
Erland merasa sangat puas melihat wajah Eliana yang terlihat gugup sekali, baru kali ini Eliana terlihat lemah di depannya.
Eliana memelototkan matanya mendengar ucapan Erland, rupanya dia termakan omongannya sendiri.
"Kenapa? Apa kamu gugup?" Erland menahan tawa melihat wajah Eliana memerah.
"Tidak. Untuk apa aku gugup?" Eliana tetap bersikukuh tidak ingin terlihat lemah walaupun sebenarnya dia memang sangat gugup.
Erland melihat jam dinding, rupanya sudah jam 7 pagi.
"Kamu tau saat kita melakukan hubungan badan, itu tidak cukup satu atau dua kali. Karena itu kamu persiapkan dirimu nanti malam, pakailah pakaian yang lebih seksi dari semalam." bisik Erland, membuat Eliana merinding.
"Emm... o-oke. Tidak masalah." Eliana pura-pura siap.
Erland menjauhkan dirinya pada Eliana, dia tersenyum puas, dia yakin Eliana tidak akan mungkin mau memakai lagi pakaian seksi itu didepannya. Dan Erland juga memang tidak menjamin bisa menahannya lagi jika Eliana terus memakai lingerie di depannya.
Eliana segera masuk ke kamar mandi. Dia mengunci pintu kamar mandi, dia memegang dadanya yang terus berdebar-debar.
__ADS_1
"Astaga. Bagaimana kalau nanti malam dia benar-benar melakukannya?"
Eliana berpikir sejenak, "Tapi bukanlah itu yang aku harapkan, agar aku memiliki anak?"
Sementara itu Erland menghela nafas berkali-kali, Eliana sudah melihatnya, betapa malunya dia. Dia jadi ingin tau apa nanti malam Eliana berani memakai lingerie lagi di depannya. Dia mencoba menebak mungkin saja mulai sekarang Eliana tidak akan berani menggodanya lagi.
...****************...
"Ini data tentang Erland Putra, Tuan." Asisten Ken memberikan informasi mengenai Erland Puta pada Juan.
Juan saat ini sudah berada di kantor, di ruang manager. Dia segera menerima beberapa lembar informasi mengenai Erland.
"Mengapa ayah angkatnya terus menyiksanya? Apa dia memiliki dendam pada anak itu?" guman Juan.
"Perlu tuan ketahui bahwa Riko adalah orang yang telah menculik nona El 13 tahun yang lalu?"
Juan tercengang mendengarnya, mengapa kebetulan sekali Riko menculik Eliana, apa ini ada kaitannya dengan Alaska Corp?
__ADS_1
Juan mengepalkan tangannya, "Coba cari tahu dimana bajingan itu sekarang. Aku akan membunuhnya!"
Asisten Ken menundukkan kepala, "Maaf Tuan, saya tidak bisa menemukannya, dia sudah keluar dari penjara 6 tahun yang lalu. Sepertinya dia mengganti identitasnya."
Juan berpikir dengan keras, mengapa Riko selalu menyiksa Erland dan mengapa Riko menculik Eliana. Apalagi dia tau Erland tinggal dengan orang tua angkat, bukan orang tua kandungnya.
"Bukankah ada kejanggalan di sini?" Juan menunjuk tanggal lahir Erland yang sama dengannya.
Asisten Ken membulatkan matanya begitu menyadari tentang tanggal lahir Erland, rupanya Erland lahir di hari, tanggal, bulan dan tahun yang sama dengan Juan.
"Apa kamu mengetahui siapa orang tua aslinya Erland Putra?"
"Tidak Tuan. Tapi apa mungkin..." Asisten Ken tidak melanjutkan ucapannya, dia takut dugaanya salah.
Namun Juan mengerti apa yang ada di dalam pikiran Asisten Ken, karena dia juga memiliki pemikiran yang sama. "Aku juga berpikir yang sama dengan kamu. Karena itu aku harap kamu jangan memberitahu papa soal ini, dia tidak tau tentang Riko kan?"
"Tidak Tuan, tapi bagaimana jika dugaan kita benar?"
__ADS_1
"Aku akan menghancurkan keduanya. Selama ini papa hanya menganggap aku robot yang bisa dia suruh seenaknya. Dan Erland yang sudah merebut semuanya dariku, dia merebut kasih sayang ibuku dan sekarang dia merebut Eliana dariku. Aku yakin Eliana akan membencinya jika dugaan kita benar bahwa Erland adalah anak kandung papa."
Walaupun belum ada bukti, tapi dengan mengingat kasus penculikan Riko terhadap Eliana 13 tahun yang lalu, dia yakin Riko juga lah yang menculik anaknya Mario.