikirkannya, dia terbangun dari tidurnya karena kebelet ingin ke kamar mandi. Setelah itu dia teringat ponselnya yang ngedrop, tadinya mau mengambil charger di dalam mobilnya tapi tidak jadi begitu melihat mobil Erland bergoyang.

__ADS_1


"Mungkin mereka lagi berantem."


Diana teringat dengan Erland yang bilang padanya ada yang ingin Erland bahas pada Eliana, mungkin saja bahasan itu yang membuat keduanya bertengkar, apa mereka bertengkar begitu hebat sampai mobilnya bergoyang seperti itu.


"Apa mereka berantemnya begitu hebat sampai mobil bergoyang seperti itu?"


Juan malah menyentil kening Diana, "Ish... anak kecil gak boleh tau. Mending tidur gih."


Diana memegang keningnya yang disentil oleh Juan, dia menatap kesal pada Juan "Kenapa gak om saja yang tidur?"


"Iya ini juga mau masuk kamar."


"Ya udah, aku juga sama."


Juan dan Diana segera berjalan ke kamar masing-masing. Namun Juan teringat sesuatu yang ingin Juan katakan pada Diana, dia berjalan menghampiri Diana yang akan membuka pintu kamarnya.


"Sejak kapan kamu tau aku anak ibukku?"


Diana tidak jadi masuk ke dalam kamar, "Emm... semenjak pertemuan pertama kita."


"Itu artinya makanan yang kamu berikan sama aku adalah masakan Ibuku?"


"Iya om."


Juan menghela nafas ketika di panggil om oleh Diana, "Aku ini seumuran dengan Erland, jadi harus memanggil aku kakak juga."


"Gak mau ah, aku sudah terlanjur nyaman panggil om Juan. Selamat malam om." Diana menjulurkan lidah seakan meledek Juan, lalu hendak masuk ke dalam kamar tapi Juan menahannya lagi.


"Tunggu dulu Diana!"


"Kenapa om?"


Juan menatap Diana dengan tatapan lembut, "Tolong jaga ibu dengan baik."

__ADS_1


"Memangnya om mau kemana?"


"Aku ada bisnis di Amerika. Karena itu tolong jaga ibu, aku pasti akan sering berkunjung kesini."


Entah mengapa hati Diana merasa sedih mendengarnya, mungkin karena dia telah memiliki perasaan kepada pria dewasa itu. "Baiklah, tanpa om perintah pun aku pasti akan menjaga ibu dengan baik."


"Terimakasih Diana." Juan lega mendengarnya.


"Aku juga akan menunggu om pulang melamar aku." Diana mengatakannya dengan nada bercanda.


Juan tertawa kecil mendengar candaan Diana, "Baiklah tumbuh dewasa dulu kalau begitu."


...****************...


Setelah saling melepas hasrat di dalam mobil, Erland dan Eliana tidur terpisah kembali, Eliana masuk ke kamar dua. Sementara Erland masuk ke kamar tiga.


Erland melihat Juan yang lagi duduk memainkan ponselnya "Bukannya kamu kamu sudah tidur?"


"Iya tapi tadi terbangun."


Juan menatap Erland dengan tatapan serius. "Aku sudah berpamitan sama mama dan ibu."


"Memang nya kamu mau kemana?"


"Aku mau menjalankan bisnis bersama asisten Ken di Amerika, sekali-kali aku akan pulang."


"Hmm.... padahal baru saja kita berkumpul." Erland sangat menyayangkan itu tapi bagaimana pun Juan juga berhak menata masa depannya sendiri.


"Aku harap bisnis kamu sukses, dan sering berkunjung kesini."


"Tentu saja."


"Dan jangan sampai kamu menyakiti El, aku akan merebutnya jika kamu menyakiti El." canda Juan sambil terkekeh.

__ADS_1


"Tenang saja, aku akan selalu membahagiakan dia."


__ADS_2