Terjerat Pesona Sang Direktur

Terjerat Pesona Sang Direktur
Malaikat tanpa Sayap


__ADS_3

“Terima kasih karena kembali menyelamatkanku,” ucap Angelia yang kini berada di dalam mobil bersama Regan.


“Lain kali kalau dia mengajakmu bertemu, kamu jangan pernah menemuinya.”


“Baiklah.”


“Mengenai yang diucapkan Janeeta tadi, apa benar? Kalau kamu hanya ingin uangku?”


“Tidak! Aku saat itu hanya ingin membungkam mulutnya saja,” seru Angelia.


“Ck, aku tidak masalah kalau kamu memang menginginkan uangku. Asalkan kamu bersama denganku dan menjadi wanitaku.”


Deg


Mata mereka terpaut satu sama lainnya.


“Lalu apa yang membuatmu memilih Cristian? Apa karena wajahnya yang berminyak? Bahkan perusahaannya tidak sampai setengahnya dari milikku,” seru Regan dengan nada merendahkan.


“Ah itu-“ Angelia sungguh dibuat dongkol dengan pertanyaan Regan. Apa pria ini sedang cemburu dan merasa kesal?


- - -


Angelia baru saja mendaratkan pantatnya di atas sofa rumahnya, hari ini sungguh sangat melelahkan. Ia menyandarkan punggung dan kepalanya ke kepala sofa, ia menatap langit-langit rumahnya, ia mengingat setiap perkataan Regan tadi. Pria itu sungguh sangat mempesona, bahkan saat dia cemburu juga kesal itu terlihat sangat lucu.


“Aku benar-benar tidak mampu lagi menahan perasaanku ini,” gumam Angelia.


Angelia mengambil handphonenya dan mendapat pesan chatt dari Amrita.


Rita


Yo, kau menjadi terkenal sekarang yah.


Angel


Apa maksudmu?


Rita


Lihat berita yang lagi trending, handsome devilmu sepertinya benar-benar menyukaimu. Kenapa kau tidak memilih bersamanya saja sih, kenapa harus berkorban dengan memilih bersama sang kera. Dasar gadis bodoh!


“Ck, gadis ini,” gerutu Angelia.


Angelia membuka info berita yang sedang trending hari ini.


#VideosaatartisJaneetaTsurayyaditolakolehDirekturDanial


#CintasegitigaDirekturDanial


“Ya Tuhan berita ini sungguh,” gumam Angelia.


“Syukurlah wajahku tidak terekspos karena Regan melindungiku,” seru Angelia kembali mengingat kejadian tadi siang.


Regan telah menolongnya berkali-kali, bahkan sudah tidak bisa ia hitung lagi. Angelia pernah menolongnya satu kali dan ia membalasnya berkali-kali, Regan sungguh bagaikan malaikat tanpa sayap untuk dirinya. Hati kecilnya menginginkan untuk bersama dengan Regan dan menjadi wanitanya. Tetapi disisi lain, dendamnya bagaimana. Keputusannya ini sungguh bagaikan buah simalakama.

__ADS_1


Angel


Heh Ibu Tiri, bagaimana kau bisa tau itu aku, padahal wajahku tidak terekspos?


Rita


Dasar bodoh, aku sudah mengenalmu bertahun-tahun. Bahkan saat kamu masih belum bocah bau kencur, aku tau postur tubuhmu juga rambutmu yang memiliki warna khas.


Angelia terkekeh membaca chatt Rita.


Angel


Ibu Tiri... Sepertinya aku jatuh cinta pada Direkturku.


Angelia tersenyum sendiri membaca pesan yang ia ketik itu, ia sudah merasa yakin dengan perasaannya sendiri.


Rita


I know, kalau begitu raihlah kebahagiaanmu. Jangan siksa hidupmu hanya karena sebuah dendam. Di masa lalu kamu sudah begitu menderita, jangan kau buat di masa sekarang juga masa depan semakin menderita. Gapailah kebahagiaanmu, jangan biarkan Direkturmu itu lepas dari genggaman. Aku yakin dia juga begitu menyukaimu, aku ingin kamu bahagia. Jangan korbankan hidupmu hanya demi sebuah dendam.


Angelia termenung membaca pesan dari Rita, ia menyimpan handphone di samping tubuhnya dengan kembali menyandarkan kepalanya, ia menatap langit-langit kamar dengan memikirkan kata-kata Rita.


“Ibu, apa aku harus memilih kebahagiaanku?” gumam Angelia.


***


Malam ini Angelia menemani Cristian mendatangi acara ulang tahun Virendra, Angelia sudah menyiapkan kado special untuk ayahnya itu.


Mereka berdua masuk ke dalam salah satu hotel dimana acara ulang tahun di gelar, itu adalah salah satu hotel milik keluarga Wiratama yang juga di kelola oleh Regan.


