Terjerat Pesona Sang Direktur

Terjerat Pesona Sang Direktur
Semakin Jatuh Cinta


__ADS_3

Di dalam mobil Angelia hanya mampu diam membisu, Regan masih sangat emosi dan auranya begitu membuatnya merinding.


‘Beraninya mempermalukan kekasihku di depan umum! Jangan pernah berharap untuk bekerjasama denganku lagi!’ batin Regan sangat geram. Kalau bukan di tempat umum, ia akan memukul pria tadi hingga mati.


Angelia sesekali melirik Regan yang masih diam dengan wajah datar dan auranya masih begitu menyeramkan.


‘Saat dia marah sangatlah menakutkan!’ batin Angelia.


“Regan,” seru Angelia memberanikan diri menggenggam tangan Regan yang mengepal membuat Regan menoleh kearahnya.


“Ini pertama kalinya aku mengalami hal semacam ini. Lain kali aku akan lebih berhati-hati,” seru Angelia berusaha menenangkan Regan.


“Lain kali?” pekik Regan.


“Ada kejadian seperti ini, masih berpikir akan ada lagi?” pekik Regan sangat emosi dan mencengkram kedua lengan Angelia.


‘Sepertinya aku salah berkata,’ batin Angelia sangat ketakutan juga bingung.


“A-aku- maaf,” gumam Angelia menundukkan kepalanya.


Regan memejamkan matanya untuk meredakan amarahnya, ia kemudian menarik tubuh Angelia ke dalam pelukannya.


“Maaf aku telah membuatmu takut. Aku tidak marah padamu, Angel. Kamu tidak perlu meminta maaf,” seru Regan dengan nada lembut.


Regan melepaskan pelukannya dan kini menatap Angelia yang juga menatap dirinya.


“Lalu apa yang membuatmu begitu marah?” tanya Angelia.


“Kenapa aku begitu marah? Angel, apa kamu tidak mengerti?” seru Regan membuat Angelia terdiam.


“Aku tidak suka siapapun merendahkanmu, aku tidak suka siapapun mempermalukanmu!” seru Regan penuh penekanan dan mampu membuat perasaan Angelia menghangat.


‘Regan... kenapa? Kenapa selalu begitu tidak terkira? Kamu selalu memperlakukanku dengan begitu istimewa,’ batin Angelia.


“Aku baik-baik saja, sayangku. Jangan emosi lagi yah,” seru Angelia dengan nada lembut dan membelai rahang Regan.


“Kamu memanggilku apa?”


“Emm itu.”

__ADS_1


“Katakan lagi,” seru Regan.


“Sayangku,” seru Angelia dengan wajah merona.


“Berusaha menghiburku? Maka aku ingin lebih,” bisik Regan.


“Jose, kembali ke Villa.”


“Baik Sir.”


‘A-apa yang akan dia lakukan? batin Angelia.


***


Angelia bangun dari tidurnya dan ia berada dalam pelukan hangat kekasihnya, ia menatap wajah tampan dihadapannya yang bagaikan ukiran begitu indah dan sangat mempesona. Semalam Regan mengajaknya ke Villa, sebenarnya Angelia memikirkan hal-hal lain yang begitu mesum dikepalanya saat itu. Tetapi tidak di sangka Regan adalah pria yang sangat baik dan bahkan polos, begitu menggemaskan bagi Angelia.


Semalam Regan hanya mencium dirinya di dalam kamar dan seakan melampiaskan amarahnya dengan itu. Setelahnya ia menyelimuti tubuh Angelia yang hanya bagian atas terbuka, ia kemudian ikut tidur dan memeluk Angelia dengan berbisik yang membuat Angelia merasa tersanjung bahkan sangat terharu mendengarnya.


“Aku tidak ingin memetik bunga secara langsung, cukup menikmati sarinya sedikit demi sedikit dan setelah menikah aku akan mengambil semua apa yang menjadi hakku! Aku harap kamu juga menjaganya untukku,” bisik Regan membuat Angelia merasa ingin berteriak dan berkata kalau ia semakin jatuh cinta pada sosok pria ini.


