Terjerat Pesona Sang Direktur

Terjerat Pesona Sang Direktur
Bertemu Pria Menjijikkan


__ADS_3

Angelia terlihat sangat cantik dengan gaun yang tadi Regan pilih, rambutnya tertata rapi dan make up sederhana di poles di wajahnya. Ia sangatlah menawan, tidak berbeda jauh dengan Regan yang semakin tampan dan sangat mempesona. Bahkan saat memasuki aula dimana pesta amal itu diadakan semua mata para wanita sudah tertuju padanya dengan tatapan penuh terpesona juga lapar membuat Angelia merasa kesal sendiri.


“Kalau tidak ingin ada yang merebut kekasihmu ini, maka jangan lepaskan tanganku,” bisik Regan membuat Angelia merasa merona.


Beberapa orang langsung menyapa Regan, Regan memperkenalkan Angelia membuat Angelia mampu mengenal beberapa pebisnis hebat disana.


Cukup lama Angelia berada dalam kondisi yang menjenuhkan, dimana ia harus mendengarkan obrolan mengenai bisnis yang menurutnya sangat membosankan.


“Aku ingin ke kamar mandi,” seru Angelia dengan nada pelan.


“Akan aku antar,” seru Regan.


“Tidak perlu, kamu lanjutkan saja obrolan ini. Aku tidak akan lama,” seru Angelia.


“Baiklah,” jawab Regan.


Angelia merasa lega akhirnya dia bisa terbebas dari kondisi membosankan tadi.


“Yo, lihatlah siapa ini. Wanita rubah yang hanya menggoda para pria kaya,” seruan itu membuat Angelia menoleh dan terlihat Cristian hadir bersama Caroline.


Angelia hanya menunjukkan tatapan datar kepada mereka berdua.


“Kasihan sekali Mr. Danial dia harus tertipu oleh siluman rubah sepertimu,” seru Caroline.


“Bahkan Cristian saja sangat menyesal sudah menjadikanmu kekasihnya.”


Angelia melihat ke arah Cristian yang memalingkan wajahnya, ia hanya tersenyum meremehkan.


“Selamat yah Caroline, akhirnya kamu bisa mendapatkan Cristian dengan tenang. Kamu selalu saja mendapatkan apapun yang sudah aku tinggalkan atau bisa di bilang bekasku,” Angelia berucap dengan nada meremehkan.


“Kau!” Caroline sangat emosi.


“Kata-katamu semakin kasar yah Angelia. Aku tidak menyangka ternyata kamu seperti ini,” seru Cristian yang terlihat masih menyimpan perasaan pada Angelia.


“Memangnya kenapa Cris? Apa ada yang salah dengan kata-kataku?” seru Angelia.


“Lihat saja nanti apa kau masih bersikap sombong seperti ini, cepat atau lambat kau akan di tendang oleh Mr. Danial,” Caroline berucap dengan penuh ancaman membuat Angelia menghela nafasnya.


Caroline dan Cristian sudah pergi meninggalkan dirinya.


“Mereka benar-benar,” gumamnya.


Angelia mengambil segelas anggur dan menyesapnya sedikit.


“Nona, kamu sendirian?” seruan itu membuat Angelia menoleh ke sumber suara dan terlihat seorang pria dengan rambut pirangnya berjalan mendekatinya.

__ADS_1


“Aku datang dengan seseorang,” jawab Angelia.


“Kenapa wanita cantik sepertimu sendirian disini?” serunya mengulurkan tangannya ke arah Angelia. “Apakah Anda bersedia makan malam denganku?” serunya.


“Maaf, aku tidak ada waktu,” seru Angelia berusaha beranjak pergi.


”Maaf, aku masih ada urusan.” Angelia bergegas pergi meninggalkan pria itu.


“Tunggu dulu!” Pria itu mencekal lengan Angelia membuat Angelia melihat kearahnya yang kini jaraknya hanya beberapa centimeter saja darinya.


“Aku mengerti istilah jual mahal, masing-masing ambil yang kita butuhkan dan setelah semalam kita tidak akan saling kontak lagi.”


“Bukankah kalian sangat menyukai one night stand. Aku pasti bisa memuaskanmu,” tambahnya begitu menjijikkan bagi Angelia.


‘Menyebalkan!’ batin Angelia.


“Maaf, aku bukan wanita seperti yang kamu pikirkan!” seru Angelia mendorong pria tadi dan menyiramkan anggur yang ia genggam dalam gelas ke pria tadi.


“Shit!” pekik pria itu dengan kesal.


