Terjerat Pesona Sang Direktur

Terjerat Pesona Sang Direktur
Menjadi Kekasih Direktur


__ADS_3

Tubuh Angelia terdorong cukup keras hingga membentur meja dimana gelas berisi anggur tertata ke atas disana, membuat gelas-gelas itu jatuh dan tumpah ruah mengenai Angelia.


“Dimana security? Bawa sampah ini keluar!”


Langkah kaki seseorang membuat focus mereka berubah, kini mereka semua melihat ke arah seseorang yang berjalan menghampiri Angelia. Seseorang itu adalah Regan, auranya yang menakutkan dan tatapannya yang tajam mampu membungkam semua orang, tidak ada yang berani membuka suara.


Regan melepaskan jasnya dan menyelimuti punggung Angelia. Kemudian ia memangku tubuh Angelia ala bridal style, ia berjalan mendekati Virendra sekeluarga.


“Tuan- tuan muda Danial, maafkan atas keributan ini. Sungguh diluar dugaan ternyata gadis ini membuat masalah,” seru Virendra.


“Apa yang sudah Angelia lakukan sampai membuat kalian semua marah? Bukankah dia hanya memberikan kado,” seru Regan.


“Kami mengenal gadis ini cukup lama dan saya mengenalnya betapa munafik dia. Dia bahkan merayu para pebisnis untuk mendapatkan keuntungannya sendiri,” ujar Virendra membuat semua orang saling berbisik-bisik.


“Anda sungguh hebat sekali Mr. Virendra, Anda begitu mengenal gadis yatim piatu yang bahkan tidak dekat dengan keluarga Anda. Tetapi Anda tidak mengenali putri Anda sendiri, Nona Caroline.” Seru Regan melirik ke arah Caroline. “Dia merayu beberapa investor untuk mendapatkan sponsor dan dia juga melemparkan tubuhnya ke ranjang producer juga sutradara untuk mendapatkan sebuah peran. Kalau Anda tidak percaya, saya memiliki buktinya, saya bisa menyerahkannya ke media. Bagaimana?” seru Regan membuat Caroline dan keluarganya memebelalak kaget, mereka sungguh dipermalukan.


“Ti-tidak perlu, Tuan Muda. Saya yang salah tidak mendidik putri saya dengan baik. Maafkan saya,” seru Virendra.


“Anda sudah tua, di usia Anda yang sekarang sebaiknya banyak-banyak untuk beristirahat. Sebaiknya sekarang Anda pulang dan bawa semua keluarga Anda. Ajari dan didiklah putri Anda di rumah,” seru Regan.


“Untuk pembayaran sewa hotel ini tidak perlu lagi Anda bayar, Anda bisa meninggalkan hotel saat ini juga!” Seru Regan dengan tenang tetapi penekanan katanya sangat menakutkan hingga mampu membuat merinding.


“Ba-baiklah saya akan membawa keluarga saya pulang,” seru Virendra.


Regan melirik ke arah Cristian dengan tatapan membunuh, setelah itu ia berlalu pergi dengan membawa Angelia dalam gendongannya.


“Sangat menakutkan,” seru salah seorang tamu.


“Membuat Tuan Muda Danial marah sungguh sangat gawat.”


“Sekarang keluarga Virendra memiliki masalah dengan Tuan Muda Danial, kedepannya kita harus menjauhi keluarga Virendra ini, aku tidak ingin terlibat masalah dengan perusahaan Wiratama.”

__ADS_1


“Bisa bermasalah dengan Tuan Muda Regan, sungguh sangat sial.”


“Putrinya cantik, tapi sayang ternyata seorang ******.”


Virendra bersama keluarganya pergi meninggalkan hotel karena rasa malu.


***


Regan menghentikan mobilnya di pinggir jalan yang cukup sepi, ia melihat Angelia hanya diam saja menatap keluar jendela.


