
"Karena itu lepaskan lah dia jika tidak ingin Kak Erland terluka lagi, justru mungkin saja suatu saat nanti dia bisa kehilangan nyawanya gara-gara anda."
Eliana pun terdiam, dia baru menyadari jika selama ini Erland banyak terluka saat bersamanya, apalagi sekarang ini dia lagi bersitegang dengan papanya sendiri.
Tapi ini semua bukan keinginannya, bukan keinginan Erland. Mereka hanya terjebak di dalam keadaan yang rumit seperti ini, dan semuanya akan berakhir setelah Tuan Mario bisa menebus semua kesalahannya.
Eliana tersenyum smrik, "Mengapa kamu peduli sekali pada suamiku? Padahal dulu kamu telah menyia-nyiakannya?"
Kini giliran Chelsea yang diam, kerena memang benar, dia telah menyia-nyiakan Erland.
"Kamu juga telah menyakitinya, bahkan tega menduakannya. Bagaimana bisa aku melepaskannya untukmu? Aku tidak akan membiarkan dia terluka lagi. Ketika kamu mencari yang sempurna justru kamu telah kehilangan yang terbaik. Karena itu aku tidak akan pernah melepaskannya yang terbaik itu."
Chelsea tersenyum miris mendengar ucapan Eliana. "Karena hidupmu sudah sempurna nona El makanya anda tidak perlu mempertimbangkan bagaimana Erland. Sementara aku, aku sudah terlahir miskin. Tentu saja ada kalanya aku mengkhawatirkan masa depanku."
Eliana terkekeh, "Jadi menurut kamu kata sempurna itu dilihat dari materi? Kamu salah, Chelsea. Padahal materi itu yang membuatku berada dalam bahaya dan sangat kesepian. Semenjak kehadiran Erland, aku merasa benar-benar hidup. Aku tidak akan pernah meninggalkan pria seperti dia."
Chelsea tidak bisa berkata apa-apa lagi. Sampai sejauh ini Eliana masih bisa bersikap tenang pada Chelsea, dia tau jika dia terbawa suasana dan memaki-maki dia, tapi justru itu akan membuat Chelsea tertantang untuk terus membuat Eliana emosi. Karena itu Eliana lebih memilih bersikap tenang dan elegan untuk menghadapinya.
"Karena itu percuma saja kamu mengatakan hal apapun untuk membuat aku menyerah. Aku sudah memutuskan tidak akan pernah meninggalkannya apalagi menyakitinya."
Chelsea tak menjawab lagi perkataan dari Eliana, dia memilih pergi meninggalkan Eliana tanpa sepatah katapun. Yang pasti saat ini dia sangat menyesal mengapa dulu telah menyakiti Erland.
__ADS_1
...****************...
Sementara saat ini Erland sedang berada di sebuah cafe yang tidak jauh dari mansion, karena Juan ingin bertemu dengannya.
Dia melihat Juan yang baru datang, keduanya nampak canggung begitu mengetahui jika mereka telah bertukar kasih sayang seorang ibu, tentu saja membuat mereka harus seperti saudara. Apalagi Juan adalah saudara sepersusuan dengan Erland dari nyonya Vera.
"Untuk apa kamu memintaku untuk menemuiku?" tanya Erland begitu Juan duduk dihadapannya.
Juan tak langsung menjawab, dia memberikan sebuah koper yang berisi berkas catatat kejahatan tuan Mario, bahkan ada audio recorder tentang percakapan tuan Mario dan Asisten Ken, termasuk baju Tuan Mario saat membunuh ayahnya Riko.
"Itu adalah bukti kejahatan ayah kita, bagaimana pun sekeras apapun dia memperlakukan aku. Dan sebenci apapun aku terhadap perlakuannya. Tetap saja aku telah mengganggap dia ayahku."
Erland tak langsung menjawab, dia memeriksa semua itu tanpa mengeluarkannya dari koper.
Erland tersenyum miris, karena dia juga tidak sekuat yang Juan bayangkan. Apalagi mengetahui Tuan Mario adalah papanya, hidupnya sangat hancur. Tapi saat itu saat dia masih dirawat di rumah sakit, dia melihat Tuan Mario dibalik jendela yang sedang memperhatikannya, ada tatapan yang berbeda dari Tuan Mario, ya sebuah tatapan kerinduan, namun Tuan Mario tidak berani mendekati Erland mengingat atas semua kejahatan yang telah dia lakukan pada Erland. Bahkan hampir membuat anaknya mati di tangannya sendiri.
"Lalu bagaimana dengan ibu kita? Apakah kau sudah menemuinya?"
Juan menggelengkan kepala, "Dia tidak pantas melahirkan anak seperti aku. Aku seorang pecundang yang hampir saja berbuat jahat demi cintanya. Dan aku juga telah menyakiti ibu kandungku sendiri. Rasanya aku tidak pantas menjadi anaknya."
"Kamu tidak jahat, memperjuangkan cinta itu semua berhak untuk melakukannya, walaupun aku pernah sempat membenci kamu karna tes DNA itu tapi malah dari situ aku bisa menilai kamu, kamu memiliki banyak kesempatan untuk memberitahu Eliana bahwa aku adalah anaknya Tuan Mario, tapi kamu tidak melakukannya, karna kamu masih memiliki hati nurani. Kamu ingin menjadi licik seperti ayah kita tapi kenyataan kamu tidak bisa karna pada dasarnya kamu orang baik. Jadi jangn membenci diri kamu sendiri."
__ADS_1
Erland menambahkan perkataannya lagi, "Aku harap kamu bisa berdamai dengan masa lalu, temui ibu kita, dia pasti sangat merindukan kamu."
...****************...
...Othor mau promosi karya kak Nath_E nih, bagi yang suka genre horor atau fantasi, mampir saja ke novel-novelnya....
Dia ksatria wanita dengan empat penjaga yang bisa menjelma menjadi Dewi Kematian
Dia melintas dimensi mencari jawaban dari hidupnya yang kekal dan tidak tersentuh takdir akhir zaman
Dia adalah Srikandi pemburu dalam dunia manusia yang penuh dengan kegelapan
Dialah, Sari Anneliese Van Barend.
Putri Sunda keturunan Indo Belanda yang terjebak dalam keabadian. Kehilangan sahabat dan tunangan membuat hari - hari Sari tersiksa dalam dendam tak berkesudahan. Keceriaannya hilang, berganti dengan ambisi untuk menumpas kejahatan.
Ketika portal waktu terbuka oleh ksatria lain, Sari tidak sengaja menemukan jalan menuju lawan yang lari menghilang pada saat terjadi pertempuran, Airlangga.
Dalam pengejaran, Sari dan suaminya meminta bantuan Mikaila, gadis cantik yang memiliki energi istimewa dari roh pusaka milik Raden Pandji Satria Abisatya untuk menuntut balas atas kematian orang-orang yang disayanginya.
Ikuti petualangan Sari, Doni dan Mika berburu musuhnya, Airlangga dan juga lelembut yang sengaja meresahkan kehidupan manusia dalam novel SRIKANDI TANAH PASUNDAN.
__ADS_1