
Pagi ini Eliana dibuat lemas lagi, pria Itu bilangnya hanya satu celup tapi nyatanya beberapa celupan, bahkan mereka melakukannya di dapur dengan posisi Eliana duduk di atas meja sementara Erland berdiri.
Setelah merasa puas, Erland membantu Eliana memakai kembali pakaiannya, dia sudah membuat istrinya berantakan padahal Eliana sudah bersiap-siap untuk berangkat ke kantor.
Tiada hentinya pria itu memberikan kecupan pada bibir Eliana, bukan hanya bibir tapi kening, pipi, hidung, rambut dan kelopak mata juga .
Setelah itu mereka pun menikmat masakan Erland, Eliana begitu lahap memakannya membuat Erland tersenyum penuh rasa takjub pada wanita itu. Rasanya ingin memakannya lagi dan lagi, kalau bisa mengurungnya terus dikamar sampai puas.
Erland menurut saja apa kata Eliana, untuk diam di mansion, karena Eliana mengkhawatirkan luka diperut Erland.
Eliana sengaja menyuruh Erland diam di mansion,karena dia ingin memeriksa seluruh pekerjaan di perusahaan. Dia tidak ingin Erland melihat bagaimana sikap Eliana jika sudah bersikap tegas pada karyawan di Alaska. Eliana pasti akan mendadak lemah jika ada Erland disana.
Tanpa segan Eliana memecat beberapa karyawan yang sudah lebih dari tiga kali masih saja membangkang dalam peraturan dan juga para karyawan yang tidak becus dengan pekerjaannya.
Brak...
Eliana memukul sebuah meja saat mendapati seorang karyawan laki-laki malah asik tidur. Membuat laki-laki itu terperanjat.
"Kamu di pecat!"
__ADS_1
"Aku tidak ingin menggaji karyawan malas sepertimu."
Pria itu hanya melongo karena belum sepenuhnya sadar. Dia masih mengucek-ngucek matanya, mungkin kah tadi dia mimpi bertemu macan betina.
Pria itu membersihkan air liurnya dengan tangan, "Nona El..."
Eliana langsung pergi ke tempat lain, tak ingin mendengar protes apapun dari orang itu. Dan Miss Bona setia mengikutinya.
Sekarang giliran ke Restoran Alaska Star, semua karyawan disana berjajar dengan begitu rapi, mereka menunduk hormat kepada Eliana.
"Kenapa lukisan itu masih ada disini? Bukannya aku sudah bilang untuk memindahkan lukisan ini ke bagian belakang. Kurang cocok dengan perpaduan warna wallpapernya." Eliana menujuk salah satu lukisan yang ada di bagian depan restoran tersebut.
"Hmm... ya sudah."
Chelsea memberanikan diri untuk berjalan ke depan menghadap Eliana, "Boleh kah kita bicara? Hari ini adalah hari terakhir saya bekerja disini. Saya ingin resign."
Eliana terpaksa mengiyakan, dia ingin tau apa yang ingin dibicarakan mantan kekasih suaminya itu. Mereka duduk berdua di kursi sofa dengan kursi yang terpisah.
Chelsea memberikan surat resign pada Eliana, "Aku rasa aku tidak bisa bekerja lagi disini."
__ADS_1
Padahal dulu menjadi chef di restoran ini adalah impiannya, namun rupanya hidupnya malah hambar setelah menjangkau impian itu, yang dia butuhkan saat ini bukan impiannya tapi seseorang yang mencintainya dengan sepenuh hati.
Eliana tau bahwa Chelsea adalah chef yang berbakat, "Mengapa tiba-tiba resign?"
"Karena aku ingin semuanya kembali semula."
Chelsea menatap Eliana dengan tatapan serius, "Aku dan Kak Erland saling mengenal dari kecil, bahkan kami berpacaran cukup lama. Bisa dipahami bukan betapa besarnya rasa cinta kami? Bahkan Kak Erland rela banting tulang bekerja keras demi biaya kuliah aku."
Eliana malah tersenyum miris, dia paham apa yang ingin Chelsea sampaikan, "Itu semua masa lalu. Ya begitulah Erland, saat dia mencintai seseorang dia akan sepenuh hati mencintai pasangannya. Bahkan dia telah hampir saja mengorbankan nyawanya untukku."
"Ya memang begitu, karena itu setelah bertemu dengan anda, Kak Erland sering terluka. Saat kecil pun sama gara-gara menolong anda dia terluka. Dia selalu terluka setiap berkaitan dengan anda. Itu yang aku khawatirkan, aku tidak ingin kak Erland terluka lagi gara-gara anda." Chelsea tau itu karena berita penyekapan El oleh Riko menggemparkan negeri ini, bahkan diberita menyebutkan Eliana dua kali di sekap oleh Riko.
"Karena itu lepaskan lah dia jika tidak ingin Kak Erland terluka lagi, justru mungkin saja suatu saat nanti dia bisa kehilangan nyawanya gara-gara anda."
Eliana pun terdiam, dia baru menyadari jika selama ini Erland banyak terluka saat bersamanya, apalagi sekarang ini dia lagi bersitegang dengan papanya sendiri.
...****************...
...Yang suka horor nih, othor punya cerpen. Jangan dibaca kalau lagi makan 😁. Ini langsung tamat...
__ADS_1