Regan menuruni mobilnya kemudian berjalan menuju pintu penumpang dan membuka pintu itu membuat Angelia melihat kearahnya dengan kernyitan di dahi.


“Turun,” seru Regan.


Angelia pun menuruti Regan, ia melihat sekeliling dan terlihat begitu sepi tidak banyak kendaraan yang berlalu lalang, hanya lampu jalanan yang menerangi.


“A-ada apa?” seru Angelia yang berdiri di samping mobil dimana pintunya sudah tertutup, Regan masih berdiri membelakangi Angelia dengan menghembuskan nafasnya kasar.


“Sebenarnya dimana otakmu itu! Bagaimana cara kamu berpikir! Apa kamu melakukan semua ini hanya untuk dihina dan direndahkan?” pekik Regan membuat Angelia menundukkan kepalanya.


“Kalau saja tadi aku tidak pergi ke hotel karena urusan pekerjaan, aku tidak akan tau mereka melakukan ini padamu!”


Regan menghela nafasnya berusaha mengontrol emosinya sendiri.


“Lihatlah apa yang pria bernama Cristian itu lakukan, saat kamu dihina direndahkan oleh mereka. Saat gadis bernama Caroline mendorongmu sampai kamu terbentur! Apa yang pria dengan wajah berminyak itu lakukan? Dia hanya diam saja seperti patung!”


“Aku melindungimu dan berusaha menjaga martabat juga harga dirimu selama ini. Lalu kenapa kamu membiarkan orang lain menginjaknya?” seru Regan dan Angelia hanya diam saja. “Apa begini balas dendam yang kamu katakan? Dengan menghancurkan harga diri juga hidupmu?”


Angelia hanya mampu menundukkan kepalanya, semua yang dikatakan Regan memang benar adanya, dirinyalah yang begitu bodoh.


“Jawab aku, Angelia!”

__ADS_1


“Aku- aku tidak tau,” jawab Angelia dengan lirih. “Aku hanya ingin balas dendam pada mereka. Aku tidak tau harus bagaimana lagi,” seru Angelia terisak kecil.


Mendengar isakan Angelia, Regan mulai tenang dan emosinya tidak meluap seperti tadi. Ia menangkup wajah Angelia hingga tatapan mereka berdua terpaut satu sama lainnya.


“Kamu bisa melakukan balas dendam dengan cara yang lebih elegan dan kejam tanpa merendahkan dirimu sendiri dan membuat orang lain menginjak harga dirimu,” seru Regan. “Percayalah padaku, aku akan membantumu membalaskan dendammu itu. Aku akan mendukung dan melindungimu, aku hanya ingin kamu selalu disisiku, bersamaku dan menjadi kekasihku.”


Angelia semakin terpaku mendengar setiap kata yang dilontarkan oleh Regan.


“Tinggalkan pria itu dan jadilah wanitaku, percayalah padaku aku mencintaimu.”


Deg


Regan memagut bibir Angelia dengan lembut, saat itu terlihat salju turun dari langit dan menghujani mereka, itu adalah hujan salju pertama kali.


Regan melepaskan ciuman mereka dan menatap manik mata Angelia.


“Apa kamu mau jadi kekasihku?” tanya Regan dan saat itu juga Angelia menganggukkan kepalanya.


“Aku mau.”


“Bagus,” seru Regan mengecup kening dan ujung hidung Angelia.


“Jadilah kucing kecil yang penurut.”


“Salju?” seru Angelia saat ia melihat sesuatu menerpa dirinya, ia menengadahkan kepalanya ke arah langit.


“Hujan salju pertama,” ucap Angelia.


“Dan kamu menjadi milikku,” seru Regan memagut kembali bibir Angelia. Kali ini kedua tangan Angelia memeluk leher Regan, kali ini ia akan membuka hatinya untuk Regan dan tidak akan menahannya lagi. Ia ingin menggapai cintanya juga bisa membalaskan dendamnya.


***

__ADS_1


__ADS_2