
Regan mengajak Angelia untuk dinner di salah satu restaurant mewah yang berada di atas kapal pesiar. Angelia bahkan harus mendadak membeli gaun karena tidak sempat untuk pulang dulu ke rumah.
Sesampainya disana mereka menempati tempat yang sudah disediakan, suasana disana begitu sepi tidak ada pengunjung yang datang. Hanya suara musik dan deburan ombak yang terdengar.
“Kenapa sepi sekali?” seru Angelia.
“Aku membooking tempat ini, aku tidak ingin ada yang mengganggu kita.” Seru Regan
Angelia tersenyum kecil, tak lama beberapa pelayan menyajikan banyak menu makanan special di restaurant itu.
“Apa ini tidak terlalu banyak?” seru Angelia dengan mata berbinar, selain penyuka daging ia juga menyukai menu seafood. Angelia benar-benar sangat suka makan walau badannya kecil.
“Aku tau kamu sangat menyukainya. Jadi jangan sungkan lagi, habiskan semuanya!”
“Kau membuatku seperti wanita yang rakus,” seru Angelia.
“Bukankah memang begitu,” goda Regan.
“Isshhh.”
Angelia mulai mencoba beberapa menu dan menyuapkannya ke dalam mulutnya, seketika kedua matanya berbinar.
__ADS_1
“Astaga, bagaimana bisa rasanya seenak ini. Apalagi dagingnya benar-benar lembut,” seru Angelia langsung dengan lahap mengambil dan memakan makanan yang tersaji.
Regan hanya tersenyum dan menikmati makanan dalam piringnya.
“Astaga kenyang sekali,” seru Angelia merasa sangat puas. Makan enak, nikmat dan membuatnya kenyang adalah salah satu kebahagiaan bagi dirinya, moodnya sangat baik saat itu.
“Sudah kenyang? Ayo bersulang satu gelas anggur,” seru Regan mengangkat gelas berkaki berisi anggur. Angelia pun melakukan hal yang sama dan menyesap anggur dalam gelas masing-masing.
“Malam ini sangat indah,” seru Angelia menatap langit yang dipenuhi bintang.
Musim dingin telah berlalu bersamaan dengan semua hal sulit yang sudah ia lalui, kini pergantian musim dan kehidupan Angelia pun perlahan mulai damai dan menemui kebahagiaannya.
“Angel.”
“Regan, a-apa yang kamu lakukan!”
“Angel, jadilah pendamping hidupku. Menjadi Ibu untuk anak-anakku dan hidup bersamaku selamanya, will you marry me?”
Deg
Angelia menatap Regan dengan mata yang berkaca-kaca, bahkan Regan menunjukkan cincin berlian yang sangat indah di kotak biru yang ia pegang.
__ADS_1
“Regan?”
“Hatiku sudah memilihmu, Angel. Aku tidak ingin kehilanganmu, jadilah wanitaku, jadilah istriku.” seru Regan membuat air mata Angelia jatuh membasahi pipinya.
Lamaran yang sangat manis...
“A-aku mau,” seru Angelia menganggukkan kepalanya.
Regan memasangkan cincin itu di jari manis Angelia, kemudian ia berdiri dari duduk rengkuhnya dan membawa tangan Angelia hingga Angelia beranjak dari duduknya. Saat itulah tepuk tangan terdengar membuat Angelia menoleh.
“Congratulation!”
Terlihat Dave, Agneta, Renata, Calvin, Amrita dan Nickolas disana. Mereka memberikan selamat pada Angelia, Agneta memeluk Angelia begitu juga dengan Renata dan Rita.
“Akhirnya kakakku yang ganteng ini tidak sendiri lagi,” seru Renata membuat Regan tersenyum.
Saat itu juga terlihat kembang api menyala di langit malam tepat di atas kapal dan sangat indah membuat semuanya menatap ke arah langit.
“Ayo bersulang untuk calon pengantin kita!” seru Calvin dan membuat mereka semua mengambil gelas berisi anggur dan bersulang.
Regan merangkul Angelia membuat Angelia menoleh kearahnya dan mereka tersenyum merekah dengan saling memandang.
__ADS_1
‘Ibu... Aku akan segera menikah dengan pria yang sangat aku cintai. Aku harap Ibu merestui kami. Berkatnya aku bisa merasakan kebahagiaan lagi,’ batin Angelia.
***