Terjerat Hasrat Ceo Cantik

Terjerat Hasrat Ceo Cantik
54


__ADS_3

"Ibu kenapa?" tanya Diana begitu melihat Ibu Darmi sedang terisak di restorannya.


"Ibu tidak apa-apa kok." Bu Darmi segera menghapus air matanya.


"Apa ibu sudah bertemu dengan anak kandung ibu?"


Pertanyaan itu membuat Bu Darmi terkejut, "Darimana kamu tau itu, Diana?"


Bagaimana Diana tidak tau, karena Bu Darmi pernah mengantarkan Diana ke Sekolah Dasar saat dia masih kecil, namun Bu Darmi tidak mengatakan apa-apa hanya mengajak Diana pergi untuk melihat sebuah mansion yang begitu besar, dia memperhatikan seorang anak laki-laki yang memakai pakaian SMA.


Bukan itu saja, Diana juga sering melihat diam-diam Bu Darmi menangis sambil memandangi foto Juan.


"Ibu tenang saja, aku tidak akan bicarakan ini sama kak Erland dan ayah." Diana tau Bu Darmi tidak ingin memperlihatkan kesedihannya di depan keluarganya.


Ya keluarga yang dijalankan oleh Bu Darmi saat ini sama sekali tidak ada ikatan darah, namun karena rasa kasih sayang yang diberikan begitu tulus makanya keluarga mereka sangat hangat, sama seperti keluarga lainnya.


...****************...


Sementara itu Di Kota D...


Eliana telah menghilang.


Sudah lima jam lebih semua yang ada disana mencari keberadaan Eliana, namun belum ketemu juga.

__ADS_1


Erland sangat frustasi dibuatnya, tanpa letihnya dia mencari keberadaan sang istri sambil terus berteriak memanggil namanya "Eliana!"


Bukan hanya Erland, Juan pun sama, dia sangat mengkhawatirkan Eliana. Karena berita hilangnya kini telah diketahui banyak karyawan yang ada disana, juga telah meminta bantuan pada tim SAR.


"Kita harus mencari Nona Direktur secara berpencar lagi." ucap Juan dengan tegas. Dia juga begitu sangat mengkhawatirkan Eliana. Dia tidak tak bisa tinggal diam begitu saja.


Sementara Erland, dia mencoba menginterogasi ketiga karyawan yang menjelajah bareng Eliana, mereka bernama Fita, Ryan, dan Arya.


"Bukan kah kalian terus berjalan beriringan berasama Eliana? Mengapa bisa Eliana menghilang?" tanya Erland dengan tatapan penuh rasa curiga.


"Waktu itu kita berpencar di daerah sekitar sini, Nona Direktur yang menyuruh kami untuk berpencar agar pekerjaan kami cepat selesai." Jawab karyawan yang bernama Arya.


"Iya betul," Seorang karyawan bernama Fita membenarkan ucapan rekan kerjanya.


Sementara Ryan hanya diam, dia seperti orang kebingungan. Lalu Arya merangkul Ryan karena dia tau Erland memperhatikan Ryan dengan tatapan penuh rasa curiga. "Benar kan begitu, Ryan?" tanya Arya pada Ryan.


Entah mengapa Erland mencurigai ketiga karyawan itu, namun sayangnya dia tidak memiliki bukti untuk membuat mereka mengakui apa yang telah dia perbuat pada Eliana.


Hari sudah mulai sore, terdengar suara guntur menggelegar di angkasa, para Tim SAR memutuskan untuk mencari keberadaan Eliana disambung besok, karena keadaan hutan ini tidak akan memungkinkan mereka bisa menjelajah di malam hari.


"Gak bisa, aku akan tetap mencari Eliana." Juan terus bersikukuh untuk mencari Eliana.


Erland menatap Juan, dia sebagai suaminya menjadi tidak percaya diri, dia merasa Juan sepertinya begitu mencintai Eliana.

__ADS_1


"Hutan ini masih berbahaya Pak jika menjelajah di malam hari, apalagi hujan lebat. Bahaya sekali. Dan ada jurang disekitar daerah ini. Mohon kerjasamanya, jangan sampai ada korban lagi." ucap salah satu petugas tim SAR.


Akhirnya Juan mengalah saja, apalagi suasana sudah mulai gelap, di tambah hujan turun begitu lebat membuat pencarian hari ini dihentikan , dilanjutkan besok.


Mereka yang ada disana terpaksa pergi ke Vila yang sudah disewa di jauh hari sebelum mereka berangkat kesini.


Erland duduk di belakang Vila memandangi air hujan yang tak kunjung reda, "El kamu dimana?" lirihnya. Dia teringat dengan ucapan Miss Bona kalau Eliana sangat takut dengan kegelapan.


Erland melihat ponselnya, rupanya ada sinyal dia daerah sekitar Vila ini, dia mencoba untuk menelpon Eliana namun sayangnya tidak terhubung juga.


"Aish!" Erland meninju-ninju tembok melampiaskan kekesalannya.


Drrtt...Drrrt...


Erland mendapatkan pesan dari seseorang.


[Kak, aku sakit. Aku sedang dirawat di rumah sakit. Aku ingin bertemu dengan kamu.]


...****************...


Di Vila, Juan mencoba mengumpulkan semua karyawan di ruang tengah untuk membahas masalah Eliana yang tiba-tiba menghilang.


Namun rupanya hanya Erland yang tidak hadir.

__ADS_1


"Maaf Pak, Pak Erland tidak ada. Sepertinya dia pergi." kata salah satu karyawan disana.


"Pergi? Kemana dia?" gumam Juan.


__ADS_2