
Angelia masih dilanda kebahagiaan karena mereka sedang menyiapkan persiapan pernikahannya dengan Regan yang akan berlangsung tiga bulan lagi. Angelia masih ingin menstabilkan perusahaan Calief dulu, sebelum akhirnya dia akan fokus dengan kehidupannya di masa depan bersama Regan. Angelia juga sudah memutuskan akan melupakan semua dendamnya, ia tidak memiliki petunjuk apapun mengenai pria yang sudah membunuh Ibunya, ia sudah berusaha menerima semua itu dan yang penting ia sudah merebut kembali apa yang menjadi haknya dan milik keluarganya. Perusahaan, rumah dan semua yang seharusnya menjadi milik keluarga Calief sudah ia dapatkan berkat bantuan dari Regan. Angelia tidak ingin terus berlarut-larut terperangkap dalam masalalunya, ia ingin memikirkan masa depannya dan memiliki tujuan hidup, yaitu hidup bersama Regan Danial pria yang sangat ia cintai.
Saat ini Angelia dan Regan pergi mengunjungi pembangunan resort yang Cristian bicarakan beberapa hari lalu. Awalnya Regan tidak setuju Angelia bekerja sama dengan perusahaan GU, ia tidak ingin melihat Angelia bertemu dengan Cristian lagi. Tetapi Angelia memberi pengertian pada Regan bahwa ia tidak akan memiliki hubungan apapun dengan Cristian selain hubungan pekerjaan. Ia juga akan berusaha menghindari Cristian dan akan selalu mengajak Regan kalau mereka harus bertemu, akhirnya Regan pun menyetujui Angelia.
“Tempat ini indah sekali,” seru Angelia yang kini berjalan-jalan di pesisir pantai bersama dengan Regan. Ia terlihat cantik dengan dress seatas lutut bercorak bunga dan Regan terlihat santai dengan celana selutut dan kaosnya. Mereka berjalan dengan kaki telanjang. Sebelumnya ia sudah meninjau pembangunan resort dan bertemu dengan Cristian, setelahnya Angelia mengajak Regan berjalan-jalan.
“Iya disini sangat tenang,” seru Regan merangkul Angelia.
Mereka pun duduk di atas pasir pantai menatap lautan luas dan deburan ombak yang tidak terlalu besar.
“Dari dulu aku selalu ingin memiliki rumah di dekat pantai,” seru Angelia.
“Kenapa?” tanya Regan.
“Sebenarnya sejak kecil aku sangat suka laut aku sangat menyukai keindahan laut dan suara dari deburan ombak. Aku selalu senang saat berenang dilautan, tetapi kesenangan itu berubah menjadi rasa takut saat kehidupanku berubah drastis. Saat itu setiap kali melihat lautan, aku malah merasa takut dan ngeri membayangkan apa yang ada di lautan dalam. Seperti kehidupanku,” seru Angelia.
“Semua itu sudah berlalu dan kini sudah ada aku. Aku akan membawa kembali kebahagiaan dan keindahan itu untukmu,” seru Regan menautkan jemarinya ke jemari Angelia.
__ADS_1
Angelia tersenyum dan merebahkan kepalanya di bahu Regan.
“Iya, berkat kamu. Semua mimpi indahku di masalalu kini kembali lagi, semua keinginanku dimasalalu kini terbayang lagi. Aku melupakan semua kegelapan yang pernah aku alami. Semua itu berkat kamu,” seru Angelia tersenyum.
“Aku senang kalau aku berhasil membuatmu bahagia,” seru Regan mengecup kening Angelia.
“Oh iya, besok malam temani aku datang ke undangan salah satu clientku!” seru Regan.
“Siapa?” tanya Angelia.
“Begitu yah. Baiklah,” seru Angelia.
“Ayo lanjut kembali,” ajak Regan yang diangguki Angelia.
Regan berjongkok di hadapan Angelia.
“Ada apa?” tanya Angelia melihat Regan berjongkok membelakanginya.
__ADS_1
“Naiklah ke punggungku, perjalanan menuju resort cukup jauh. Kamu pasti lelah sejak tadi berjalan,” seru Regan.
“Manis sekali calon suamiku ini. Aku tidak apa-apa sebenarnya,” seru Angelia.
“Cepat naik saja,” seru Regan menoleh dan nada bicaranya terdengar tidak ada penolakan.
“Dasar pemaksa! Baiklah,” seru Angelia akhirnya naik ke atas punggung Regan dan pergi meninggalkan tempat itu.
Selama perjalanan Angelia menggoda Regan dengan meniup dan menggigit daun telinga Regan membuat Regan kegelian.
“Aku akan membalasnya nanti. Awas saja,” ancam Regan.
“Siapa takut,” kekeh Angelia.
Hanya tawa ceria dari mereka berdua yang mengiringi perjalanan mereka.
***
__ADS_1