Terjerat Hasrat Ceo Cantik

Terjerat Hasrat Ceo Cantik
45


__ADS_3

Drrrtt...Drrrtt...


Erland mendapatkan pesan dari Chelsea.


[Kak, aku sudah tiba di Hotel Bluemoon, aku menunggumu.]


Erland terus saja memandangi pesan dari Chelsea, dia menghela nafas dalam-dalam sambil berpikir.


Padahal hanya pernikahan kontrak, tapi kenapa aku merasa mengkhianatinya, mengapa aku tidak tenang jika dia terus mendiamkan aku?


Apa dia malah mendalami perannya sebagai suami Eliana sampai dia merasa akan mengkhianatinya jika dia datang ke hotel menemui Chelsea?


Dengan ragu-ragu Erland pun membalas pesan dari Chelsea.


[Maafkan aku. Aku gak bisa datang. Lebih baik kita lupakan masa lalu tentang kita.]


Setelah membalas pesan dari Chelsea, Erland segera keluar dari mobil.


Sementara Chelsea yang sudah memakai lingerie dan berdandan cantik, dia sangat kesal membaca balasan dari Erland.


"Kamu tidak berubah kak, selalu naif. Aku gak mungkin menyerah begitu saja."


Chelsea teringat dulu bagaimana perjuangannya mendapatkan hati Erland karena dulu Erland hanya menganggap dia adiknya, bahkan dia menjadi pendengar setia Erland tentang Erland yang selalu bercerita ingin mencari tahu keberadaan anak yang dia tolong, Erland sangat penasaran bagaimana kehidupan anak gadis itu. Namun karena Chelsea terus berjuang untuk mendapatkan hati Erland, akhirnya Erland luluh juga dan terpaksa berhenti mencari tahu keberadaan anak itu untuk menghargai perasaan Chelsea. Dan sekarang dia yakin jika dia berjuang seperti dulu, Erland akhirnya akan luluh padanya.

__ADS_1


Erland berjalan menaiki anak tangga satu persatu menuju kamar Eliana, rupanya kamarnya dikunci, dia segera mengetuk pintu.


Tok...Tok...Tok...


Dan Eliana pun segera membuka pintu, dia tau siapa yang mengetuk pintu, karena itu dia akan berusaha bersikap biasa saja pada Erland, dia tidak ingin Erland tau bahwa dia sedang cemburu.


Ceklek!


Begitu pintu terbuka, Eliana terkejut karena Erland tiba-tiba menarik tangannya, Erland merengkuh pinggang Eliana sehingga kedua tubuh mereka begitu sangat dekat, Erland menatap lekat kedua mata Eliana tanpa berkata apa-apa.


Eliana merasa gugup ditatap seperti itu oleh Erland, apalagi kedua tubuh mereka begitu sangat dekat, dia ingin menghindarinya, tapi Erland meraih tengkuk Eliana sehingga kedua bibir mereka menyatu.


Eliana terbelalak begitu merasakan bibir Erland memagutnya bibirnya, karena ini pertama kalinya dia merasakan rasanya benar-benar berciuman, Eliana belum berpengalaman jadi dia tidak tau harus bagaimana, dia hanya mematung dengan perasaan tak menentu dan jantung yang terus berdebar-debar.


Eliana mencoba membalas ciuman Erland, namun dia tidak bisa mengimbanginya karena semakin lama ciuman Erland terasa begitu ganas, sampai dia hampir kehilangan keseimbangannya.


Erland menahan punggung Eliana yang hampir terjatuh, dia melepaskan ciuman Eliana, mereka tidak bicara dan hanya saling menatap.


Tanpa di duga tiba-tiba Erland menggendongnya Eliana, membawanya menuju ranjang. Eliana sangat gugup sekali, apa itu artinya mereka akan melakukannya malam ini, padahal dia belum menggodanya dengan pakaian yang seksi, dia masih memakai pakaian kantor.


Erland membaringkan tubuh Eliana diatas ranjang, dia memposisikan dirinya diatas Eliana yang hanya bertumpuan pada lengannya.


Eliana menelan saliva, memandangi Erland yang berada diatasnya. Dari kemarin dia mencoba menggoda Erland agar Erland bisa menyentuhnya karena dia ingin cepat hamil, tapi malam ini dia sangat gugup sekali begitu akhirnya Erland menyerangnya secara tiba-tiba tanpa persiapan apapun.

__ADS_1


Erland yang dari tadi memperhatikan wajah Eliana, dia tertawa kecil melihat wajah Eliana memerah. "Apa kamu gugup?"


"Ti-tidak." Jawab Eliana, berbohong.


"Katanya akan memakai baju yang seksi. Mengapa masih memakai pakaian ini?"


Eliana mendadak menjadi gadis yang lugu, "Emm...aku...emm... tapi kenapa tiba-tiba kamu ingin melakukannya?"


Erland terdiam. Dia juga tidak tau mengapa tiba-tiba ingin melakukannya dengan Eliana, apa karena pelampiasan gara-gara Chelsea mengajaknya ke hotel, atau karena dia memang tidak bisa terus menahan diri lagi dengan pesona Eliana, dia sama sekali tidak memahami hatinya.


Erland tidak mungkin mau melakukannya jika dia sendiri masih bingung dengan hatinya. Dia memutuskan untuk tidak melanjutkannya, namun tiba-tiba Eliana menahannya, dia mengecup bibir Erland, membuat aliran darah Erland berdesir dengan hebat.


"Lakukan lah, walaupun hanya sekali. Setelah aku melahirkan, aku akan melepaskan kamu dan kamu bisa kembali pada mantanmu."


Erland membulatkan matanya begitu mendengar ucapan Eliana, rupanya Eliana tau bahwa Chelsea adalah mantannya, apa mungkin dia bersikap dingin dari tadi karena dia cemburu? Tidak mungkin, seorang gadis kaya dan angkuh seperti Eliana tidak mungkin memiliki perasaan padanya. Itulah yang ada di dalam pikiran Erland.


"Seberapa jauh kamu tahu tentang aku? Mengapa kamu menyelidiki tentang aku sampai begitu dalam?" Erland menatap tajam pada Eliana.


Eliana tidak langsung menjawab, dia memandangi Erland, menatap matanya dengan begitu dalam "Karena aku pernah berjanji ingin menjadikan kamu suami aku, jadi aku ingin tau semua tentang kamu, tapi aku rasa itu tidak mungkin, aku tidak bisa terus menahan kamu disini kalau di hati kamu ada orang lain."


Erland tidak mengerti dengan ucapan Eliana, dia mengerutkan keningnya, untuk apa Eliana berjanji ingin menjadikan dia suaminya.


"Aku..." Eliana mengatakannya dengan berat hati, "Aku adalah anak yang kamu tolong 13 tahun yang lalu."

__ADS_1


Erland terperangah mendengarnya, melebarkan pandangannya menatap Eliana, rasanya sungguh mengejutkan, bagaimana mungkin anak gadis yang dia tolong 13 tahun yang lalu itu Eliana? Orang yang sempat dia cari keberadaannya rupanya ada disini, di dekatnya, bahkan kini telah menjadi istrinya.


__ADS_2