Terjerat Pesona Sang Direktur

Terjerat Pesona Sang Direktur
Mengusik Orang yang Salah


__ADS_3

Caroline terbangun karena suara dering handphonenya.


“Ah sialan! Siapa yang menggangguku di pagi hari begini sih,” gerutunya dan meraba-raba kasurnya mencari handphonenya. Saat ia sudah menggapainya, ia pun menekan tombol hijau.


“Hallo.”


“Caroline! Cepat lihat Weibo sekarang! Berita terbaru!”


Mata Caroline membuka lebar saat mendengar teriakan dari managernya itu.


“Iya iya. Memangnya ada apa sih,” gerutu Caroline berangsur menjadi posisi duduk, ia kemudian membuka Weibo di handphonenya dan matanya membelalak lebar.


“Ba-bagaimana bisa?”


#Caroline Virendra Artis pendatang baru yang melalui jalur dalam.


#Skandal Caroline dengan salah seorang Sutradara.


#Skandal Caroline dengan seorang Produser


#Sogokan senilai jutaan dollar untuk mendapatkan ketenaran.


Dan masih banyak lagi bukti video dan foto skandal tentang dirinya, bahkan komentar disana pun semuanya menghina dan memojokkan dirinya dengan bahasa kasar.


Brak


Caroline memekik kaget saat mendengar suara keras pintu kamarnya terbuka.


“Anak kurang ajar!”


Plak


Virendra yang baru saja masuk dan menampar Caroline.


“Dad, ini tidak seperti yang kamu pikirkan. Semua ini adalah fitnah,” seru Caroline.


“Kamu hanya bisa melempar kotoran di wajahku! Kau ingin menghancurkan usahaku? Karena kasusmu ini Virendra Production jadi terbawa-bawa, bahkan banyak artis yang membatalkan kontrak. Begitu juga dengan sponsor yang semakin menghilang!” amuk Virendra.


“Tenanglah sayangku,” seru Suya berusaha menenangkan Virendra.


“Ini semua karenamu, kamu terlalu memanjakan anak sialan ini!”


‘Siapa? Siapa yang melakukan semua ini padaku!’ batin Caroline sangat marah.


***


Angelia sedang duduk di meja makan berhadapan dengan Regan, ia dengan santai membuka handphonenya saat ada berita terbaru muncul di notifikasinya.


“Ini?” pekik Angelia sangat kaget hingga menutup mulutnya sendiri.


“Ada apa?” tanya Regan yang menatapnya seraya menyuapkan makanan ke dalam mulutnya dengan tenang.


“Ya Tuhan. Aku tidak menyangka Caroline benar-benar banyak melakukan tipu muslihat,” seru Angelia.


“Dia mendapatkan karma buruknya,” jawab Regan dengan santai.

__ADS_1


Tatapan Angelia yang awalnya menatap layar handphone kini menatap ke arah Regan.


“Ini perbuatanmu?” tanya Angelia membuat Regan menghentikan gerakan memotong makanannya, ia kemudian membalas tatapan Angelia.


“Aku hanya membantunya memperlihatkan kehidupan sebenarnya,” jawab Regan dengan santai.


“Kamu. Kamu benar-benar kejam,” seru Angelia.


“Siapa suruh dia berusaha menjebakmu,” jawab Regan dengan acuh.


‘Benar-benar sial Caroline ini karena berurusan dengan tuan muda Danial,’ batin Angelia.


“Kamu simpati kepadanya?” tanya Regan.


“Tidak. Aku hanya tidak menyangka saja banyak sekali skandalnya,” seru Angelia.


“Dia selalu menghalalkan cara supaya keinginannya terpenuhi. Tetapi caranya salah,” jawab Regan yang di setujui oleh Angelia.


“Aku ingin membuatnya sadar. Kalau dia telah mengusik orang yang salah,” jawab Regan.


“Semua ini kembali karena aku, kan?”


“Aku sudah bilang kalau aku akan membantumu,” seru Regan.


“Bagaimana pun aku tetap harus berterima kasih,” seru Angelia.


“Sudahlah. Habiskan sarapanmu,” seru Regan.


- - -


“Bagaimana mungkin! Sejak tadi kami terus berusaha untuk meretas dan menghapus semua ini, tetapi sulit. Skandal yang tersebar beserta video dan foto terlalu banyak, kita juga tidak bisa menyuap pihak penulis berita itu. Bahkan perusahaan angkat tangan untuk kasusmu ini!”


“Lalu bagaimana? Aku tidak mau karirku hancur begitu saja!” pekik Caroline.


“Aku juga sedang memikirkan jalan keluarnya! Astaga kenapa aku sial sekali,” gerutu Sasa.


“Sial! Siapa sebenarnya yang menyebarkan semua ini!” gerutu Caroline sangatlah emosi.


- - -


Angelia sedang berada di ruangan Regan, ia baru saja selesai makan siang bersama Regan. Mereka tidak keluar dari kantor dan memilih memesan makanan dan menikmatinya di dalam ruangan Regan.


