Terjerat Pesona Sang Direktur

Terjerat Pesona Sang Direktur
Menikmati Waktu Senja


__ADS_3

Setelah dari pemakaman, Regan membawa Angelia pergi ke sebuah dermaga.


“Kenapa kita kesini?” tanya Angelia.


“Ayo ikut saja,” seru Regan menarik tangan Angelia berjalan menuju sebuah kapal pesiar berukuran sedang. Beberapa pria berpakaian hitam memberi hormat dan menyambut mereka.


“Semuanya telah disiapkan,” seru salah seorang pria.


“Baiklah,” Regan memegang tangan Angelia untuk menaiki kapal pesiar itu.


“Kenapa tidak ada orang lain lagi di kapal ini?” tanya Angelia.


“Ya. Karena kita akan pergi hanya berdua saja,” seru Regan yang kini mengambil alih pengemudi kapal.


“Kamu bisa mengemudikan kapal pesiar ini?” seru Angelia sangat kaget.


“Ya. Kamu cuma perlu duduk saja dengan tenang,” seru Regan memakai kacamata hitamnya dan mulai menggerakkan kapal.


“Seriusan kita hanya pergi berdua,” seru Angelia melihat ke belakang dimana para pegawai Regan masih berdiri di dermaga.


“Apa kamu sangat tidak mempercayaiku?”


“Tidak. Aku hanya tidak menyangka saja kamu bisa mengendarai kapal pesiar juga,” seru Angelia kini duduk di kursi yang ada di samping pengemudi.


“Aku bisa mengemudikan semuanya, kecuali mobil truk dan mobil baja untuk perang,” gurau Regan membuat Angelia terkekeh.


“Helikopter atau pesawat terbang kamu bisa mengendarainya?” tanya Angelia.


“Bisa, kamu ingin mencobanya? Kapan-kapan aku akan membawamu naik helikopter dan aku yang menjadi pilotnya,” seru Regan.


Angelia tersenyum.


“Aku tunggu itu,” kekehnya.


Angelia beranjak dari duduknya dan berjalan menuju hall depan kapal, ia berdiri disana. Angin berhembus dan membuat gaunnya melambai-lambai, Regan dapat melihat Angelia dari posisinya.


Regan sangat terpesona dengan kecantikan Angelia, gadis di depannya itu sangat menggemaskan dan selalu membuatnya terpikat.


Angelia menoleh ke arah Regan dengan merapikan rambutnya yang melambai-lambai karena tertiup angin, ia tersenyum lebar ke arah Regan membuat Regan membalas senyuman kekasihnya itu. Setidaknya kini beban Angelia berkurang berkat Regan, Angelia merasa lebih baik dan mampu menikmati hidupnya berkat Regan.


Regan meninggalkan kemudinya dan berjalan ke arah Angelia, ia memeluk tubuh Angelia dari belakang. Untuk sesaat tidak ada yang membuka suara selain suara hembusan angin dan air dimana ombaknya tidak terlalu tinggi.

__ADS_1


“Apa kamu ingin berenang? Hujan saljunya tidak begitu lebat,” seru Regan.


“Apa aku tidak akan mati kedinginan?” seru Angelia dengan ekspresi menggemaskan bagi Regan.


“Ada aku yang mampu menghangatkanmu,” bisik Regan membuat Angelia merona.


“Ayo kita menyelam,” seru Regan menarik tangan Angelia memasuki kabin untuk berganti pakaian.


Regan berdiri di hall bagian samping dengan pakaian menyelamnya, tak lama Angelia datang dengan menggunakan pakaian menyelam.


“Sudah siap?” tanya Regan membuat Angelia menganggukkan kepalanya.


Regan membantu Angelia memasangkan oksigen dan kelengkapan menyelam lainnya. Mereka tidak sampai membawa tabung oksigen, hanya membawa masker oksigennya saja untuk digunakan.


Regan meloncat ke dalam lautan terlebih dulu, kemudian ia muncul ke permukaan dan mengulurkan kedua tangannya sebagai tanda kepada Angelia.


“Tetapi aku tidak bisa berenang,” seru Angelia.


“Ada aku, percayalah!” seru Regan membuat Angelia akhirnya meloncat ke dalam lautan.


