Terjerat Pesona Sang Direktur

Terjerat Pesona Sang Direktur
Cemburu


__ADS_3

Angelia terbangun dari tidurnya, hal pertama yang dia lihat adalah dada bidang nan hangat milik seseorang. Angelia menengadahkan kepalanya dan melihat wajah tampan Regan sedang terlelap.


'Bagaimana bisa dia tetap tampan walau sedang dalam keadaan tidur. Sungguh membuatku iri saja,' batin Angelia.


Tangan Angelia bergerak dan menyentuh kening Regan, kedua alisnya, hidungnya yang mancung. Gerakannya terhenti di ujung hidung Regan, ia ingin menyentuh bibir itu. Bibir yang sangat keras, tetapi begitu hangat dan sangat lembut. Tangan Angelia perlahan bergerak hendak menyentuh bibir Regan, tetapi telapak tangan besar menangkap pergelangan tangannya membuat Angelia membeku. Saat itu juga mata indah nan tajam dan penuh intimidasi itu terbuka.


“Sedang mencoba menggodaku, hmm?”


“Ti-tidak. A-aku akan segera siapkan sarapan,” seru Angelia menarik tangannya dari pegangan Regan hingga terlepas dan ia langsung melarikan diri keluar kamar.


Regan hanya tersenyum kecil melihat tingkah kucing kecilnya itu yang sangat menggemaskan.


Angelia memasuki kamar mandi dan menatap pantulan dirinya di cermin.


“Pelukan hangatnya, dada bidangnya yang begitu nyaman. Bagaimana bisa aku tidur begitu lelap tanpa bermimpi buruk di dalam dekapannya,” seru Angelia.


'Regan, kenapa kamu harus melakukan semua ini. Aku harus bagaimana membalas budi padamu, sebaliknya aku hanya akan memanfaatkanmu dan hanya membuatmu terluka. Aku harus bagaimana sekarang?' batin Angelia yang kini semakin ketergantungan dengan keberadaan Regan disisinya dan ia mulai menikmati juga mengandalkan segala bantuan dari Regan.


***


“Sialan!” Janeeta melemparkan beberapa lembar foto ke atas meja, dalam foto itu adalah Regan dan Angelia yang mata-matanya curi. Awalnya Janeeta merasa curiga kenapa Regan terus saja menolak dirinya bahkan memutuskan untuk tidak mensponsorinya lagi, ternyata ini alasannya.


“Wanita ****** itu ingin merebut Reganku,” seru Janeeta mengepalkan kedua tangannya dengan erat.


“Dia hanya sekretaris rendahan, bagaimana bisa dia mencuri perhatian Regan. Apa yang sudah dia lakukan sebenarnya? Apa dia begitu handal di atas ranjang, sampai Regan tidak ingin melihat kearahku yang jelas-jelas jauh lebih baik segalanya dari sekretaris ****** itu!”


Janeeta sangat tidak terima, hati nuraninya merasa terhina. Dirinya harus dikalahkan oleh seorang sekretaris rendahan.


“Aku akan memberi pelajaran pada ****** itu, dia harus tau dimana posisinya seharusnya!” Janeeta semakin mengepalkan kedua tangannya dengan begitu kuat.


***


Angelia baru saja mendaratkan pantatnya di kursi kerjanya. Ia kini akan focus kerja, nanti siang rencananya akan pergi meninjau IAO Production yang telah lama tidak beroperasi karena disita pihak bank.


“Angelia mulai memeriksa beberapa dokumen dan mengerjakan pekerjaannya seperti biasa.


“Coffee,” ucap seseorang menyimpan satu buah cup kopi di atas meja.


“Mr. Calvin?”


“Kemana saja, tanpa ada kamu di kantor ini sungguh sepi rasanya,” seru Calvin. Angelia telah mengambil cuti selama dua hari setelah weekend.

__ADS_1


“Aku ada acara keluarga,” dusta Angelia.


“Ngomong-ngomong mengenai hari itu, aku minta maaf karena tidak bisa melindungimu,” seru Calvin penuh rasa bersalah.


Angelia ingat kejadian saat penculikan yang dilakukan Caroline. Memang setelah kejadian itu, ia tidak bertemu dengan Mr. Calvin lagi karena beliau ada pekerjaan diluar Negeri.


“Tidak masalah Tuan Calvin, itu sudah berlalu lama dan aku tidak apa-apa,” ucap Angelia dengan senyumannya.


“Tidak perlu memberikan senyuman selebar itu padanya!” seruan tegas dan penuh intimidasi itu membuat mereka berdua menoleh dan melihat Regan berdiri di depan pintu ruangannya.


“Sedang apa kau disini? Menggoda sekretarisku, ehh?” sindir Regan kepada sepupunya itu.


“Haish benar-benar pecemburu,” gerutu Calvin. “Aku hanya memberinya kopi.”


