Terjerat Hasrat Ceo Cantik

Terjerat Hasrat Ceo Cantik
79


__ADS_3

Eliana beristirahat di ruangannya karena dia juga harus di rawat, apalagi kepalanya terluka. Sementara Erland belum diizinkan ditemui oleh siapapun setelah selesai menjalani operasi.


Eliana duduk di sofa sendirian, tanpa terasa air matanya mengalir, dia tak bisa membendung air matanya. Baginya sangat sulit untuk menerima semua kenyataan ini, ternyata Erland adalah anak kandungnya Tuan Mario. Sesuatu yang tak pernah Eliana harapkan, tapi dia malah mencintai pria itu.


Tangisan Eliana semakin terisak, hatinya bagaikan hancur tercabik-cabik. Apalagi setelah mengetahui pengakuan Riko bahwa dia disuruh Tuan Mario untuk membunuh papanya, juga pengakuan dari Rizal sebagai saksi, Rizal masih di Jepang di dalam perlindungan para bodyguard milik Eliana, Rizal bilang dia melihat sendiri sebuah truk sengaja menabrak mobil yang ditumpangi papanya Eliana. Eliana membayangkan bagaimana kesakitan papanya saat itu sampai mobilnya meledak. Bagaimana bisa dia menerima semua ini?


Bagaimana bisa dia melawan Tuan Mario untuk menjebloskannya ke penjara? Sementara Erland adalah anaknya.


Eliana keluar dari ruangannya, dia meminta kepada dokter untuk mengizinkan dia untuk bertemu Erland, tentu saja mereka tidak bisa melarang Eliana, karena itu Eliana dengan mudahnya masuk ke dalam ruangan tempat Erland dirawat.


Eliana menarik kursi, dia duduk di samping Erland. Dia memandangi Erland dengan tatapan sendu.


Eliana memegang tangan Erland, "Er, aku juga mencintai kamu. Sangat mencintaimu. Tapi..."


Eliana menghirup nafasnya dalam-dalam, begitu terasa sesak dadanya, seakan telah kehabisan oksigen. "Semua ini sulit sekali untukku. Aku tidak tau harus bagaimana, aku tidak tau bagaimana kedepannya hubungan kita, aku benar-benar tidak tau."


Eliana berusaha untuk tidak menahan air matanya di depan Erland, tapi tetap saja dia tidak bisa menahannya, air mata itu berjatuhan begitu saja. Eliana di dalam posisi yang sangat berat saat ini.

__ADS_1


****************


Dua minggu berlalu....


Arya sudah ditangkap polisi, karena Eliana tak sengaja melihatnya saat dia sedang merekam video dirinya sendiri bersama pemandangan disekitar. Dan Arya yang mendorongnya. Namun sayangnya Arya mengaku dia mendorong Eliana karena dia dendam pada Eliana yang bersikap kejam sebagai seorang CEO. Tidak ada yang menyuruhnya sama sekali, tapi atas kemauan Arya sendiri.


Sementara itu, Erland sudah diperbolehkan untuk pulang, namun selama dia sadarkan diri, dia tidak pernah melihat wajah wanita yang dia cintai itu. Selama Erland koma, Eliana memang yang paling setia merawat Erland, namun wanita itu tidak datang ke rumah sakit lagi setelah mengetahui Erland sudah sadarkan diri.


Hanya Bu Darmi, Diana dan nyonya Vera yang sering datang berkunjung. Apalagi sekarang dia sedang bersama ibu kandungya itu.


Erland nampak canggung karena sekarang ini dia sedang bersama nyonya Vera. Nyonya Vera menatapnya dengan lembut, "Ini pasti canggung sekali, tapi mama harap kamu tidak membenci mama. Mama ingin kamu bisa menerima kehadiran mama dan papa."


Nyonya Vera mengerti dengan status Erland yang sudah menjadi seorang suami, dia menganggukkan kepala, "Kapan-kapan bawa El ke rumah, dia dulu sangat menyukai masakan mama. Mama juga ingin sekali kamu memakan masakan mama."


Erland menanggukan kepala. Dia juga penasaran dengan masakan ibu kandungnya itu.


Sementara Tuan Mario tidak siap menemui Erland, dia memilih memperhatikan Erland dari kejauhan.

__ADS_1


****************


Saat tiba di mansion, Erland begitu bersemangat turun dari mobilnya, dia ingin sekali bertemu dengan Eliana, istri pujaan hatinya.


Saat memasuki ruang tamu, kedua nanar mereka bertemu, Erland melihat Eliana yang sedang duduk disana, seakan sedang menunggu kepulangannya.


"El..." Erland begitu sumringah memandangi Eliana.


Namun Eliana begitu dingin menatapnya.


Erland duduk di samping Eliana, "Apa kamu baik-baik saja?"


Eliana terdiam sebentar, rasanya berat sekali untuk mengatakannya, "Erland..."


"Kenapa?"


"Aku... aku rasa lebih baik kita akhiri pernikahan kontrak kita."

__ADS_1


Eliana rasa itu adalah keputusan yang terbaik bagi dia dan Erland. Walaupun keputusan ini membuat hatinya sakit dan tersiksa, tapi dia tidak ingin Erland berada di posisi yang sangat sulit karenanya yang akan terus maju untuk melawan Tuan Mario.


Perkataan Eliana membuat hati Erland sangat terluka. Begitu perih. Sangat sangat menyakitkan.


__ADS_2