
Betapa hancurnya hati Eliana melihat Erland yang tiba-tiba pergi memilih mengejar mantan kekasihnya.
Eliana tau hubungan dia dan Erland hanya sebatas pernikahan kontrak, dan juga memang sudah ada perjanjian untuk tidak ikut campur dalam urusan pribadi mereka. Tapi entah mengapa rasanya begitu menyesakkan di dada, baru kali ini Eliana tau bagaimana rasanya sakit hati, seakan dia sedang di campakan.
Erland mengejar Chelsea yang baru masuk ke dalam lift, beruntung disana hanya ada mereka berdua "Chelsea!"
Chelsea menghapus air matanya yang tiba-tiba menetes.
"Mengapa kamu tiba-tiba pergi? Bukannya kamu ingin memperlihatkan makanan itu?" tanya Erland.
"Emm... nanti saja." Chelsea berusaha untuk tidak menangis.
Erland terdiam sebentar sambil berpikir, "Hmm... ya sudah kalau begitu, nanti biar saya yang berkunjung ke Restoran Alaska Star."
Erland merasa tidak ada pembicaraan lagi dengan Chelsea kalau memang Chelsea belum ingin Erland mencoba menu baru di restoran itu. Erland memilih pergi, dia menghela nafas mengapa dia meninggalkan Eliana begitu saja.
Namun Chelsea menahan lengannya, meminta Erland terus berada di lift bersamanya. "Kak..."
"Jangan salah paham, aku mengejar kamu karena pekerjaan. Aku pikir tidak ada salahnya aku mencoba menu baru yang kalian buat." Erland tau diri, dia harus menjaga jarak dari Chelsea.
"Jangan berbohong, aku tau kak Erland masih mencintaiku kan?" Chelsea mengatakannya dengan mata berkaca-kaca.
Erland menghela nafas, "Aku sudah menikah dan kamu juga memiliki kekasih. Jadi..."
Chelsea memotong perkataan Erland, "Aku sudah putus dengan Mas Ruben, aku sadar ternyata aku gak bisa kehilangan kamu kak."
Erland menggelengkan kepala, "Gak, ini gak benar. Kamu tidak boleh mengharapkan aku lagi, aku sudah memiliki istri."
"Tapi apa kakak mencintainya?"
Erland terdiam, dia tidak tau perasaan dia pada Eliana seperti apa sekarang ini.
"Aku tau kakak pasti masih mencintaiku, dan aku juga mencintai kakak. Aku akan menunggu sampai kakak bercerai dengannya."
__ADS_1
"Chelsea..."
"Aku yakin pernikahan kalian hanya sandiwara, gak mungkin kak Erland melupakan aku begitu saja. Karena itu aku mohon jangan pernah menyentuhnya."
Erland tidak ingin Chelsea tau rahasia pernikahan dia dan Eliana seperti apa kenyataannya "Aku rasa ucapan kamu sudah keterlaluan..."
Chelsea mendekatkan jaraknya pada Erland, menatap kedua bola mata Erland "Sentuh lah aku saja kak, jangan dia. Karena aku sangat mencintai kak Erland, aku rela jika menjadi wanita simpanan kak Erland, aku gak rela jika kakak menyentuhnya." Semenjak mahkotanya diambil Ruben, Chelsea memang sudah merasa kehilangan harga dirinya.
Erland tidak mengerti mengapa Chelsea bisa mengatakan itu padanya, bahkan dia terkejut mendengar Chelsea yang akan menyerahkan tubuhnya untuk Erland, "Jangan berkata begitu, ini bukanlah Chelsea yang aku kenal."
Akhirnya air mata Chelsea tumpah juga, padahal dia sudah berusaha sekuat tenaga untuk membendungnya "Itu karena aku sangat mencintai kak Erland. Hati aku sakit melihat kak Erland bermesraan dengannya. Karena itu aku rela menyerahkan tubuhku pada kakak, asalkan kakak jangan menyentuh dia lagi. Bukan kah kita saling mencintai?"
Erland terdiam, bibirnya mendadak kelu, dia tidak tau harus menjawab apa.
"Aku tunggu di Hotel Bluemoon malam ini." Setelah mengatakan itu, Chelsea keluar dari lift, meninggal Erland yang sedang termenung.
...****************...