“Oh iya Angel. Besok orang tuaku ingin bertemu denganmu,” seru Regan.


Uhuk uhuk uhuk


“A-apa?”


“Kenapa?”


“Ta-tapi aku belum siap,” seru Angelia merasa gugup.


‘Jika di lihat temperamen Regan, pasti kedua orang tuanya juga tidak bisa di anggap enteng. Aku juga tidak begitu mengenal sosok Mr. Davero sebelumnya,’ batin Angelia.


‘Ada apa dengannya? Apa dia begitu gugup?’ batin Regan memperhatikan ekspresi Angelia.

__ADS_1


“Kamu santai saja dan tidak perlu membatasi diri, ini hanya makan malam saja. Aku akan menyuruh seseorang untuk menyiapkan pakaian untukmu,” seru Regan.


“I-iya baiklah,” jawab Angelia.


‘Cepat atau lambat ini memang akan terjadi. Bertemu dengan orang tua Regan,’ batin Angelia.


“Emm kalau begitu beritahu aku bagaimana sifat ibumu? Jangan sampai aku membuatmu malu saat bertemu dengannya, kalau Mr. Davero sedikitnya aku sudah memahami beliau. Beliau seseorang yang tegas, dingin tetapi juga sangat baik juga bijaksana. Aku pernah sekali berhadapan dengannya karena masalah pekerjaan,” seru Angelia.


“Baguslah kalau kamu sudah memahami Ayahku. Kalau mengenai Bunda, kamu akan tau seperti apa dia begitu bertemu dengannya,” seru Regan dengan santai.


“Apa maksudmu? Lalu aku akan bersikap semauku saja? Sampai nanti Ibumu mengatakan kamu tidak boleh bersama denganku, aku akan perkenalkan gadis yang jauh lebih baik untukmu!” Angelia berkata dengan beracting dengan penuh menjiwai.


“Itu tidak mungkin,” seru Regan merasa lucu.


“Lalu Ibumu akan mengeluarkan cek senilai 5 juta dollar dan melemparkannya ke wajahku, ini lima juta dollar untukmu. Tinggalkan anakku!” Angelia masih beracting menjadi sosok Ibu yang garang.


“Lalu apa aku bisa mengambil uang itu?” tanya Angelia.


‘Kamu sepertinya berharap,’ batin Regan hanya bisa menekan pangkal hidungnya, kenapa kekasihnya ini sangat menggemaskan.


“Actingmu sangat bagus! Sayang sekali kamu tidak menjadi seorang artis,” seru Regan menarik Angelia untuk duduk di atas pangkuannya.


“Eh?”


“Bukankah 5 juta dollar itu sedikit?” seru Regan memegang kedua pinggang Angelia yang duduk di atas pangkuannya.


“Tidak... Tidak sedikit kok,” seru Angelia memalingkan pandangannya saat wajah dirinya dengan Regan begitu dekat.


‘Posisi ini begitu dekat dan sangat intim. Membuatku kepanasan,’ batin Angelia.


“Perlu kamu tau, Bundaku bukan orang seperti itu. Dia akan selalu setuju selama kekasihku adalah seorang wanita,” seru Regan.


“Ki-kita bicara sambil berdiri saja,” seru Angelia hendak beranjak dari atas pangkuan Regan.


“Jangan bergerak,” seru Regan menahan pinggang Angelia supaya tetap pada posisinya


“Emm itu, type wanita seperti apa yang disukai kedua orang tuamu? Setidaknya aku ada persiapan dan tidak melakukan kesalahan,” seru Angelia. Kenapa berada sedekat ini dengan Regan membuatnya selalu gugup dan sangat berdebar.


“Jika aku bilang mereka suka wanita yang mempesona, yang sangat menarik perhatian pria dan wanita. Apa kamu bisa seperti itu?” bisik Regan tepat di telinga Angelia membuat telinga dan wajah Angelia bersemu merah dan merasa tergelitik oleh hembusan nafas Regan di daun telinganya.


“Mempesona?” gumam Angelia. Kini tatapan Angelia tertuju pada mata tajam milik Regan di hadapannya, ia mengalungkan kedua tangannya pada leher Regan.


“Apa pendapatmu tentangku? Apa aku belum mempesona?” tanya Angelia dengan nada suara manja.


“Apa Anda ingin bermain denganku, Tuan Muda Danial?” Angelia mendekatkan wajahnya ke arah Regan.


“Disini sangat dingin, aku butuh menghangatkan diri.”


“Kamu sangat cocok memerankan wanita nakal, kucing kecil,” seru Regan tiba-tiba saja menekan kepala belakang Angelia dan memagut bibir Angelia dengan sangat lembut.


“Ehmm...”


Angelia menikmati ciuman lembut Regan yang membuatnya mulai menyukainya, ia juga merasakan tangan Regan menyentuh bagian dadanya dan meremasnya membuat Angelia tidak bisa menahan erangannya. Tubuhnya terasa terbakar dan berkeringat dingin, ada sesuatu di dalam tubuhnya yang bergejolak dan seakan menginginkan lebih.


***

__ADS_1


__ADS_2