
Okelah jika dia memaksaku, apa yang bisa aku perbuat? Kini Erland pasrah saja jika Eliana akan menerkam dirinya.
Erland pikir Eliana akan mencium bibirnya, ternyata Eliana ingin membisikan sesuatu pada Erland, membuat Erland membulatkan matanya begitu mendengar apa yang dibisikan Eliana padanya.
"Sekarang?" sewot Erland.
"Tentu saja, aku gak bisa buang-buang waktu." jawab Eliana sambil memegang dada Erland. Panas dingin dibuatnya.
...****************...
"Sebanyak ini?" Erland memelototkan matanya begitu melihat ada banyak buku yang di tunjukkan Eliana di ruang kerja.
"Tentu saja, kamu harus mempelajari semuanya. Aku tau kamu pria yang pintar sampai mendapat beasiswa, tapi mengapa malah putus kuliah?"
__ADS_1
Erland tidak mungkin mengatakan yang sebenarnya bahwa dia putus kuliah karena demi membiayai kuliah Chelsea. Erland terkekeh, "Apa kamu mencari tau segala hal tentangku?"
"Ya, karena aku harus tau segala hal tentang suami aku."
Bagaimana bisa dia fokus membaca sementara penampilan Eliana membuat Erland panas dingin. Walaupun dia mencoba untuk mengalihkan perhatiannya ke sembarangan tempat, namun sialnya matanya tidak bisa di ajak kompromi.
Erland rasa lebih baik dia berada di ruang kerja dari pada harus berasa di kamar. Erland membuka kemejanya, kebetulan dia memakai kaos dalam, dia memberikan kemejanya kepada Eliana.
"Pakai ini!"
Eliana malah duduk di dekat Erland, "Apa kamu tidak bisa fokus gara-gara melihat penampilanku? Sudah aku bilang kamu tidak akan tahan dengan pesonaku ini." Eliana memang memiliki rasa percaya diri yang tinggi karena kenyataannya memang benar adanya.
Aroma tubuh Eliana tercium begitu wangi sekali, membuat hasratnya bergejolak. "Bu-bukan begitu, tapi penampilanmu membuat mataku sakit."
__ADS_1
Eliana mendengus kesal, dia terpaksa memakai kemeja Erland untuk menutupi lingerienya.
Akhirnya Erland bisa bernafas lega, melihat penampilan Eliana seperti itu. Hampir saja dia lupa diri, dia harus terus mengingatkan hatinya untuk tidak tergoda oleh Eliana, pernikahan ini hanya sementara, dia tidak boleh terjebak di dalam pernikahan palsu ini.
Eliana pindah duduk, di kursi yang berhadapan dengan Erland, dia ingin mengawasi Erland yang sedang mempelajari berkas-berkas tentang perusahaan.
Mode kucing angora yang menggoda kini berubah menjadi mode macan betina. Eliana menatap tajam pada Erland, "Pelajari semuanya dengan benar!" suruh Eliana layaknya seorang bos menyuruh kepada bawahannya.
"Tapi kenapa aku harus mempelajari semua ini?" Erland sangat malas sekali untuk membaca semua berkas di atas meja itu. Tapi dia terpaksa mencoba untuk membaca satu berkas di bagian paling atas.
"Untuk berjaga-jaga, jika terjadi sesuatu padaku, selama kamu menjadi suami aku, kamu yang ambil alih sampai aku sembuh, ada Miss Bona yang akan membantumu. Hanya kamu yang aku percaya jadi suami aku." Eliana mengatakannya dengan sungguh-sungguh.
Erland yang sedang membaca buku, pandangannya beralih pada Eliana, "Mengapa kamu mempercayai aku?"
__ADS_1
Karena aku berhutang nyawa padamu, mungkin jika waktu itu kamu tidak menolongku, aku tidak akan bisa hidup sampai sekarang.
Eliana ingin mengatakannya secara langsung, tapi dia tidak ingin Erland menjadi kasihan padanya, dia paling benci jika ada yang menatapnya dengan tatapan penuh rasa kasihan, seolah-olah hidupnya begitu menyedihkan, walaupun semua itu benar, Eliana adalah seorang gadis yang menyedihkan, dia cantik dan kaya raya, dia bisa mendapatkan apa yang dia mau, tapi sesungguhnya hidupnya sangat kesepian.