Terjerat Pesona Sang Direktur

Terjerat Pesona Sang Direktur
Menjadi Kekasih yang Lain


__ADS_3

Saat ini Regan tengah duduk termenung di dalam kamarnya dengan segelas wine di tangannya. Pandangan tajamnya menatap nyalang ke depan. Entah kenapa Regan merasa ada yang janggal dalam sikap Angelia kepada Cristian. Walau tak terlihat, tetapi Regan sejak awal terus mengawasi hubungan mereka.


“Sebenarnya apa yang Angelia cari dari pewaris keluarga GU itu,” gumam Regan.


Disisi lain Angelia juga tengah duduk termenung dengan memeluk bantal di atas pangkuannya. Entah kenapa ia merasa begitu kesal mengingat kejadian tadi dimana Regan bersama wanita lain.


“Pria itu benar-benar ingin mempermainkanku. Baru juga memintaku menjadi kekasihnya dan sekarang sudah menggandeng gadis lain yang terlihat masih muda. Benar-benar bikin kesal!” seru Angelia merasa sangat kesal.


Ia menatap gelang di pergelangan tangannya, ia mengingat saat Regan memberikan dan memasangkannya di pergelangan tangannya.


“Bagaimana bisa kamu berlaku seperti ini? Apa kamu sungguh menyukaiku? Dasar Devil penipu!” amuk Angelia kepada gelang itu.


Ia menghela nafasnya beberapa kali dan memejamkan matanya. Tak lama ia kembali membuka matanya dan menyandarkan kepalanya ke kepala ranjang.


“Tapi kenapa juga aku harus begitu kesal. Bukankah aku sudah menolaknya, mungkin dia ingin mencari pelarian. Lagipula kalau dia tidak menyerah padaku, aku juga tetap tidak bisa menerimanya. Ah sungguh menyulitkan,” gumam Angelia terdengar lirih.


***


Keesokan harinya Angelia melakukan pekerjaan seperti biasanya dan sikap Regan masih begitu dingin terhadapnya. Tidak ada kehangatan dan candaan yang biasa Regan berikan padanya, dia juga sudah tidak menggoda Angelia lagi.


Sebenarnya Angelia merasa begitu kehilangan dan merasa sedih karena Regan yang bersikap dingin padanya, ia memperlakukan Angelia seperti pada karyawan lainnya. Egois memang, tetapi itulah yang hati Angelia rasakan saat ini.


“Permisi, saya mau bertemu dengan Mr. Danial,” seru seseorang membuat Angelia tersadar dari lamunannya.


“Oh begitu, apa sudah membuat janji sebelumnya, Sir?” tanya Angelia.


“Sudah. Katakan saja Roy datang untuk menemuinya,” seru pria berkaca mata itu.


“Baiklah. Tunggu sebentar,” seru Angelia dan mencoba menghubungi Regan.


“Baiklah. Silahkan masuk,” seru Angelia beranjak dari duduknya dan mengantarkan sang tamu menuju pintu Direktur.


Setelah mengetuk pintu, Angelia kemudian membuka pintu dan mempersilahkan tamu itu untuk masuk.


“Kamu sudah datang Roy,” seru Regan duduk bersandar ke sandaran kursinya saat melihat kedatangan pria berkacamata itu.


“Kau memanggil, maka aku akan datang,” seru Roy tersenyum simpul.


Roy duduk di kursi tepat di depan Regan.


“Pekerjaan ini aku rasa kau yang lebih cocok menyelidikinya. Aku tidak bisa mengandalkan orang lain,” seru Regan.


“Aku tersanjung mendengarnya,” kekeh Roy.

__ADS_1


“Bagaimana kabar paman Key dan paman Kay?” tanya Regan.


“Daddy dan paman Key baik-baik saja dan seperti biasa mereka selalu cek cok setiap hari,” seru Roy yang tidak paham dengan ayah dan saudara kembarnya itu. Walau sudah lansia, tetapi tetap saja cek cok dan berdebat. Padahal mereka itu kembar, biasanya anak kembar akan lebih memahami satu sama lain.


“Tidak berubah,” seru Regan membuat Roy mengedikkan bahunya.


“Aku dengar Calvin sudah bekerja disini?”


“Ya, sesuai permintaan Daddy. Dia harus melatih diri sebelum memegang anak perusahaan yang ada di Negara Indonesia,” seru Regan yang diangguki Roy.


“Jadi apa pekerjaan yang ingin kau berikan?”


“Kau bertemu dengan sekretarisku barusan,” seru Regan yang diangguki Roy.


“Bagaimana menurutmu?” tanya Regan.


“Dia cantik, terlihat ramah. Kenapa?”


“Kau bukannya seorang Psikolog. Kau mungkin bisa membaca sesuatu dari raut wajahnya.”


