
Erland meremas surat hasil tes DNA itu, matanya berkaca-kaca, nafasnya tak beraturan, begitu menyakitkan, dia tidak bisa menerima kenyataan ini, mengapa dia harus menjadi anak seorang Mario, sosok pria yang sangat Eliana benci bahkan hampir saja menghilangkan nyawa gadis yang dicintainya itu.
Sebegitu besarnya kah kesalahan Tuan Mario sampai anaknya sendiri harus menderita karena ulahnya, karena dia diculik Riko yang dendam terhadap Tuan Mario, membuat dia bisa bertemu Eliana yang diculik olehnya, dan hal itu juga yang membuat Eliana berjanji ingin menjadikan pria yang menolongnya itu sebagai suaminya, hingga mereka terikat seperti ini.
Erland mengerti mengapa Riko menculiknya mungkin karena memiliki dendam terhadap Tuan Mario, tapi dia tidak tau mengapa dia bisa sedendam itu dan juga apa rencananya Riko sampai harus menjadi pembunuh bayaran yang disewa Tuan Mario.
Tok...Tok...Tok...
Suara ketukan pintu membuyarkan lamunanya.
Erland menghapus air matanya yang tanpa terasa menetes, dia segera menyimpan surat hasil tes DNA itu ke dalam laci.
"Masuk!" suruh Erland. Setelah mengatakan itu Erland mengatur nafasnya yang terasa sesak.
Rupanya Juan, dia masuk ke dalam.
"Dimana Eliana?" Tiba-tiba Juan menanyakan itu, selama ini dia ingin sekali menjenguk Eliana di rumah sakit tapi terus di halangi oleh pada bodyguard.
Entah mengapa dia mencurigai apa mungkin Eliana sudah pulang, tapi para petugas keamanan disana melarang siapapun masuk ke dalam Mansion.
__ADS_1
"Untuk apa kamu menanyakan istriku?" Erland malah balik nanya.
Juan tersenyum sinis, "Istri? Jangan mengelak, aku tau pernikahan kalian hanya kontrak. Dan bagaimana hasil tes DNA apa kamu sudah melihatnya?"
Erland menatap tajam pada Juan, dia tidak ingin membahas soal hasil tes DNA itu, "Terlepas aku ini anak siapa. Yang harus kamu tau, aku adalah Erland Putra, suami Eliana. Aku tidak peduli di darah ini ada siapa, tapi aku tidak akan pernah melepaskan Eliana."
Lagi-lagi Juan tersenyum sinis, dia bisa menebak apa hasil dari tes DNA itu, "Hari ini papa mengadakan meeting dadakan untuk membahas pergantian CEO karena El masih koma, sementara perusahaan sangat membutuhkan pemimpin. Kamu tau siapa yang berhak menggantikannya? Tentu saja papa karena dia adalah Wakil Direktur disini. Dan aku juga sudah memberitahu Miss Bona tentang hal ini."
Begitu mendengar pembicaraan Juan, tanpa basa basi Erland segera pergi ke meeting room, dia memang tidak berhak masuk kesana karena bukan bagian dari para pemegang saham, tapi dia tidak bisa membiarkan Tuan Mario mengusai Alaska Corp.
Ceklek!
Erland membuka pintu meeting room.
Erland menjadi panik, bagaimana kalau mereka tau Eliana amnesia.
"Mengapa Anda masuk ke sini Pak Erland? Disini adalah tempat para pemegang saham." Tuan Mario mengusir Erland untuk pergi dari sana. Sebenarnya dia sangat kesal karena Eliana tiba-tiba muncul di meeting room padahal dia pikir wanita itu masih terbaring koma.
Erland tak menjawab, dia menatap Tuan Mario dengan tatapan sendu, benarkah pria yang menatap tajam ke arahnya ini adanya ayahnya?
__ADS_1
"Biarkan dia tetap disini." Eliana mencegahnya Erland untuk pergi. "Dia adalah suamiku, dan aku sudah mentandatangi surat ini bersama pengacaraku." Eliana menujukan sebuah surat kuasa.
"Untuk sementara ini selama aku masih menjalani proses penyembuhan, aku serahkan jabatanku kepada suamiku, dan jika aku mati maka dialah pewaris semua sahamku."
Semua yang ada disana tercengang mendengarnya, bagaimana bisa seseorang yang memiliki pendidikan rendah memimpin perusahaan ini.
Para pemegang saham disana memprotes keras keputusan Eliana.
Erland memandangi Eliana dengan penuh tanda tanya, apa mungkin ingatannya sudah kembali? Atau kah hanya berakting pura-pura tidak amnesia? Yang pasti Eliana akan menyesalinya membuat keputusan itu jika tau dia adalah anak dari orang yang dibencinya.
Terlepas dari semua itu yang bisa dia lakukan saat ini membantu Eliana, meskipun akhirnya dia harus melawan ayahnya sendiri.
Erland menegakkan pandangannya, dia tidak boleh terlihat rendah di hadapan mereka, dia berjalan dengan elegan dan berdiri di samping Eliana.
"Aku Erland Putra, mulai saat ini aku yang akan menjadi CEO sementara disini selama istriku menjalani proses penyembuhan."
Tuan Mario mengepalkan tangannya, menatap tajam pada Erland, dia tidak percaya bahwa Eliana akan mewariskan jabatan dan sahamnya pada Erland, itu artinya selain Eliana, dia juga harus melenyapkan Erland jika ingin berkuasa di Alaska Corp.
Erland dan Tuan Mario saling berpandangan dengan tatapan tajam.
__ADS_1
Walaupun ditubuhku ini ada darahmu tapi aku tidak akan membiarkan kau menyakiti Eliana lagi, dan aku tidak akan membiarkan kau merenggut nyawa orang lain lagi. Hanya ini yang bisa aku lakukan sebagai anakmu, aku harus menghentikan kejahatanmu itu, entah bagaimana caranya tak peduli jika akhirnya aku mati ditanganmu.
Erland mengatakannya di dalam hatinya sambil memandangi Tuan Mario, Tuan Mario merasakan ada yang aneh dari tatapan Erland, entah mengapa ada sesuatu yang terasa aneh di hatinya, dia pun tidak mengerti akan hal itu.