“Untukku tidak?” seru Regan.


“Kau belilah sendiri,” seru Calvin dengan santai.


Regan berjalan mendekati meja Angelia dan tanpa aba-aba langsung mengambil cup kopi milik Angelia.


“Ehh?”


“Hey... Aku membelikannya untuk Angelia!” protes Calvin.


“Angelia, ini terlalu manis. Tidak baik untuk kesehatanmu, kalau kamu mau kopi kamu bisa ikut denganku untuk membelinya,” seru Regan.


“Tapi Direktur-“ Angelia merasa tidak enak pada Calvin.


“Kau benar-benar ingin adu jotos sama aku! Ayo kemari, siapa takut. Kita selesaikan sesama pria!” Calvin sudah siap dengan posisi meninju, kedua telapak tangannya yang mengepal.


“Ck, aku tidak tertarik. Kau juga pasti akan kalah dengan satu seranganku. Sebaiknya kau ikut denganku ke dalam ruangan dan berhenti memberikan perhatian pada sekretarisku!” peringatan Regan.


“Dasar bossy. Kalau bukan kakakku sudah habis kau,” gerutu Calvin berjalan mengikuti Regan menuju ruangannya.


“Mereka berdua itu benar-benar,” gumam Angelia yang merasa tidak habis pikir dengan tingkah mereka yang sangat kekanakan.


“Cemburu,” seru Nickolas.


“Eh? Kenapa?” tanya Angelia.


“Direktur cemburu,” jawab Nickolas yang masih berkata sesingkat mungkin.

__ADS_1


'Iyakah dia cemburu? Lucu sekali sikapnya itu,' batin Angelia.


***


“Bagaimana kerja sama dengan perusahaan Easy Group?” tanya Regan di dalam ruangannya dengan masih memegang cup kopi yang Calvin berikan untuk Angelia.


“Kalau kau ingin kopi, nanti aku belikan. Kenapa harus mengambil milik Angelia? Ck, membuatku kesal saja,” gerutu Calvin.


“Aku tidak suka ada pria lain memberikan sesuatu pada wanitaku,” jawab Regan dengan santai seraya duduk di atas sofa ruang kerjanya begitu juga dengan Calvin.


“Wanitaku? Jadi sekarang perkembangan hubungan kalian ada kemajuan yang pesat,” seru Calvin.


“Bisa dikatakan begitu,” jawab Regan dengan santai.


“Tidak menyangka seorang pria yang gila kerja sepertimu bisa juga jatuh cinta pada seorang wanita. Aku pikir kau hanya akan jatuh cinta pada pekerjaanmu saja,” seru Calvin.


“Pekerjaan bisa dikatakan cinta pertamaku dan Angelia adalah cinta terakhirku!” seru Regan dengan pandangan menerawang.


“Ternyata kau benar-benar jatuh cinta pada wanita itu,” seru Calvin tersenyum lebar.


Calvin yang merupakan anak kedua dari pasangan Devara dan Kevin sudah mengenal Regan cukup lama. Sejak kecil, ia selalu mengidolakan sosok Regan yang begitu pintar bahkan merupakan cumlaude di usia yang masih sangat muda dan sepengetahuan Calvin, Regan adalah pria yang begitu gila kerja bahkan dia tidak pernah dekat dengan wanita manapun sampai membuat Agneta khawatir. Karena ada rumor kalau dia adalah seorang penyuka sesama jenis, bahkan saat memegang perusahaan di Indonesia saja dia selalu memilih sekretaris seorang pria begitu juga dengan asistennya. Ia bahkan harus berpura-pura berpacaran dengan seorang artis hanya untuk menutup semua isu negatif tentang dirinya dan membuat Bundanya menjadi tenang.


Kini Calvin sangat tidak menyangka bahwa Regan bisa mencintai seorang wanita bahkan terlihat begitu tulus.


“Sampai kapan kau akan melamun?” tanya Regan menyadarkan lamunan Calvin.


“Sorry. Bagaimana tadi?” tanya Calvin yang kini mulai focus dengan pekerjaannya.


“Bagaimana kerja sama dengan Easy Group?”


“Ceo perusahaan ini sungguh sangat misterius, aku kemarin hanya bertemu dengan Direktur yang merupakan orang kedua yang penting di perusahaan itu dan mereka cukup mempersulit kerja sama kita,” seru Calvin.


“Jadi?”


“Orang itu sangat keras. Dia ingin kau sendiri yang datang ke Britania dan membahas kontrak kerja sama dengan mereka,” ucap Calvin.


“Sesuai prediksi Ayah, orang ini cukup sulit ditangani. Tetapi kita tetap harus mendapatkan kerja sama ini,” seru Regan.


“Kapan kau berencana pergi ke Britania?”


“Belum jelas pastinya. Tetapi secepatnya aku akan berangkat,” seru Regan dengan pasti.

__ADS_1


***


__ADS_2