Terjerat Pesona Sang Direktur

Terjerat Pesona Sang Direktur
Malaikat Penyelamat Kembali


__ADS_3

“Ah sial! Siapa yang menelponku tengah malam begini,” gerutu Calvin terbangun dari tidurnya dan mengambil handphonenya.


“Heh orang sial mana sih yang tidak tau waktu menelpon di jam segini!” seru Calvin saat mengangkat telponnya.


“Ini aku Regan.”


“Ah kakak sepupu, ada apa kau menghubungiku di tengah malam begini? Apa kau sedang merindukanku?”


“Jangan bermimpi! Cal, apa kamu tau Angelia dimana dan bagaimana keadaannya? Aku tidak bisa menghubunginya sejak dua hari ini.”


“Angelia? Dia tidak masuk kerja selama dua hari ini, dia mengambil cuti kerja. Aku pikir kamu mengetahuinya,” seru Calvin.


“Dia mengambil cuti?”


“Apa kamu benar-benar tidak tau?”


“Tidak, nomornya bahkan tidak aktif sejak dua hari yang lalu.”


“Baiklah, besok pagi aku akan mencari dia. Ngomong-ngomong dimana alamat rumahnya,” seru Calvin.


“Kau minta Jose mengantarmu, dia akan membawamu ke rumah Angelia.”


“Baiklah, kau jangan terlalu cemas kakak sepupu. Angelia wanita yang tangguh, aku yakin dia baik-baik saja.”


“Semoga, ingat besok langsung hubungi aku apapun yang terjadi.”


“Baiklah.”


***


Angelia baru saja keluar dari rumahnya, ia akan berangkat bekerja. Rasanya sudah cukup ia beristirahat selama dua hari di rumah.


“Angel!” panggilan itu membuat Angelia menoleh ke sumber suara.


“GM Calvin? Anda disini? seru Angelia.


“Ya, kenapa kamu tidak masuk kerja? Tunggu!” Calvin meneliti Angelia dimana masih menggunakan perban di kepalanya.


“Apa yang terjadi denganmu?” seru Calvin.


“Dua hari lalu aku mengalami kecelakaan, tetapi tidak begitu parah. Sekarang aku sudah merasa jauh lebih baik,” jawab Angelia.


“Kenapa kamu tidak menghubungiku! Bagaimana bisa kamu terluka seperti ini! Kalau kakak sepupu tau, dia akan memarahiku!”


“Maafkan aku, aku juga kehilangan handphoneku dan belum sempat membeli yang baru. Jadi aku tidak bisa menghubungi siapapun,” seru Angelia.


“Tetapi sekarang aku sudah merasa lebih baik dan bisa kembali bekerja.”

__ADS_1


“Apa kamu yakin? Kalau masih belum sehat sebaiknya kamu ambil cuti lagi,” seru Calvin.


“Aku sudah merasa jauh lebih baik. Aku tidak bisa meninggalkan pekerjaanku dalam waktu yang lama,” seru Angelia.


“Baiklah kalau begitu ayo. Kita ke kantor bersama,” seru Calvin yang diangguki Angelia.


- - -


“Apa kau bilang? Angelia mengalami kecelakaan!” Calvin menjauhkan handphonenya dari daun telinganya. Sesuai dugaannya kalau Regan akan marah, ia tidak ingin memberitahukannya pada Regan awalnya. Tetapi Regan terus saja menghubunginya setiap menit seperti menerornya membuat Calvin sangat tidak nyaman, akhirnya mau tidak mau ia pun mengatakan yang sebenarnya.


“Lalu bagaimana keadaannya sekarang? Apa yang terluka?”


“Itu hanya kepalanya saja yang di perban,” jawab Calvin.


“Apa? Hanya kepalanya? Kau pikir kepala aset tidak penting!” bentak Regan dari seberang sana.


“Tetapi dia sudah kembali bekerja dan mengatakan baik-baik saja, selain itu handphonenya juga hilang saat kecelakaan itu. Makanya dia tidak bisa menghubungi siapapun,” seru Calvin.


“Baiklah.”


Regan menutup sambungan telponnya.


“Haish apa seseram ini kalau pria sedang jatuh cinta,” gumamnya membayangkan dirinya sendiri yang akan jatuh cinta. Entah akan bagaimana, ia benar-benar tidak mampu memikirkan maupun membayangkannya.


- - -


Angelia menerima telpon dari Rosie melalui telephone kantor. Rosie mengajak Angelia untuk bertemu di bagian atap gedung, ia mengatakan sangat penting. Sebenarnya Angelia malas meladeni Rosie, tetapi ia juga ingin tau permainan apa yang akan dimainkan oleh Rosie.


“Ada apa lagi kau mencariku?” seru Angelia dengan nada datar.


Rosie menoleh ke arahnya.


“Aku ingin kau mati!”