Regan memegang tangan Angelia dan menuntunnya untuk menyelam ke bawah lautan. Ini merupakan bagian laut dangkal, Regan membawa Angelia ke bagian bawah lautan dimana terdapat terumbu karang, ikan ikan yang begitu cantik dan masih banyak lagi keindahan di bawah laut membuat Angelia begitu terpesona dengan mata yang berbinar. Angelia bahkan menangkap satu ekor ikan berwarna merah muda dan sangat lucu, mereka berdua menikmati suasana di bawah laut dan keindahan disana.


- - -


“Tadi itu sangat indah dan sangat mempesona,” seru Angelia sangat antusias.


‘Dia kembali bersemangat,’ batin Regan.


“Ya. Tidak selalu bagian bawah laut itu menakutkan,” jawab Regan.


“Seperti yang kamu katakan waktu itu laut hanya indah di permukaan, tetapi menakutkan di bawah sana. Kenyataannya tidak semenakutkan itu, kamu hanya tidak berani membuka mata dan melihat semuanya,” seru Regan membuat Angelia terdiam.


“Begitu juga dengan manusia?” tanya Angelia membuat Regan yang sedang membuka penutup kepalanya tersenyum.


“Ya, tidak semua manusia memiliki maksud yang buruk. Walau dari luar dia sangat indah belum tentu di dalamnya dia sangat buruk,” seru Regan membuat Angelia terdiam.


Regan berjalan menuju kabin kapal.


“Regan terima kasih sudah membantuku membuka mataku,” seru Angelia menghentikan langkah Regan.


Regan menoleh ke arah Angelia.

__ADS_1


“Gantilah pakaianmu, kamu bisa masuk angin kalau terus memakai itu,” seru Regan melanjutkan langkahnya.


‘Aku semakin jatuh cinta pada Handsome Devil itu,’ batin Angelia.


Saat ini Regan dan Angelia duduk bersama di bagian hall depan kapal, sebuah selimut berwarna putih membalut tubuh mereka berdua. Angelia duduk bersandar ke dada Regan dan merebahkan kepalanya di pundak Regan, Regan memeluk tubuh Angelia dari belakang. Mereka memang sudah berganti pakaian dan menikmati makanan yang tersedia disana, kini mereka berdua sedang menikmati waktu senja dengan segelas anggur merah.


“Terkadang aku berharap aku ingin hilang ingatan, aku ingin lupa kejadian di masalalu dan menikmati saat saat sekarang. Aku ingin hidup damai,” seru Angelia.


“Semuanya akan segera berlalu dan kamu akan mendapatkan semua yang kamu inginkan itu,” seru Regan.


“Benarkah? Semoga saja,” seru Angelia.


‘Walau entah kenapa ada rasa takut di dalam hati ini, aku merasa semua ini tidak sesederhana itu, Virendra bukanlah lawan yang sesungguhnya. Aku merasa petaka yang sebenarnya sedang menanti di depan sana,’ batin Angelia.


“Angel, besok aku akan pergi ke Britania untuk satu minggu ke depan. Aku harap kamu bisa menghandle masalah dengan Virendra. Calvin akan membantumu nanti,” seru Regan.


“Baiklah. Kamu hati-hati dan cepatlah kembali,” seru Angelia.


“Baiklah dan ingat satu hal, jangan pernah berdekatan dengan pria manapun!” seru Regan penuh penekanan membuat Angelia ingin tertawa.


“Oke Bos. Rita yang akan mengisi kekosongan dan kesepianku tanpa kamu,” seru Angelia.


“Kamu akan merindukanku?” tanya Regan.


“Tidak. Aku malah merasa bebas tanpa ada kamu,” gurau Angelia.


“Apa kamu bilang?” Regan menggelitik Angelia membuatnya tertawa.


“Aduh, hahaha... oke oke cukup!” Angelia tertawa dan berusaha menghindar tetapi sulit.


“Iya aku akan sangat merindukanmu. Apa kamu puas ha ha ha, cukup.”


Regan menghentikan kelitikannya dan kini posisinya berada di atas tubuh Angelia, ia mengungkung tubuh Angelia dengan begitu posesif.


“Katakan lagi,” seru Regan.


‘Aihh... kekasihku ini sangat menggemaskan he he,’ batin Angelia.


“Aku akan sangat merindukanmu, sayangku. Jadi cepatlah kembali dan jangan melirik wanita manapun!” seru Angelia.


“Mulutmu semakin lama semakin manis saja,” seru Regan mencium bibir Angelia.

__ADS_1


***


__ADS_2