
Tuan Mario menodongkan pistol ke arah kepala Erland. Dia menekan pelatuknya, beralih mengarahkannya ke bawah sampai peluru itu melesat dengan bebas menembus kulit perut Erland.
Dor...
Suara tembakan memekakkan telinga, beriringan dengan darah yang keluar dari perut Erland, begitu terasa ngilu dan perih. Erland masih tetap berdiri, dia sudah pernah merasakan terluka, karena itu dia mencoba untuk tetap tenang walaupun perutnya terasa sangat sakit.
Tuan Mario sengaja tidak langsung membunuh Erland karena ada hal yang harus dia pastikan mengenai anak kandungnya.
"Cepat katakan dimana putraku? Maka aku tidak akan membunuhmu." Tuan Mario masih menodongkan pistol ke arah kepala Erland. Dia mencoba untuk bernegoisasi bersama Erland.
Erland terkekeh mendengar semua itu, seakan dunia sedang mengajak bercanda, mengapa dia harus bernasib seperti ini. "Lepaskan Eliana maka aku akan beritahu dimana putramu!" Erland menekan perutnya yang terluka dengan tangannya sampai telapak tangan itu bersimbah darah.
__ADS_1
Lalu Zerad datang, dia memberikan beberapa berkas informasi mengenai Erland, Zerad takut Erland adalah anaknya Tuan Mario karena itu dia terburu-buru memberikan berkas itu pada Tuan Mario, apalagi dia tau sekali wajahnya Black, ternyata Black adalah Riko, anak dari orang yang telah dibunuh secara sadis oleh Tuan Mario, dan Riko juga adalah ayah angkatnya Erland, Erland lahir dihari yang sama dengan anak kandungnya Tuan Mario.
Zerad adalah pengganti asisten Ken, saat ini Asisten Ken sedang berada dalam pencarian karena tiba-tiba pergi begitu saja, Juanlah yang melepaskan Asisten Ken dan membantu mencarikan tempat untuk asisten Ken dan anak istrinya bersembunyi, di Amerika sana, karena dia tau pada akhirnya semuanya akan terbongkar, Juan tidak ingin Asisten Ken terluka.
Tuan Mario tercengang begitu melihat data tentang Erland, apalagi saat tau Black adalah ayah angkat Erland dan Black juga ternyata yang menculik Eliana dulu, dia berfirasat yang tidak enak hati karena Erland lahir di hari yang sama dengan putranya. Datanya jauh berbeda dengan yang pernah Asisten Ken berikan.
"Tidak mungkin, mengapa datanya sangat berbeda." Tuan Mario mengatakan itu dengan tangannya yang gemetaran sampai tak sengaja pistol itu jatuh ke lantai.
"Bukankah aku sudah bilang jika anda menyakiti Eliana maka anda akan melihat anak anda mati dengan cara mengenaskan!" Erland mengatakan itu sambil mengarahkan pistol ke kepalanya sendiri.
...****************...
__ADS_1
Eliana tersadar dari pingsannya, dia terkejut menyadari dirinya berada di sebuah gudang tua dengan posisi tangan dan kakinya terikat di atas kursi.
"Shhhh..." Dia sedikit meringis merasakan pusing dikepalanya akibat pukulan keras yang dilakukan Black dengan balok kayu, membuat kepalanya terluka.
Eliana tidak mengerti mengapa dia ada disana, ingatan terakhirnya adalah saat dia berada di hutan green forest untuk menyurvei hutan itu, tapi mengapa tiba-tiba dia di sekap di gudang tua itu.
Eliana sangat ketakutan sekali, penyekapan ini mengingatkannya pada penculikan 13 tahun yang lalu, membuat nafasnya terasa begitu berat, seperti kehilangan oksigen, begitu sesak. Sampai tubuhnya mengigil.
Dia mendengar suara langkah seseorang, dia membulatkan matanya saat melihat orang yang dulu menculiknya kini berada di hadapannya.
Er, kamu dimana? Tolong aku!
__ADS_1
Riko cekikikan melihat Eliana yang nampak ketakutan sekali, "Bagaimana rasanya menikah dengan anak dari pembunuh ayahmu?"