
Setelah sampai Mansion, Erland melihat Eliana yang sudah tertidur, rupanya dia sudah mengganti lingerienya dengan piyama biasa, mungkin karena udara malam semakin membuat dia kedinginan apalagi Erland belum pulang juga jadi terpaksa Eliana mengganti pakaiannya.
Erland merasa tersentuh, Eliana pasti menunggunya sampai dia harus tertidur di sofa ruang tamu.
Erland mengusap wajah Eliana, dia tersenyum memandanginya, baginya hanya dengan melihat wajah sang istri bisa membuat semua rasa sakit itu hilang, Eliana adalah penawar rasa sakit itu.
Dengan perlahan, Erland menundukkan kepalanya, mencium kening Eliana. Lalu mengangkat tubuh ramping itu, menggendongnya. Erland berjalan dengan pelan menaiki anak tangga satu persatu.
Begitu sampai kamar, dia membaringkan tubuh Eliana di atas kasur yang penuh ditaburi bunga, dia merasa bersalah karena membuat Eliana menunggu dan sudah menggagalkan malam spesialnya bersama Eliana.
Maafkan aku El, sepertinya aku juga jahat seperti ayahku, aku tidak bisa melepaskan kamu, sebelum ingatan kamu kembali aku ingin membuat kamu semakin mencintaiku dan membuat kenangan indah yang tidak bisa kamu lupakan.
Setelah mandi dan berganti pakaian, Erland tidur disamping Eliana, dia memeluk Eliana dengan erat, sambil menghirup wangi aroma rambut Eliana, sesekali dia mencium pucuk kepalanya.
Paginya...
Eliana terbangun dari tidurnya, dia membuka matanya dengan pelan, dia tersenyum melihat Erland yang sedang memeluk erat dirinya. Namun dia terkejut begitu melihat wajah suaminya terluka.
"Wajahmu terluka Er!"
Rupanya Erland lebih dulu bangun, tapi dia pura-pura tidur lagi begitu melihat Eliana bangun karena dia masih ingin memeluk tubuh itu, apalagi hari ini hari libur, dia bisa lebih lama memeluk tubuh Eliana.
"Biarkan saja!"
Tapi Eliana tidak menerimanya, "Siapa yang melakukannya? Apa kamu pulang malam gara-gara berkelahi?"
__ADS_1
"Emm... ini hanya luka kecil. Aku tidak apa-apa."
Eliana malah melepaskan pelukan Erland, dia mencari kotak P3K di dalam laci yang ada di lemari, lalu duduk di dekat Erland, dia mengobati luka di wajah Erland.
"Mengapa kamu berkelahi? Lihatlah wajahmu jadi terlihat jelek!" gerutu Eliana.
Erland terkekeh, dia gemas melihat wajah sang istri "Hmm... baguslah jika aku jelek, jadi kamu tidak perlu takut ada yang menggodaku."
"Hmm... jangan ngeles. Kenapa kamu berkelahi?" Eliana terus mengulangi pertanyaannya.
Erland tidak mungkin bilang dia dipukuli ayahnya sendiri, Tuan Mario, dia terpaksa berbohong pada Eliana. "Aku berkelahi dengan preman karena aku menolong seseorang yang diganggu olehnya."
"Hmm... pasti orang itu cewek." Eliana terlihat kesal.
"Untuk apa preman ganggu cowok?" Eliana berhenti mengobati luka di wajah Erland karena sudah selesai.
"Ya mana aku tau, itu urusan mereka."
Eliana meletakkan kotak P3K di atas nakas. "Hmm... ya sudah aku mandi dulu." Dari raut wajahnya, kelihatan sekali Eliana masih kesal.
Eliana berjalan menuju kamar mandi, dia terkejut begitu akan menutup pintu, Erland menahannya, dia ikut masuk ke dalam, "Kita mandi bersama."
Mata Eliana membulat mendengar ucapan Erland. Dia begitu gugup saat Erland membuka kancing piyamanya dan membuka seluruh pakaian dalamnya, tapi dia mengingatkan dirinya bahwa dia adalah seorang istri, Erland pasti pernah melihat tubuhnya telanj@ng seperti ini sebelumnya, jadi dia tidak boleh memperlihatkan kegugupannya.
Melihat tubuh indah Eliana tanpa satu helai kainpun membuat desiran panas di tubuh Erland, dia langsung menyambar bibir Eliana, berjalan menuju shower, Erland menyalakan air shower membiarkan mereka berciuman di bawah guyuran air shower.
__ADS_1
Eliana terlena di buatnya, tangan Erland tak berhentinya memuja keindahan tubuhnya dengan menyabuni tubuhnya itu, terus menjelajahinya, bahkan merem@s dua bulatan indah di dada Eliana. Eliana tak mau kalah, dia membuka kancing piyama Erland yang sudah basah kuyup. Erland ikut membuka celananya, hingga mereka sama-sama telanj@ng. Eliana juga menyabuni tubuh Erland.
Mereka berciuman kembali dengan begitu n@fsu, guyuran air shower yang dingin membuat n@fsu mereka semakin memuncak. Mereka berciuman semakin brutal sampai suara nafas mereka berderu dengan begitu hebat.
Kini Erland menciumi leher Eliana, dan menyesapnya, meninggalkan beberapa tanda merah di leher Eliana, Eliana mendes@h dibuatnya. Apalagi saat ciuman itu turun ke dada Eliana, Erland menyambar dua buah dada Eliana secara bergiliran, yang satu dia hisap dengan mulutnya, yang satu lagi dia rem@s-rem@s dengan tangannya.
"Ahhh... Er!" Eliana mendes@h, dia juga tak mau kalah, dia meraba-raba punggung Erland, dan merem@s rambutnya, dia semakin membusungkan dadanya, tubuhnya meminta lebih dari sentuhan itu. Erland semakin ganas menghisap dada Eliana.
Rasanya begitu menggila ketika Eliana merasakan jemari Erland turun ke bawah, satu jarinya bergerak-gerak dengan begitu lembut, memainkan area intinya.
Tubuhnya Eliana mengeliat, menginginkan sentuhan yang lebih dari itu. Entah sentuhan apalagi yang Eliana inginkan, dia juga tidak mengerti.
Erland mematikan shower, dia meraih handuk mengusap tubuhnya dan juga tubuh Eliana, lalu menggendongnya seperti koala sambil berciuman keluar dari kamar mandi.
Erland membaringkan tubuh Eliana, dia mencium bibir Eliana kembali, dan ciuman itu terus turun ke bawah dari leher, ke dada Eliana, dan menciumi perutnya yang rata, begitu menggelikan tapi sangat menikmatinya. Sampai Erland membenam kepalanya diantara kedua paha Eliana. Eliana nampak menganga dibuatnya merasakan kelembutan lidah menyapu miliknya, "Owhh... emm... Er...land... ahh..."
...****************...
...Siapkan es batu buat besok 😁...
...Jangan lupa kasih hadiahnya biar othor gak ganggu mereka lagi 😅...
...Dirgahayu Republik Indonesia 🇮🇩...
...Semoga kalian menang di balapan lomba dalam sarungnya 💪 oh salah, balap karung! 😁...
__ADS_1