Terjerat Pesona Sang Direktur

Terjerat Pesona Sang Direktur
Rencana Balas Dendam


__ADS_3

“Uh!” Angelia membuka matanya dengan memegang kepalanya, ia menatap langit-langit ruangan.


“Aku dimana,” gumamnya.


Angelia terbangun dari tidurnya dan mengingat kejadian sebelumnya. “Oh iya, sebelumnya aku dan Direktur tertahan di kamar mandi. Lalu...”


Angelia membeku saat kepingan bayangan sebelumnya terngiang dikepalanya.


'Astaga! Apakah tadi malam, kami benar-benar melakukannya? Ternyata tubuhku yang begitu sensitive malah memancing Direktur. Memalukan sekali!' batin Angelia sangat syok.


“Tidak... Tidak... Tidak!” Angelia berguling kesana kemari di atas ranjang dengan menutup wajahnya menggunakan kedua telapak tangannya.


“Tunggu! Pakaianku?” Angelia bergegas bangun dan duduk di atas ranjang, ia menatap tubuhnya yang sudah memakai kemeja pria yang cukup menutupi tubuhnya sebatas paha. “Ini kemeja milik Regan,” gumamnya saat mencium aroma tubuh Regan disana.


Angelia bangun dari duduknya dan berjalan menuju pintu, ia perlahan membuka pintu dan melongokkan kepalanya keluar. Ia melihat kanan dan kiri.


“Ini ada ruang istirahat Direktur yang ada di kantor,” seru Angelia. “Aku harus segera meninggalkan kantor sebelum bertemu Direktur.”


“Berniat kabur tanpa bertanggung jawab, kucing kecil?”


Deg


Angelia kembali masuk ke dalam kamar istirahatnya dan kaget saat menemukan Regan sedang duduk santai di atas sofa yang berada disisi ranjang tempatnya berbaring tadi.


“A-anda, sejak kapan ada disana?” tanya Angelia sangat kaget.


Regan melirik jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya. “Sekitar satu jam yang lalu,” ucap Regan dengan santai.


“Jadi ta-tadi?”


“Aku cukup terhibur melihat sisi lain dirimu yang cukup konyol dan menggemaskan,” seru Regan diiringi senyumannya membuat wajah Angelia memerah.


“Apasih!” Angelia memalingkan wajahnya untuk menghilangkan rasa gugup dalam dirinya.


“Ini sudah malam, aku akan mengantarmu pulang,” ucap Regan beranjak dari duduknya. Regan hanya mengenakan kemeja dan celananya saja, sepertinya di kamar ini memang menyediakan beberapa pakaian ganti untuk Regan.


“Itu Direktur- anu...”


“Ada apa?” tanya Regan menghentikan langkahnya dan melihat ke arah Angelia.


“Se-sebelumnya, apa terjadi sesuatu di antara kita?” seru Angelia menundukkan kepalanya karena gugup.


Regan berjalan mendekati Angelia dan memojokkan Angelia ke dinding di belakang tubuhnya.


“Kamu inginnya bagaimana?” tanya Regan menggoda Angelia.

__ADS_1


“Aku sungguh lupa kejadian selanjutnya,” ucap Angelia begitu gugup.


“Selanjutnya kamu mencakar punggungku dan kamu tertidur begitu saja,” ucap Regan membuat Angelia menjadi dongkol. “Kamu harus bertanggung jawab karena dua hal. Pertama karena membuatku tersiksa menahan semua itu dan kedua karena cakaran di punggungku.


“Ta-tapi aku tidak sengaja,” seru Angelia.


“Kamu begitu menikmati dan bahkan bisa tertidur dengan lelap, aku rasa itu bukan unsur ketidaksengajaan. Aku perlu memperhitungkan semua itu padamu,” ucap Regan membuat Angelia terdiam.


“Sekarang ayo kita pulang dulu,” ucap Regan berjalan lebih dulu diikuti Angelia.


'Syukurlah kalau tidak sampai terjadi sesuatu,” batin Angelia.


***


Angelia bersyukur karena hari ini adalah weekend dan Angelia terhindar dari Regan, setidaknya untuk dua hari ke depan ia tidak akan bertemu Regan. Kejadian kemarin benar-benar membuatnya tidak berani bertemu dengan Regan lagi.


Saat ini Angelia memutuskan untuk datang ke panti asuhan tempatnya dibesarkan, ia baru saja turun dari taksi.


“Eh mobil itu!” Angelia bergegas bersembunyi dibalik dinding diluar pagar yayasan, ia melihat sebuah mobil mewah terparkir disana dengan Jose yang berdiri disamping mobil itu.