“Apa kamu tau siapa aku? Kamu berani menyiramku? Dasar wanita ****** sialan!”


Mendengar keributan itu semua orang melihat ke arah mereka berdua.


“Bukankah itu putra dari Brand mewah Airline, siapa wanita itu? Kenapa dia berani mencari masalah dengan putra Mr. Tamaka,” seru para tamu.


“Dia mencari masalah dengan orang yang salah,” seru Cristian.


“Perlukah kita membantunya?”


Caroline menatap kesal ke arah Cristian.


“Apa kau masih ingin menolong wanita ular itu?” serunya dengan kesal membuat Cristian diam membisu.


“Angel, ada apa?” seru Regan yang baru saja sampai di dekat Angelia.


“Pria itu tidak sopan padaku!” seru Angelia dengan kesal.


‘Sebenarnya siapa pria ini? Tidak disangka bisa bertemu dengan orang seperti ini, sangat menjijikkan!’ batin Angelia.


“Aku memberimu kesempatan. Apakah kamu tau ada berapa banyak wanita yang tidur denganku?” seru pria itu dengan penuh percaya diri.


“Harusnya kamu merasa beruntung, aku ingin tidur denganmu saat aku melihatmu.”


Mendengar kata-kata pria itu aura hitam mulai menyelubungi tubuh Regan dengan rahang mengeras kuat, Angelia sendiri merasa merinding dan tau kalau sang singa sudah bangun. Pria di depannya ini sungguh tidak mengetahui dia sedang berhadapan dengan siapa.

__ADS_1


“Kelihatannya kerjasama dengan perusahaanmu harus berakhir detik ini juga!” seru Regan penuh penekanan dan sangat menakutkan hingga membungkam semua orang.


“Segera minta maaf pada KEKASIHKU SEKARANG!” mata tajamnya membuat pria di depannya terintimidasi.


“Siapa kamu berani membentakku?” seru pria itu dengan nada tidak selantang tadi.


“Bahkan pria itu tidak mengenal tuan muda Danial,” bisik para tamu yang menonton.


“Gawat! Sepertinya Mr. Danial sangat marah,” sahut yang lain.


“Anak sial!” seorang pria paruh baya datang dengan tergesa-gesa mendekati pria tadi dan menampar pipi pria itu dengan keras.


“Ayah, kau?” pekiknya memegang pipinya sendiri.


“Pergi sana! Dasar anak tidak berguna!” bentaknya sangat marah.


Pria tua itu kini melihat ke arah Regan dengan penuh rasa penyesalan.


“Mr. Danial, ini salahku yang tidak mendidik putraku dengan baik. Mohon pertimbangkan kembali soal kerjasama kita,” seru pria itu dengan penuh permohonan.


‘Hari ini W.E Inc kembali menduduki pasar bisnis terbesar dan tertinggi di Negara ini. Jika bisnisku ingin stabil, harus bisa bekerjasama dengan W.E Inc! Kalau sampai kerjasama ini dibatalkan, berapa kerugian yang akan aku dapatkan. Ini benar-benar sial, semua ini gara-gara anak tidak berguna itu!’ batin Mr. Tamaka.


“Apa dia anakmu, Mr. Tamaka?” seru Regan.


“Ah iya,” jawab Mr. Tamaka.


“Perilaku anaknya saja seperti ini, mungkin karakter Ayahnya juga kurang lebih sama. Kerjasama dengan perusahaan Airline dibatalkan!” seru Regan penuh penekanan.


“Mr. Danial, tolong pertimbangkan kembali!” Mohon Mr. Tamaka.


“Ayo pergi,” seru Regan menarik tangan Angelia dan pergi meninggalkan tempat itu.


“W.E Inc adalah sponsor utama di acara amal ini. Jika dia pergi, bagaimana dengan kita?”


“Habis sudah!”


“Ini semua karena Ayah dan anak dari perusahaan Airline, usir mereka!”


Suasana disana begitu heboh, seseorang hanya berdiri dengan angkuh dan elegant menyesap anggur dalam gelasnya. Senyuman kecil terukir di bibirnya.


“Mr. Davero, barusan putra Anda meninggalkan acara amal ini. Bagaimana selanjutnya?” seru seseorang menyapa pria paruh baya yang masih penuh dengan karisma


“Kenapa bertanya padaku? Aku hanya tamu disini, aku bukan lagi seseorang di W.E Inc. Semua keputusan ada pada putraku,” jawabnya dengan santai.


‘Sepertinya wanita itu sangat berarti untuk Regan,’ batin Dave.

__ADS_1


***


__ADS_2