Terjerat Hasrat Ceo Cantik

Terjerat Hasrat Ceo Cantik
55


__ADS_3

Sudah tiga jam Chelsea menunggu kedatangan Erland, dia yakin Erland akan datang menemuinya malam ini di rumah sakit. Erland paling tidak bisa melihat Chelsea sakit.


Chelsea sumringah begitu ada yang membuka pintu tempat dia menginap, namun senyumannya menghilang begitu melihat siapa yang datang.


"Mas Ruben?"


Ruben tersenyum lebar "Hai honney, katanya sakit. Aku disuruh mama buat jenguk kamu."


"Hanya panas biasa." jawab Chelsea dengan ketus.


Ruben memegang kening Chelsea, "Dingin kok."


Chelsea memang tidak sakit, dia hanya ingin Erland merasa kasihan padanya dan datang kesini, apalagi dia mendengar kabar tentang Eliana yang menghilang. Dia ingin tau Erland memilih siapa.


Ruben duduk disamping Chelsea. "Apa kamu tidak kangen sama aku?"


"Tidak," jawab Chelsea dengan ketus.


"Hmm...padahal aku sangat merindukan kamu, apalagi des@han kamu itu." Ruben meraba-raba tubuh Chelsea, lalu tangannya menelusup masuk ke dalam celana Chelsea, "Aku sangat merindukan milikmu ini."


"Ruben, ini rumah sakit." Chelsea ingin berontak. Tapi sentuhan jemari Ruben yang terus bergerak-gerak dibawah sana tak tertahankan. Dia tidak boleh terjebak lagi bersama Ruben, dia ingin hanya Erland yang boleh menyentuhnya.

__ADS_1


"Padahal kamu sehat mengapa pura-pura sakit?"


"Bukan urusan kamu." Chelsea mengigit bibir bawahnya sendiri merasakan ada yang basah karena tangan Ruben tak bisa diam dia area intinya.


"Jangan di tahan. Tenang saja honey, di ruangan ini hanya ada kita berdua, aku jamin aman karena aku kenal dengan pemilik rumah sakit ini. Hanya sekali aja ya. Setelah ini aku tidak akan ganggu kamu lagi. Aku hanya kangen dengan milikmu itu."


Pada akhirnya Chelsea tidak bisa menolaknya karena Ruben begitu lihai untuk membuat dia bergairah, dia terjatuh lagi ke pelukan pria bajingan itu, tanpa sadar mereka telah melakukan penyatuan di atas brankar.


"Ahhh..." Chelsea mendes@h saat Ruben terus menggerakkan pinggulnya.


Chelsea jadi berimajinasi bahwa yang diatasnya itu adalah Erland, betapa bahagianya dia jika Erland mau kembali padanya, dia akan dengan suka hati memberikan tubuhnya untuk Erland.


Suara erangan Ruben membuat Chelsea tersadar bahwa pria yang sedang berada diatasnya itu adalah Ruben, dia menjadi kecewa mengapa dia harus memberikan tubuhnya lagi pada pria b@jingan itu.


"Aku ingin ini terakhir kalinya kita berhubungan seperti ini." Chelsea mengatakannya dengan nada serius.


Ruben hanya tersenyum, dia menikmati dia buah melon di dada Chelsea, menyesapnya dengan begitu n@fsu. Bagi Ruben tidak masalah, yang penting malam ini burungnya masuk ke dalam sarang.


Berniat menjenguk malah dapat hadiah.


...****************...

__ADS_1


"Eliana!" Erland terus berteriak mencari keberadaan Eliana di hutan Green Forest itu.


Selama tiga jam itu Erland terus mencari keberadaan Eliana. Tak peduli hujan lebat membahasi tubuhnya, dia tetap tidak ingin menyerah untuk terus mencari keberadaan Eliana. Hanya seberkas cahaya senter yang menerangi.


Erland masuk ke dalam hutan lebih dalam, melewati pepohonan tinggi, suasana sangat gelap gulita. Belum lagi dengan jalan yang dia injak tidak rata. Membuat dia tersandung hampir terjatuh, dan cahaya senter tan sengaja menyinari handphone milik Eliana tergeletak disana.


Erland segera membawanya, dia yakin Eliana pasti ada disekitar sini.


"Eliana!" Erland terus berteriak, berharap Eliana dapat mendengar suaranya.


Erland melihat ada sebuah kaki tersorot cahaya senter, dia terus berjalan mendekatinya, dia membulatkan mata begitu melihat Eliana terbaring di atas tanah dengan posisi kepala terluka.


"Oh El..." Erland langsung mengangkat tubuh Eliana yang tak sadarkan diri, dia memeluk tubuh itu dengan erat.


"El... bangun El!" Erland mengucang-guncang tubuh Eliana namun tidak ada reaksi apapun juga.


Erland segera membaringkan kembali tubuh Eliana dan memberikan dia nafas buatan, usahanya berhasil, Eliana terlihat bisa bernafaskan kembali.


Erland memeluk tubuh Eliana kembali dengan erat agar Eliana tidak kedinginan. Dia mentiikan air matanya, begitu sedih melihat keadaan Eliana, tapi dia juga bersyukur karena dia berhasil menemukannya malam ini.


Aku akan membuat perhitungan kepada orang yang telah membuat kamu seperti ini El, kalau bisa aku akan melenyapkannya agar dia tidak mencelakai kamu lagi.

__ADS_1


__ADS_2