
Erland pura-pura rilex padahal dirinya sangat gugup sekali. Dia mengalihkan pandangannya ke seluruh ruangan di kamar itu.
"Wah kamarmu sangat luas sekali." seru Erland dengan nada santai.
Dia melihat ada kursi sofa disana, dia berpikir apa lebih baik dia tidur disana saja? Tapi kalau dia tidur disana, yang ada Eliana akan kegeeran, Eliana akan mengira Erland tidak kuat untuk tidur di dekat Eliana.
Oke, aku akan buktikan bahwa aku sama sekali tidak tertarik padamu.
Erland merebahkan dirinya di atas ranjang, dia berusaha untuk terlihat santai padahal dia sangat grogi sekali. Dia pura-pura menguap, "Emm...aku, aku ngantuk se..."
Erland tidak melanjutkan perkataannya begitu melihat Eliana yang sedang memakaikan handbody ke tangannya dan beralih ke leher, lalu menaikan kakinya ke atas ranjang sambil mengusap dengan lembut handbody itu ke betis lalu ke pahanya. Tubuh Eliana memang terlihat sangat putih dan mulus. Diam-diam Erland memperhatikannya, dia merasakan tubuhnya kepanasan, Erland segera menutup tubuhnya dengan selimut begitu merasakan ada yang berdiri di bawah sana.
Kendalikan dirimu Erland, kamu pasti bisa. Kamu yang bilang sendiri tidak tertarik pada macan betina itu, kamu harus pegang ucapanmu sendiri. Ayo tidur lagi juniorku!
Hati Erland terus saja meracau. Dia tidak menyangka tubuhnya akan bereaksi hanya dengan melihat penampilan Eliana. Apalagi sang juniornya bangun tanpa seizinya.
Eliana ingin menahan tawa, melihat Erland yang berusaha dengan keras untuk menahan hasratnya, apalagi dia terlihat grogi walaupun berusaha untuk menutup rasa grogi itu.
__ADS_1
"Kamu ngantuk?" tanya Eliana, lagi-lagi dia memperlihatkan senyuman indahnya pada Erland.
"Emm...iya, aku... aku ngantuk sekali."
Eliana tiduran di samping Erland, dan menghadap ke arah Erland "Hmm... sayang sekali, padahal ada hal yang harus kita lakukan malam ini?"
"Emm... apa itu?" Erland sudah menduga Eliana pasti mengajaknya untuk melakukan malam pertama dengannya, tapi dia pura-pura tidak mengerti.
"Sesuatu yang sangat penting." jawab Eliana. Dia masih saja tersenyum menggoda.
"Aku tidak mengerti dengan apa yang aku maksud." Erland pura-pura polos.
"Apa kamu gugup?" tanya Eliana sambil menahan tawa.
"Tidak, untuk apa aku gugup."
"Hmm... ya sudah ayo kita lakukan tugas penting itu!"
__ADS_1
"Tugas penting apa?" Erland sudah bisa menebak apa yang dibahas Eliana, namun dia pura-pura tidak mengerti.
Eliana tersenyum geli, dia mendekatkan jaraknya pada Erland, dengan perlahan wajah mereka terlihat sangat dekat sekali. Wanginya hembusan nafas Eliana membuat gairahnya semakin memuncak, Erland menutup juniornya dengan tangan karena dia tidak ingin Eliana melihat juniornya yang telah berdiri menantang.
Okelah jika dia memaksaku, apa yang bisa aku perbuat? Kini Erland pasrah saja jika Eliana akan menerkam dirinya.
Erland pikir Eliana akan mencium bibirnya, ternyata Eliana ingin membisikan sesuatu pada Erland, membuat Erland membulatkan matanya begitu mendengar apa yang dibisikan Eliana padanya.
...****************...
Chelsea mencoba untuk menghubungi Erland, tapi ponsel Erland masih tidak aktif, rupanya Erland sengaja belum mengaktifkan handphonenya juga.
Dia tidak rela jika membayangkan Erland melakukan malam pertama dengan Eliana, dia sangat menyesal telah mengkhianati Erland, bahkan dia rela akan keluar dari pekerjaannya yang sangat dia inginkan dari dulu, asalkan dia bisa bersama Erland. Dia yakin Erland pasti masih mencintainya.
Chelsea mengirim pesan pada Erland.
[Kak, kita harus bicara, aku mohon. Bisa kan kita bertemu besok?]
__ADS_1