“Hmm, tumben sekali kau peduli pada orang lain. Terutama seorang gadis,” seru Roy menaikkan sebelah alisnya. “Kau menyukainya, bukan?”


“Ck, aku tidak meminta mata empatmu itu membaca raut wajahku. Tetapi wanita itu,” seru Regan dengan sarkasis membuat Roy terkekeh.


“Ck, sungguh penampilanmu itu menipu. Watakmu lebih gila,” seru Regan dan Roy malah tertawa puas.


“Baiklah, apa yang harus aku lakukan sekarang? Jangan lupa aku ini masih seorang mahasiswa dan aku tidak bisa bolos terlalu lama. Daddy bisa-bisa mencariku kesini,” seru Roy.


“Tidak akan lama. Aku ingin kau menyelidiki Angelia,” seru Regan menyerahkan sebuah berkas ke arah Roy. “Itu data tentangnya, aku ingin tau semua kehidupannya di masa lalu dan hubungannya dengan pewaris keluarga GU,” seru Regan.


“Hmm menarik,” seru Roy saat membaca berkas data pribadi Angelia.


“Kau tenang saja, aku tidak akan melewatkan sedikitpun informasi tentangnya,” seru Roy yang diangguki Regan.


***


Angelia kaget saat Cristian datang menjemputnya ke kantor tempatnya bekerja, mau tidak mau Angelia pun naik ke dalam mobil Cristian.


Dan saat ini mereka tengah berada di salah satu restaurant mewah untuk makan malam.


“Kualitas daging disini sangatlah baik. Kamu pasti menyukainya,” seru Cristian.


Tak lama hidangan pesanan mereka pun datang.

__ADS_1


“Sepertinya enak, aromanya begitu menggugah,” seru Angelia membuat Cristian tersenyum puas.


“Makanlah.”


Mereka pun menikmati makanan dalam diam. Hingga tak terasa makanan mereka pun telah tandas dan seorang waiters menuangkan anggur ke dalam gelas berkaki yang ada di atas meja.


“Mari bersulang,” seru Cristian mengangkat gelas miliknya. Angelia pun mengangkat gelas miliknya dan melakukan cheers dengan Cristian.


“Angelia, sebenarnya ada yang ingin aku katakan padamu,” seru Cristian saat mereka sudah menyimpan gelas di atas meja.


“Ada apa Cristian?” tanya Angelia.


Cristian tiba-tiba saja menyentuh tangan Angelia di atas meja membuat Angelia sedikit tidak nyaman, ia ingin menarik tangannya tetapi Cristian menahannya dengan cukup kuat.


“Angelia, aku menyukaimu,” seru Cristian membuat Angelia menatap ke arahnya dan sedikit kaget.


“Aku tau, dulu aku sempat membuat kesalahan padamu. Aku sungguh minta maaf atas kejadian itu,” seru Cristian membuat Angelia menggertakkan giginya terpancing emosi. “Tetapi saat itu aku belum mengenalmu dengan baik. Sekarang aku sadar, kalau kamu wanita baik.”


“Aku telah jatuh cinta padamu, Angelia. Maukah kamu menjadi kekasihku?”


Deg


Angelia, aku menyukaimu. Jadilah kekasihku.


Seketika ungkapan yang dilontarkan Regan kembali terngiang di kepalanya dan saat Angelia melihat Cristian di depannya, wajah Cristian berubah menjadi wajah tampan Regan yang sangat berkharisma.


“Aku-“


“Angelia, aku serius dengan ucapanku. Aku sangat menyukaimu,” seru Cristian penuh harap.


Angelia kembali menatap Cristian dimana wajahnya kembali berubah menjadi Cristian dan Regan.


Angelia terus menatap wajah Regan di depannya yang tersenyum kecil dan sangat tampan. “Aku mau,” seru Angelia. 'Mr. Danial.' Batin Angelia.


“Kamu sungguh menerimaku menjadi kekasihmu?” tanya Cristian sangat antusias dan saat itu wajah Regan menghilang entah kemana membuat Angelia sedikit bingung.


Ia menganggukkan kepalanya dengan tersenyum kecil, ada rasa kecewa di dalam hatinya dan itu membuat Angelia merasa begitu tak nyaman. Kenapa ia harus merasakan perasaan seperti ini, bukankah ini adalah keinginannya dimana tujuannya perlahan terpenuhi.


“Terima kasih Angel. Aku sangat bahagia,” seru Cristian menarik tangan Angelia dan menciumnya. “Ayo kita bersulang untuk merayakan hari pertama kita.”


Angelia hanya mengikuti Cristian mengangkat gelasnya dengan senyuman kecil di bibirnya.


***

__ADS_1


__ADS_2