“Ah!” Angelia memekik kaget saat Rosie begitu saja mendorong tubuhnya hingga Angelia jatuh tetapi sebelah tangannya berhasil berpegangan pada dinding pembatas.


“Apa yang kau lakukan Rosie?” pekik Angelia sangat ketakutan, ia saat ini sedang bergelantung di atap gedung yang sangat tinggi.


“Aku ingin kau mati! Karena kau hidupku hancur sekarang!” pekik Rosie sangat marah.


“Apa maksudmu?


“Dasar ******! Karena kau melarikan diri, jadi aku yang harus menemani pria tua bangka itu! Harusnya kau yang ada disana bukan aku!” pekiknya sangat marah.


“Bukankah itu senjata makan tuan? Aku tidak pernah melakukan apapun padamu. Kau sendiri yang menghancurkan hidupmu Rosie,” seru Angelia menahan rasa sakit dan ngilu di tangannya.


“Kau wanita ****** yang menggoda Direktur! Kau sangat munafik!” seru Rosie.

__ADS_1


“Kita bisa menyelesaikan masalah ini dengan baik-baik, jangan lakukan ini Rosie!” seru Angelia.


“Terlambat! Aku sangat membencimu! Kau membuat hidupku hancur, aku hanya ingin kau mati!” seru Rosie.


Rosie menginjak tangan Angelia yang berpegangan ke dinding itu.


“Jangan Rosie. Ah!” ringis Angelia menahan kesakitannya.


Rosie terus menginjak tangan Angelia hingga berdarah dan Angelia sudah tidak mampu bertahan lagi.


‘Apa ini hari terakhirku? Maafkan aku Regan. Aku tidak bisa menunggumu,’ batin Angelia memejamkan matanya dan saat itu juga pegangannya terlepas.


Tubuhnya merosot ke bawah, tetapi sebuah tangan kekar nan hangat menggenggam erat pergelangan tangannya membuat Angelia membuka matanya dan melihat siapa yang memegangnya.


“Re-regan?” seru Angelia sangat terharu juga bahagia.


“Di-direktur!” gumam Rosie yang juga sangat kaget.


“Jangan pernah berpikir untuk meninggalkanku!” seru Regan dengan tegas membuat Angelia tersenyum bahagia diiringi air mata yang jatuh membasahi pipinya, malaikat penyelamatnya telah kembali.


Regan menarik Angelia ke atas, saat berhasil naik tubuh Angelia jatuh ke dalam pelukan Regan yang terdorong dan duduk di lantai.


Regan membantu Angelia untuk berdiri.


“Kamu baik-baik saja?” seru Regan yang diangguki Angelia.


“Aku baik-baik saja,” jawab Angelia.


Kini mata tajam setajam elang itu menoleh ke arah Rosie yang tidak bisa pergi kemanapun karena disana sejak awal ada Calvin juga Nickolas, jantung Rosie berdebar sangat cepat dan sangat ketakutan.


“Aku pantang memukul seorang wanita!” seru Regan penuh penekanan.


“Berani sekali kau melakukan percobaan pembunuhan di kantorku!” Regan berucap bagaikan aungan singa yang menakutkan dan membuat tubuh bergetar.


Rosie hanya bisa diam membisu dengan tubuh yang bergetar karena ketakutan.


“Bawa wanita ini ke kantor polisi!” seru Regan membuat Calvin dan Nickolas membawanya pergi meninggalkan tempat itu.


“Syukurlah aku tidak terlambat!” seru Regan menarik Angelia ke dalam pelukannya. Angelia membalas pelukan Regan dengan erat, ia sangat merindukan kekasihnya itu.


“Kamu kembali lebih cepat?” tanya Angelia saat melepas pelukannya.


“Aku tidak bisa tenang saat mendengar kamu mengalami kecelakaan dari Calvin dan ternyata inilah yang terjadi, aku hampir kehilanganmu! Bagaimana kalau aku tidak kembali lebih cepat?” Seru Regan terlihat ketakutan di kedua mata tajamnya itu.


“Aku tidak bisa membayangkan semua itu, Angelia. Aku tidak ingin kehilanganmu!” Regan kembali memeluk tubuh Angelia dengan erat membuat Angelia tersenyum dan bersandar di dada bidang Regan.


Saat sampai tadi, Regan tidak menemukan Angelia di ruangannya dan salah seorang karyawan disana mengatakan Angelia pergi ke atap. Regan berlari dari lift saat pintunya terbuka dan ia melihat Angelia bergelantung dan Rosie menginjak tangannya, syukurnya tidak terlambat ia menangkap tangan kekasihnya itu.

__ADS_1


‘Kamu adalah malaikatku, Regan. Terima kasih, aku pikir aku tidak akan bisa bertemu denganmu lagi,” batin Angelia semakin menyusupkan kepalanya ke dada bidang kekasihnya.


***


__ADS_2