“Kenapa Jose ada disini. Apa jangan-jangan Regan juga ada disini?” gumamnya kembali mengintip.


Tak lama keluarlah Bibi Seruni yang merupakan pengelola yayasan bersama pria tampan yang saat ini ingin Angelia hindari. Mereka cukup akrab, Regan menjabat tangan Bibi Seruni dan kemudian memasuki mobilnya. Tak lama mobil itu pergi meninggalkan yayasan.


“Kenapa dia kemari?” gumam Angelia menatap mobil mewah itu yang semakin menjauh.


“Bibi Seruni!”


“Lho Angelia!”


Mereka berpelukan dengan kekehan kecil.


“Kamu kemana saja? Sudah lama tidak datang kemari,” ucap Seruni.


“Aku cukup sibuk. Bagaimana kabar Bibi Seruni dan anak-anak panti?” tanya Angelia.


“Semuanya baik-baik saja. Ayo kita masuk, anak-anak pasti senang mengetahui kamu datang,” seru Seruni.


“Baik.”


Mereka berjalan bersama menuju pintu utama yayasan.


“Ngomong-ngomong siapa pria yang barusan?” tanya Angelia.


“Kamu tidak mengenalnya?” tanya Seruni membuat Angelia menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


“Dia adalah Tuan Muda Danial, Direktur dari W.E Inc.”


“Oh iya. Ada apa orang besar itu kemari?” tanya Angelia.


“Dia memberikan bantuannya, sudah 5 tahun dia memberikan bantuan untuk yayasan panti ini. Selain tampan, kaya, dia juga begitu dermawan,” puji Seruni.


'Aku tidak menyangka seorang Regan Danial ternyata memiliki jiwa sosial yang besar,' batin Angelia.


Mereka berdua berjalan memasuki ruangan dimana banyak sekali anak-anak.


“Kak Angelia......!”


Semua anak-anak berlari menerjang tubuh Angelia yang sudah duduk rengkuh dengan merentangkan kedua tangannya.


***


Saat ini Angelia berada di dalam ruangan Seruni, setelah puas bermain dengan anak-anak dan memberi mereka hadiah, saat ini Angelia berbincang dengan Seruni.


“Bagaimana kabarmu, Nak? Kamu sudah lama tidak datang, apa semua baik-baik saja?” tanya Seruni tampak jelas kekhawatiran di matanya.


“Aku baik-baik saja Bibi.”


“Lalu bagaimana dengan rencanamu itu?”


“Tabunganku sudah terkumpul cukup besar, aku dengar salah satu anak perusahaan Virendra ada yang disita oleh bank dan mereka akan melakukan pelelangan,” seru Angelia.


“Jadi apa rencanamu?” tanya Seruni.


“Aku akan datang ke pelelangan itu dan kalau tabunganku cukup, aku ingin mendapatkan anak perusahaan itu. Aku akan memulai semuanya dari awal dengan bantuan dari Group GU,” ucap Angelia.


“Apa kamu yakin perusahaan GU akan membantumu?” tanya Seruni.


“Aku yakin. Aku sudah pernah membahasnya dengan Cristian dan dia akan bekerja sama dan memberikan modal yang cukup untuk usahaku,” seru Angelia.


“Kamu akan mulai mengelola anak perusahaan itu?” tanya Seruni.


“Mungkin. Tetapi aku harus memiliki dukungan yang lebih besar untuk menjatuhkan perusahaan GU dan Virendra,” seru Angelia.


“Kamu akan membuat perusahaan GU juga bangkrut seperti Virendra?” tanya Seruni semakin penasaran.


“Tidak, tidak sampai sejauh itu. Aku hanya ingin menipunya beberapa juta Dollar saja, itu untuk membuat Cristian sadar bahwa kesalahan di masa lalunya harus di tebus dengan harga mahal!” ucap Angelia dengan penuh dendam.


“Kamu harus berhati-hati, Nak. Semua ini tidak semudah itu, kamu bisa dalam bahaya.”


“Bibi tenang saja,” seru Angelia. “Tugasku masih panjang, aku juga belum menemukan sosok pria itu. Pria yang sudah membunuh ibu dan sosok dibelakangnya,” seru Angelia berapi-api. “Aku tidak akan melepaskan dan melewatkan mereka semua!”

__ADS_1


Seruni hanya diam saja, ia memahami kondisi Angelia yang penuh dengan dendam. Ia juga menjadi saksi saat itu, saat kematian Ibunya Angelia yang merupakan sahabatnya.


***


__ADS_2