Terjerat Pesona Sang Direktur

Terjerat Pesona Sang Direktur
Mencari Tahu


__ADS_3

Beberapa hari telah berlalu, selama ini Angelia berusaha menjalani kesehariannya seperti biasa, yang berbeda adalah kini Cristian selalu menjemputnya dan kadang kala mengantarnya pergi ke kantor dan sikap Regan Danial masih terlihat dingin. Tak ada godaan maupun sesuatu yang membuat Angelia terlena. Sebenarnya perubahan sikap Regan ini sangat membuat Angelia merasa sangat kehilangan, tetapi Angelia juga berusaha mengabaikannya.


Angelia tengah sibuk mengerjakan pekerjaannya, ia mendengar suara langkah kaki anggun dan teratur mendekatinya.


“Permisi,” seruan itu membuat Angelia menengadahkan kepalanya dan seorang wanita cantik berdiri menjulang di depannya. Wanita itu terlihat melepaskan kacamata hitam yang digunakannya.


“Anda?” seru Angelia saat melihat wanita di depannya. 'Bukankah dia seorang artis terkenal yang sekarang sedang naik daun dan menjadi perbincangan banyak orang. Janeeta Tsurayya. Ada apa dia kemari?' batin Angelia menatap wanita dihadapannya.


“Apa Daniel ada,” serunya.


“Daniel?”


“Iya. Apa Danial ada,” serunya dengan nada arogan.


'Ah dia ingin menemui Direktur,' batin Angelia.


“Saya akan menghubunginya,” seru Angelia.


“Katakan kalau Janet datang. Dia pasti sudah sangat merindukanku,” serunya dengan penuh percaya diri membuat Angelia tertegun.


'Apa mereka memiliki hubungan?' Batin Angelia.


“Anda bisa masuk,” seru Angelia setelah menghubungi Regan dan dia langsung menyuruh Janet untuk masuk.


Angelia menatap Janet yang berjalan angkuh memasuki ruangan Regan. 'Janeeta adalah seorang artis dan dia memiliki hubungan dengan Regan. Bagaimana bisa aku dibandingkan dengan Janeeta. Sadarlah Angelia, Regan hanya mempermainkanmu saja , aku tidak boleh sampai terlena karenanya,' batin Angelia.


Di dalam ruangannya, Regan hanya duduk dengan pandangan tertuju pada berkas di tangannya.


“Ada apa datang kemari?” tanya Regan terdengar dingin.


“Aku baru kembali dan kamu hanya seperti ini menyambutku? Apa kamu tidak merindukanku?” seru Janeeta dengan nada manjanya.


“Apa ada masalah dengan pekerjaanmu?” tanya Regan masih terdengar datar.


“Daniel, kenapa masih membahas pekerjaan. Aku datang karena aku begitu merindukanmu,” seru Janeeta berjalan mendekati Regan dan hendak memeluknya dari belakang, tetapi Regan langsung menghindar.


“Aku sama sekali tidak merindukanmu. Kalau tidak ada pekerjaan yang perlu dibahas, kau boleh pergi.” Kini Regan menatap ke arahnya. “Lain kali kalau datang, buat janji dulu. Aku tidak bisa sembarangan menerima tamu.”


Kata-kata pedas Regan membuat Janeeta kesal, kenapa Regan masih saja dingin kepadanya.


“Kita dulu memiliki hubungan, bahkan kita belum putus. Kenapa sekarang sikapmu seperti ini? Aku sungguh sangat merindukanmu, Baby.” Janeeta masih ingin memeluknya.


Regan segera beranjak dari duduknya.

__ADS_1


“Kau jelas tau hubungan kita saat itu hanya sebuah kebohongan. Aku melakukan itu karena untuk membantumu yang merupakan teman satu kampusku dan sekarang diantara kita tidak ada lagi hubungan apapun selain kerjasama dalam hal pekerjaan,” jelas Regan dengan nada dingin penuh intimidasi.


Janeeta melihat aura gelap menguar di tubuh Regan, membuatnya menjadi begitu tertekan dan ketakutan. Sebenarnya apa yang terjadi dengan Regan.


“Kalau kamu masih ingin aku mensponsori kegiatanmu, maka cepatlah pergi. Aku sedang tidak ingin bertemu dengan siapapun yang hanya membuang-buang waktuku.”


“Kamu-?”


Janeeta merasa terhina sekaligus kesal dengan sikap Regan itu, tetapi ia juga tidak bisa kehilangan sponsor apalagi dari perusahaan ternama seperti Inc ini.


Janeeta pun berlalu pergi dengan kesal.


Regan menghela nafasnya seraya menarik ikatan dasinya dengan kesal, ia terus mengingat saat Angelia bersama Cristian, itu sangat melukai perasaannya.