Di zaman sekarang di Negara yang bebas ini, masih ada pria seperti Regan. Angelia sungguh merasa sangat beruntung bisa bertemu dengan Regan.


“Tidak ada. Hari ini adalah weekend, apa kamu memiliki acara?” tanya Angelia.


“Kamu ingin kita kemana? Aku akan membawamu kemanapun kamu mau,” seru Regan.


“Baiklah. Temani aku bertemu seseorang! Aku ingin memperkenalkanmu kepadanya,” seru Angelia.


“Siapa? Seorang pria?” seru Regan dengan tatapan tajam membuat Angelia terkekeh kecil.


“Dasar cemburuan! Aku bisa mati oleh tatapan tajammu kalau aku berani memperkenalkanmu dengan seorang pria,” gurau Angelia.


“Begitukah?” seru Regan kini berguling dan menindih tubuh Angelia dengan bertumpu pada kedua tangannya.


“Ya, emm... apa aku bisa pergi mandi?” seru Angelia merasa gugup dengan posisi mereka seperti ini.


“Aku tidak ingin melepaskanmu secepat itu,” seru Regan dan memagut bibir Angelia dengan penuh kelembutan dan menuntut.


- - -

__ADS_1


Angelia sudah siap dengan dress yang Regan pilihkan untuknya. Bahkan pakaian di dalam lemari saja belum Angelia pakai semuanya, tetapi sekarang Regan sudah meminta seseorang membelikan lagi pakaian untuknya dan cukup banyak.


“Menjadi orang kaya apa harus seboros ini,” gerutu Angelia.


“Apa yang sedang kamu kesalkan?” seru Regan.


“Tidak ada.”


“Kamu sudah siap?” tanya Regan yang diangguki Angelia.


“Ayo pergi sekarang,” seru Regan.


- - -


Angelia mengajak Regan ke sebuah pemakaman umum yang berada cukup jauh dari perkotaan.


“Disini?” tanya Regan.


“Iya, aku sudah lama tidak datang kemari. Aku ingin menyapanya dan memperkenalkanmu,” seru Angelia tersenyum kecil. Regan mampu melihat air mata tertumpuk di pelupuk mata Angelia, ia mengetahui Angelia akan membawanya bertemu dengan siapa.


“Ini,” seru Angelia saat mereka menghentikan perjalanan mereka dihadapan sebuah makam dengan nama Annezia Christabel Calief.


“Ibu maaf karena aku baru bisa datang kemari untuk menyapamu,” seru Angelia yang kini air matanya tidak kuasa lagi ia tampung dan membiarkannya jatuh membasahi pipinya.


“Hallo Ny. Annezia, saya Regan Danial Wiratama.” Regan sedikit membungkukkan badannya seakan memberi penghormatan.


“Ibu, pria disampingku ini adalah kekasihku. Hidupku jadi lebih baik berkat dirinya,” seru Angelia membuat Regan menoleh kearahnya.


“Ibu, sebentar lagi apa yang menjadi milik keluarga Calief akan kembali kepemiliknya. Aku akan memenuhi wasiat dari Kakek.”


“Ny. Anne, saya memang tidak pernah bertemu dengan Anda sebelumnya. Tetapi melihat Angelia saya yakin Anda adalah seorang Ibu yang sangat baik hati dan begitu bijaksana hingga mampu mendidik seorang putri luar biasa seperti Angelia,” seru Regan dan kini Angelia yang menoleh ke arah Regan.


“Saya berjanji saya akan selalu menjaganya dengan baik, saya akan melindunginya dengan nyawa saya sendiri.”


“Regan!”


“Ada apa?” tanya Regan tersenyum ke arah Angelia dan mengusap kepala Angelia dengan lembut.


***

__ADS_1


__ADS_2