Erland tidak mendapati Eliana di ruangnya, dia pikir mungkin dia sudah kembali ke ruang CEO. Erland segera pergi menuju ruang CEO untuk menemui Eliana, tapi Miss Bona mencegahnya.
"Tapi aku ingin bertemu dengannya sebentar saja." Erland merasa bersalah karena sudah meninggalkan Eliana, walaupun mungkin dia pikir Eliana tidak mempermasalahkan itu karena Eliana tidak mungkin memiliki perasaan pada pria miskin seperti dirinya.
"Maaf, gak bisa. Saya akan mendapatkan masalah nanti." Miss Bona memang begitu sangat patuh pada Eliana.
Erland merasa kecewa, tapi dia sadar dengan posisinya, dia tidak bisa memaksa Eliana untuk berbicara dengannya.
Sorenya... Erland membawa Eliana ke rumah Bu Darmi. Di sepanjang perjalanan Eliana memilih diam dan bersikap dingin pada Erland. Tapi saat bertemu dengan keluarganya, dia begitu ramah dan ceria di depan keluarganya. Bahkan menikmati makanan yang dihidangkan oleh Bu Darmi.
"Emm... masakan ibu enak sekali." Eliana memuji masakan Bu Darmi.
"Terimakasih ya, ibu sangat senang jika kamu menyukai masakan ibu." Bu Darmi begitu bahagia karena Eliana menyukai masakannya.
Eliana menganggukkan kepala, dia kembali melanjutkan makannya. Sementara Erland hanya memandangi Eliana, sepertinya Eliana membencinya makanya dari tadi Eliana bersikap dingin padanya, dia tidak tau apa kesalahan dia pada Eliana, dia rasa tidak mungkin Eliana cemburu padanya.
__ADS_1
Malam harinya, Erland mengantarkan Eliana pulang ke mansionnya, dia mencoba untuk mengajak Eliana bicara "Sepertinya kamu menyukai masakan ibuku?"
"Hmm... iya." Hanya itu jawaban dari Eliana. Bahkan Eliana mengatakannya dengan nada ketus.
"Apa aku punya salah padamu?" Erland yang sedang menyetir mobil, dia sebentar-sebentar memilirik Eliana.
"Tidak. Kamu boleh berbuat sesuka hatimu."
Begitu sampai di depan Mansion, Eliana segera keluar dari mobil, dia meninggalkan Erland begitu saja.
"Dia kenapa?" Erland menghela nafas melihat sikap Eliana yang dingin padanya. Walaupun dia tau Eliana seperti itu sifatnya tapi biasanya dia tidak sedingin itu.
Drrrtt...Drrrtt...
Erland mendapatkan pesan dari Chelsea.
[Kak, aku sudah tiba di Hotel Bluemoon, aku menunggumu.]
...****************...
Eliana menghempaskan tubuhnya ke atas kasur, dia memegang dadanya yang terasa begitu sakit. Dia tidak menyangka dia bisa sesakit ini begitu melihat Erland mengejar Chelsea, meninggalkan dirinya. Padahal seharusnya dia tau diri bahwa pernikahan ini hanyalah pernikahan kontak, jadi wajar saja jika Erland memiliki hubungan dengan Chelsea karena tidak ada larangan untuk itu.
"Rasanya pasti senang sekali ada pria yang mencintaiku begitu dalam, betapa beruntungnya wanita itu, dia sepertinya sangat mencintai wanita itu." gumam Eliana.
Tok...Tok...Tok...
Terdengar seseorang mengetuk pintu kamar karena Eliana sengaja mengunci pintunya.
Eliana mencoba menenangkan hatinya bahwa dia tidak boleh seperti ini, dia tidak berhak marah pada Erland dan tidak berhak melarang Erland untuk berhubungan lagi dengan Chelsea. Karena itu Eliana segera membuka pintu, dia harus bersikap biasa saja pada Erland.
Ceklek!
Begitu pintu terbuka, Eliana terkejut karena Erland tiba-tiba menarik tangannya, Erland merengkuh pinggang Eliana sehingga kedua tubuh mereka begitu sangat dekat, Erland menatap lekat kedua mata Eliana tanpa berkata apa-apa.
__ADS_1
Eliana merasa gugup ditatap seperti itu oleh Erland, apalagi kedua tubuh mereka begitu sangat dekat, dia ingin menghindarinya, tapi Erland meraih tengkuk Eliana sehingga kedua bibir mereka menyatu.