'Sebenarnya apa yang dimiliki pria dari perusahaan GU itu yang tidak aku miliki? Bagaimana bisa wanita itu lebih memilihnya. Sialan!' Batin Regan.


***


Regan baru saja sampai di apartmentnya, kali ini ia tidak pulang ke rumah. Ia membutuhkan waktu sendirian.


Regan melemparkan jasnya ke atas sofa, ia kemudian menuangkan wine dari dalam botol ke dalam gelas, ia berjalan dengan membawa gelas berisi wine itu dalam genggamannya menuju jendela yang menjadi dinding pembatas apartmentnya, ia menatap keluar dimana langit malam terlihat indah dengan kerlap kerlip bintang, ia memasukkan sebelah tangannya ke dalam saku celana dan menyesap minumannya.


Tatapan tajamnya tertuju de depan, pikirannya melalang buana dengan berbagai persepsi mengenai Angelia.


“Bagaimana?”


“......”


“Datanglah ke apartmentku.”


“......”


Regan memutuskan sambungan telpon dan memasukkan handphone ke dalam kantong celananya.


- - - -


Selang beberapa menit, suara bel berbunyi membuat Regan membuka pintu.


“Masuklah,” seru Regan pada seseorang yang merupakan Roy.


Kini Roy duduk berhadapan dengan Regan, Roy menyerahkan amplop berisi berkas pada Regan.


“Itu semua informasi tentang sekretarismu,” seru Roy. “Sungguh sulit di percaya, ini seperti kisah drama.”

__ADS_1


Regan hanya melirik ke arah Roy dan mengambil amplop coklat itu, ia membaca semua isi berkas itu dengan serius dan teliti.


Melihat Regan serius membaca, Roy menuangkan wine ke dalam gelas baru dan menyesapnya dengan santai.


“Jadi Angelia adalah putri dari Virendra dan mendiang istri pertamamya?” seru Regan sempat kaget saat membaca itu.


“Iya, sungguh ironis hidupnya. Aku dengar saat Mr. Virendra menikah lagi, dia mengusir Angelia dan ibunya. Dan setelah kematian ibunya, Angelia dititipkan di salah satu yayasan panti asuhan,” jelas Roy menyesap minumannya.


'Sebenarnya seberat apa beban yang dialami oleh Angelia dimasa lalu? Apa ini yang membuatnya selalu terlihat menyimpan ribuan rahasia dan beban di dalam matanya. Kucing kecilku, bagaimana kamu bisa menghadapi beban sebesar ini?' batin Regan termenung.


“Apa yang menyebabkan ibunya meninggal?”


“Aku dengar sih rumahnya kebakaran dan ibunya menjadi korban saat kebakaran itu,” seru Roy.


“Apa kebakaran itu sungguh kecelakaan atau karena unsur kesengajaan?”


“Masalah itu aku kurang yakin sih, tetapi hampir semua informasi yang aku dapat, kebakaran itu murni kecelakaan.”


Regan hanya diam termenung.


“Ngomong-ngomong kenapa kamu ingin mencari tau informasi mengenai sekretarismu itu? Aku yakin ini bukan karena pekerjaan,” seru Roy.


“Terlalu ingin tau urusan orang lain itu tidak baik untukmu,” seru Regan membuat Roy mencibir.


“Baiklah aku tidak akan bertanya lagi, lagipula aku juga sudah dengar mengenai kedekatanmu dengan sekretarismu itu dari Calvin,” kekehnya tersenyum puas.


“Ck, gossip”


“Ini berita besar, seorang Regan Danial akhirnya menyukai seorang gadis. Aku sempat khawatir kau akan menyukai sesama jenis karena tak pernah menggandeng seorang wanita. Bahkan kau harus berpura-pura berpacaran dengan seorang artis hanya untuk menghapus gossip itu.”


Regan hanya melihatnya sekilas tanpa ingin menjawabnya dan itu sudah biasa untuk Roy.


“Kembalilah ke Indonesia. Pekerjaanmu sudah selesai disini,” seru Regan.


“Ck, sungguh kejam. Habis manis sepah dibuang. Aku masih ingin disini, wanita disini sangat cantik dan aku benas memasuki clubnya,” kekehnya. “Kalau disana, mata Daddy ada dimana-mana sampai aku tidak bisa berkutik sedikitpun.”


“Daddymu sudah menghubungi Ayah dan memintamu untuk segera kembali.”


“Ck, dasar Pak Tua itu. Apa gak ada pekerjaan lain selain mengawasiku,” serunya dengan kesal.


Regan tak menghiraukan Roy, ia terus memikirkan Angelia menatap berkas di tangannya.


'Sebenarnya apa yang sedang kamu rencanakan?' Batin Regan.

__ADS_1


***


__ADS_2