Terjerat Hasrat Ceo Cantik

Terjerat Hasrat Ceo Cantik
78


__ADS_3

Tuan Mario kembali ke rumah sakit tempat istrinya di rawat, pikirannya nampak kosong, sampai dia tidak sadar bahwa dia sudah sampai di depan pintu, dia melihat istrinya sudah tertidur.


Tuan Mario mengurungkan niatnya untuk masuk ke dalam, dia duduk di kursi yang ada disana, pikirannya begitu kacau, mau tidak mau dia harus menerima kenyataan bahwa Erland adalah putranya.


Tuan Mario tidak tau menghadapi Erland kedepannya bagaimana karena dia tau anaknya itu sangat mencintai Eliana. Kepalanya terasa sakit memikirkannya.


Drrrttt....Drrrttt....


Ponselnya Tuan Mario bergetar, dia mendapatkan telepon dari Zerad.


"Apakah aku harus membunuhnya sekarang?" tanya Zerad .


"Tidak, biar aku sendiri yang membunuhnya. Berani sekali dia telah mempermainkan aku." Tuan Mario mengepalkan tangannya, dia sangat murka kepada Riko.


"Baik Tuan." Zerad menutup teleponnya, saat ini Zerad sedang berada di dalam mobil dengan beberapa anak buah Tuan Mario yang lainnya, mereka lagi mengintai sebuah mobil polisi yang membawa Riko, Riko baru selesai menjalani perawatan di rumah sakit karena kakinya terluka.


Mobil yang di tumpangi Zerad terus saja mengikuti arah mobil polisi itu melaju, Zerad menghubungi seseorang, "Lakukan sekarang!"


Saat melewati perempatan, sebuah truk besar melanju dengan kekuatan cepat, lalu menabrak mobil polisi yang melintas.


JEGRERRR!


Terdengar suara dentuman yang begitu keras, membuat mobil polisi itu terjungkal berkali-kali, Zerad segera menghentikan mobilnya, dia menembak satu polisi yang masih sadarkan diri.


Doorr...


Riko yang masih sadar, dia mencoba untuk keluar dari mobil, dia ingin segera melarikan diri dari Zerad, namun sialnya kakinya terluka, dengan cepat Zerad mengikutinya, sehingga terjadi perkelahian diantara mereka berdua.


Tentu saja Zerad yang menang. Bahkan dia berhasil membekap Riko dengan sapu tangan untuk membiusnya.


Mmpphhh...

__ADS_1


Mmpphhh...


Sampai akhirnya Riko tak sadarkan.diri, Zerad bertanya kepada salah satu anak buahnya, "Apa kau sudah mengamankan semua CCTV disekitar sini?"


"Sudah Pak."


...****************...


Riko membuka matanya dengan perlahan, dia baru sadar ternyata dia berada di gudang tua dengan posisi kaki dan tangan terikat. Dia terperangah begitu melihat Tuan Mario berdiri dihadapannya.


Tuan Mario dengan tatapan penuh amarah dan emosi yang berkobar di dalam dada dia mencekik leher Riko, lalu memukul wajahnya berkali-kali.


"Brengsek!"


Bugh...


Bugh...


"Beraninya kamu mempermainkan aku, seorang Mario William hah!"


"Bagaimana rasanya melukai anak sendiri haha..."


"Brengsek!"


Bugh...


Tuan Mario menendang dada Riko sampai kursinya tak bisa menahan bobot Riko dan terjungkal ke lantai.


"Haha...bahkan dulu aku menyiksanya setiap hari, memukulnya, menendangnya!" Riko malah semakin ingin membuat Tuan Mario emosi. "Sebagai ganti atas semua dosamu terhadap ayahku."


Taun Mario mengangkat tubuh Riko, membiarkan Riko terlepas dari ikatannya, dia menghajar secara brutal, dia semakin emosi. Sementara Zerad dan anak buah Mario memilih diam memperhatikan tuannya sedang menghajar Riko.

__ADS_1


"Itu semua balasan untukmu yang sudah membunuh ayahku, Mario." Riko mencoba untuk melawan Tuan Mario.


Mereka pun berkelahi.


Tanpa di duga Tuan Mario membawa pisau lipat yang ia simpan di saku celananya, dia menusukan pisau itu ke perut Riko secara berkali-kali, bahkan secara brutal.


"Ini adalah hukuman untuk orang yang berani melawanku."


Riko nampak tidak berdaya, bahkan tubuhnya ambruk ke lantai dengan darah segar yang berkeluaran dari perutnya. Riko sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi, dia hanya pasrah terbaring di lantai.


"A-aku jamin hi-hi-hidupmu akan men-de-ri-ta Mario." Riko mengatakannya dengan nafas terengah-engah, sampai dia terbatuk-batuk dengan darah berkeluaran dari mulutnya.


Akhirnya Riko mati dengan mata yang masih melotot.


Tuan Mario terdiam sejenak, sudah lama dia tidak membunuh secara langsung oleh dirinya sendiri, dia membuka sarung tangan hitam yang dia pakai, dan juga kemejanya yang dipenuhi oleh darah, dia melempar itu pada Zerad, "Tolong bakar semua ini."


"Baik, Tuan." Zerad memberikan kemeja baru untuk Tuan Mario lalu dia mengambil kemaja putih dan sarung tangan yang bersimbah darah.


"Buang mayatnya ke laut, kamu tau kan caranya agar mayat tidak mudah temukan?" Tuan Mario mengatakan itu sambil memakai kemeja putihnya.


"Tentu saja saya tau Tuan."


Tuan Mario menepuk pundak Zerad, "Bagus. Lakukan dengan baik."


Lalu Tuan Mario memandangi Arya yang kebetulan ada disana juga, Arya nampak ketakutan sekali.


"Ampun Tuan, aku janji aku tidak akan membocorkan semuanya." Arya mengatakan itu dengan tangannya yang gemeteran.


"Jika polisi menangkapmu, katakan saja kau mendorong Eliana karena memiliki dendam padanya. Maka aku akan menjamin masa depan seluruh keluargamu."


"Ba-baik, Tuan."

__ADS_1


Tuan Mario tidak bisa membunuh Arya, karena harus ada tersangka atas kecelakaan Eliana waktu di hutan itu.


"Tapi sebaliknya, kalau sampai kau mengatakan yang sebenarnya, aku tidak akan segan menghabisi keluargamu."


__ADS_2