
"Arrghhh..." Eliana sedikit menjerit saat ada yang mulai masuk ke dalam, entah ukuran Erland yang besar atau mungkin karena dia masih perawan, tapi baru seperempatnya masuk saja membuat Eliana menjerit. Begitu terasa perih dan ngilu di bawah sana.
Eliana reflek mendorong tubuh Erland, dia tidak kuat untuk melanjutkannya "Owh... ini sakit, Erland!"
"Memang seperti ini El, aku janji akan melakukannya dengan pelan." Erland tidak ingin melepaskannya.
Erland semakin mendorong miliknya, Eliana semakin menjerit dan reflek menjambak rambut Erland.
"Arrghhh..."
"Akhhh... El!" Erland merasakan kepalanya pusing di jambak sangat kuat oleh Eliana. Lebih parahnya kakinya tidak bisa diam membuat sang pisang yang baru masuk seperempatnya keluar lagi. Sialnya kena tendang oleh kaki Eliana yang terus berontak.
Buukk...
"Arrgghh..." Erland memegang pusakanya, terasa begitu ngilu padahal baru saja dia merasakan kenikmatan saat miliknya sedikit masuk ke dalam milik Eliana.
Eliana segera menutup tubuhnya dengan selimut, "Kamu membuatku sakit!" bentak Eliana, dia sedikit meringis merasakan ada yang sedikit robek di dalam intinya.
"Aku menyesal mengapa dulu malah berjanji ingin menjadikan kamu suamiku. Harusnya aku menyewa orang yang berpengalaman saja.".Padahal Eliana tidak serius mengatakannya.
__ADS_1
Erland terbelalak mendengarnya, entah mengapa dia tidak terima jika ada pria lain yang akan menyentuh tubuh Eliana. "Ini baru permulaan, memang begitu, awalnya sakit, tapi lama-lama kamu akan menikmatinya kok."
Eliana mengerutkan keningnya, "Menikmatinya?" Dia tidak mempercayai ucapan itu, bagaimana bisa dia menikmatinya, baru masuk sedikit saja sudah sangat perih. Tapi mengapa saat dia melihat di film yang dia tonton terlihat wanita itu sangat menikmatinya.
Erland mencoba membujuk Eliana lagi, dia menindih tubuh Eliana yang masih ditutupi selimut. "Iya, karena itu kita harus melakukannya lagi, biar kamu cepat hamil. Dan perlu kamu tau satu kali melakukannya tidak akan membuat hamil. Kita harus sering melakukannya, semakin sering melakukannya maka semakin cepat kamu hamil El. Dengan catatan kamu harus melakukannya dengan pria yang sama."
Erland jadi takut Eliana memutuskan kontrak pernikahan mereka hanya gara-gara dia tidak berpengalaman.
Eliana tidak mempercayai ucapan Erland, "Tapi saat aku membaca di internet, satu kali melakukannya itu sudah cukup bisa membuat wanita hamil."
"Jangan terlalu mempercayai internet, justru kira harus sering melakukannya El. Kalau bisa setiap hari kita melakukannya." Erland sudah merasakan bagaimana nikmatnya saat miliknya sedikit terjepit di bawah sana, dia ingin sekali merasakan bagaimana jika dia menggerakkan miliknya dan menghentakannya lebih dalam, dia mulai mencium kembali bibir Eliana.
Tring...Tring...Tring...
Eliana melepaskan ciuman "Cepat angkat gih!"
"Biarkan saja!" Erland masih ingin melanjutkan aksinya, dia menarik selimut yang menutupi tubuh Eliana.
Erland menghisap dua bulatan kembar di dada Eliana yang begitu menggoda.
__ADS_1
Tring...Tring...Tring...
Lagi lagi ponsel Erland berbunyi.
Eliana menarik selimutnya lagi menutupi tubuhnya.
"Cepat angkat!" suruh Eliana.
Erland menghela nafas, dia segera mengiyakan perintah dari Eliana, Erland mengambil piyama untuk menutupi tubuhnya, dia segera mengangkat telepon begitu tau siapa yang meneleponnya.
"Chelsea, ini sudah larut malam. Kenapa kamu menelpon aku?" Erland mengatakannya dengan pelan, dia berjalan menuju balkon karena tidak ingin Eliana mendengarnya.
"Mengapa kakak tidak datang? Padahal aku sudah mempersiapkan diriku untuk malam kita?" Chelsea mengatakannya dengan nada sedih.
Erland menghela nafas "Jangan merendahkan harga diri kamu demi aku."
"Itu karena aku sangat mencintai kakak. Aku rela menjadi wanita simpanan kak Erland asalkan kak Erland tidak menyentuh wanita itu."
Erland mendengus, rahangnya terasa begitu mengeras, "Dia istri aku, jadi wajar saja jika aku menyentuhnya."
__ADS_1
Chelsea sedikit menganga, dia tidak percaya bagaimana bisa seorang Erland yang begitu sangat mencintainya bisa mengatakan hal itu padanya.