“Kita langsung temui uncle Virendra aja yah,” seru Cristian.


“Tidak Cris. Jangan sekarang,” seru Angelia.


“Kenapa?” tanya Cristian merasa bingung.


“Kita datang terlambat dan acaranya sudah akan di mulai. Sebaiknya nanti saja kita temui mereka,” ucap Angelia.


“Baiklah.” Cristian mengambil dua gelas minuman dalam gelas berkaki yang dibawa oleh salah seorang waiters dan menyerahkannya satu gelas kepada Angelia.


Mereka melihat acara pemotongan kue yang begitu tinggi dan tiup lilin diiringi doa dan nyanyian doa.


'Usiamu sudah 50 tahun dan kamu begitu hidup bahagia selama ini, Virendra.' Batin Angelia menatap tajam ke arah ballroom.


Acara demi acara berlalu dan kini ke acara jamuan dimana para tamu menikmati hidangan dan ada beberapa yang menghampiri Virendra memberikan selamat.


“Cristian!” Seru Caroline dan tiba-tiba saja memeluk Cristian, padahal Angelia berdiri di samping Cristian.


“Kenapa baru datang? Aku menunggumu sejak tadi, tau.” Caroline masih mendekap Cristian dengan erat dan berkata dengan manja.


Angelia hanya bisa memalingkan pandangannya karena merasa malah melihatnya, Cristian melirik ke arah Angelia yang tidak bereaksi apapun. Tetapi ia juga merasa tidak enak pada Angelia.


“Caroline,” seru Cristian melepaskan pelukannya.

__ADS_1


“Maaf aku terlambat, yang penting aku sudah datang bersama Angelia.” Seru Cristian dan kini tatapan Caroline tertuju pada Angelia.


“Untuk apa kau mengajaknya kemari? Dad tidak menyukainya,” seru Caroline dengan nada sinis.


“Dia datang mendampingiku, dia adalah kekasihku.” Ucap Cristian membuat Caroline semakin menatapnya penuh kebencian, Angelia juga membalas tatapannya dengan tidak kalah tajam.


“Sebaiknya kita temui Mr. Virendra!”


Cristian membawa Angelia mendekati Virendra.


“Selamat ulang tahun Mr. Virendra,” ucap Cristian saat sudah berada di hadapan Virendra.


“Ah Cristian. Terima kasih yah,” seru Virendra berjabat tangan dengan Cristian bahkan memeluknya.


“Selamat ulang tahun Mr. Virendra,” ucap Angelia penuh penekanan dan saat itu juga Virendra yang baru saja melepaskan pelukannya menyadari keberadaan Angelia disana.


“Kau?” seru Virendra.


“Saya memiliki hadiah kecil untuk Anda,” ucap Angelia menyerahkan sebuah kado ke arah Virendra.


Virendra tidak ingin menghancurkan acaranya sendiri dengan marah-marah, ia pun menerima kado itu.


“Sebaiknya kau pergi dari sini, tidak ada yang mengharapkan kedatanganmu disini!”


“Saya datang bersama dengan Cristian.”


“Cris, aku sungguh kecewa karena kamu lebih memilih wanita rendahan ini dibandingkan dengan putriku Caroline. Apa yang kurang darinya?” seru Virendra.


“Emm Om, tetapi kenapa begitu tidak menyukai Angelia. Walau sempat ada sedikit masalah saat kuliah dulu, tetapi Angelia adalah teman Caroline.” Seru Cristian yang tidak mengetahui kalau Angelia adalah saudara Caroline.


'Naif sekali, batin Angelia.


“Putriku tidak membutuhkan teman seperti dia, dia mendekati putriku hanya karena uang!”


“Yo, lihat siapa ini. Wanita ****** yang sebelumnya telah berani menghina kita,” seru Suya yang menghampiri mereka.


Angelia memalingkan pandangannya.


“Tidakkah Anda ingin membuka kadonya, Mr. Virendra.” Angelia berucap pelan.


Virendra memanggil salah seorang pelayan dan memintanya untuk membuka kado itu, mata Virendra membelalak saat melihat sebuah dasi. Dasi itu yang dulu pernah ia gunakan untuk mengikat Angelia dan juga mencekik leher Anne.


“Anak kurang ajar!” Virendra melempar kado itu hingga menampar wajah Angelia.


“Ada apa? Apa Anda mengingat sesuatu?”


Karena keributan itu, membuat semua orang melihat ke arah mereka.


“Panggil security dan usir sampah ini dari sini,” seru Virendra sangat marah besar. Angelia sempat bingung kenapa Virendra harus semarah itu hanya karena sebuah dasi. Tidakkah dia merasa menyesal? Tetapi itu sangatlah mustahil.


“Kau datang kemari hanya untuk merusak acara disini saja, pergi!” seru Caroline mendorong tubuh Angelia.


“Ah!”

__ADS_1


Brak


__ADS_2