Terjerat Hasrat Ceo Cantik

Terjerat Hasrat Ceo Cantik
43


__ADS_3

Chelsea terus saja memeriksa ponselnya, berharap Erland membalas pesan darinya, tumben sekali Erland tidak langsung membalas pesan dari Chelsea, padahal pesannya sudah di read oleh Erland.


"Wah jadi suaminya Nona Direktur kini menjadi manager lapangan di Alaska Corp." Seru salah satu karyawan di restoran tempat Chelsea bekerja.


"Ya ampun Pak Erland ganteng banget ya. Aku mau banget jadi istrinya yang ke dua hehe..." canda salah satu karyawan disana.


Chelsea mendengar ucapan mereka, di restoran tempat dia bekerja nama Erland begitu banyak dibicarakan oleh para karyawan disana, apalagi di kalangan wanita.


Rasanya dia sangat menyesal sekali telah menyia-nyiakan Erland, dalam hatinya dia tidak boleh menyerah untuk mendapatkan Erland kembali. Chelsea sangat tau bagaimana Erland, Erland cinta mati padanya. Tidak mungkin segampang itu dia bisa berpaling darinya. Karena itu Chelsea mencurigai pernikahan Eliana dan Erland yang terkesan dadakan, dia yakin pernikahan mereka hanyalah pernikahan kontrak.


"Nah ini menu baru masakan kita, Hors d'oeuvres." kata Chef Milly dengan memperlihatkan menu barunya yang dia buat bersama chef lainnya.

__ADS_1


"Wah kelihatannya enak sekali." Seru salah satu karyawan disana.


Obrolan mereka membuyarkan lamunan Chelsea, kebetulan dia juga ikut andil dalam ide menu baru yang ada di restoran itu.


"Seharus Pak Erland datang kesini, sepertinya dia sibuk sekali, padahal saya ingin memperlihatkan menu baru kita padanya." kata Chef Milly. Sebelum mendapatkan persetujuan dari Eliana, memang harus Erland dulu untuk memastikan Nona Direktur akan suka atau tidak menu baru yang dibuat para Chef disana.


Chelsea langsung bereaksi ketika mendengar kata Erland, itu artinya dia bisa memiliki alasan untuk bertemu dengannya. "Biar aku saja yang kesana." pinta Chelsea.


Begitu sampai di depan pintu ruangan Manager Lapangan, Chelsea langsung membuka pintu dengan mata yang berbinar-binar karena akan bertemu dengan orang yang dia cintai.


Ceklek!

__ADS_1


Senyuman Chelsea memudar begitu melihat Eliana berada dibawah kungkungan Erland dan Erland hampir saja mau menciumnya, di atas sofa.


Erland dan Eliana terperanjat begitu menyadari ada yang membuka pintu. Mereka segera membenarkan posisi duduk mereka.


Betapa hancurnya hati Chelsea melihatnya, rasanya tubuhnya mendadak lemah, dia tidak percaya mengapa Erland bisa berbuat begitu pada Eliana, walaupun dia tau mereka sepasang suami-istri, tapi Chelsea yakin Erland masih mencintainya.


"Apa kamu tidak memiliki sopan santun? Ketuk pintu dulu kalau mau masuk ke ruangan atasan?" Eliana mengatakannya dengan nada tinggi, dia tau Chelsea adalah mantan Erland, tapi dia marah bukan karena itu, karena memang faktanya Chelsea tidak memiliki sopan santun, main membuka pintu begitu saja tanpa mengetuk pintu lebih dulu.


Erland hanya diam, dia tidak tau apa dia harus membela Chelsea atau tidak, tapi dia rasa Eliana memang pantas marah padanya walaupun dia tidak tega Chelsea di bentak seperti itu oleh Eliana.


"Ma-maafkan saya, Nona Direktur. Saya hanya ingin memperlihatkan menu baru kami. Tapi sepertinya saya datang diwaktu yang tidak tepat." Chelsea mengatakannya dengan mata berkaca-kaca. Dia memilih pergi dari sana karena tidak sanggup menahan air matanya membayangkan kemesraan Erland dan Eliana.

__ADS_1


Erland tidak tega melihatnya, dia memutuskan untuk mengejar Chelsea. "Chelsea!"


__ADS_2